Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

38. Teman Masa Lalu

29 12 1
                                        

〃Happy Reading〃

"FARO!! BASAH TAU!!" Pekik gadis kecil berumur 7 tahun, yang sudah basah kuyup.

Sang pelaku hanya cengengesan sambil terus menyiram sahabatnya dengan air menggunakan selang. Ia sangat suka menjahili sahabatnya itu, katanya kalau dia lagi nangis bakal lucu.

Dan benar saja. Gadis itu menangis, seraya menyembunyikan wajahnya diantara lututnya. Menangis sekeras mungkin agar Mama nya mendengar suara tangisannya.

Faro hanya tertawa lalu mengusap punggung Acha, agar dia berhenti menangis. "Hahaha... Gitu aja nangis, lemah."

Acha mengangkat wajahnya, menatap sinis pria kecil itu. "Aku gak lemah, kamu yang lemah!"

"Katanya gak lemah, tapi disiram air aja nangis." ledek Faro.

Dengan kesalnya Acha menonjok lengan Faro dengan keras. "Rasain tuh lemah!"

Faro meringis kesakitan sambil memegangi lengannya yang habis ditonjok itu. Berguling-guling direrumputan agar rasa sakitnya mereda. Acha kalau mukul tuh gak tanggung-tanggung.

"FARO!! Kita bikin sesuatu yuk!" ajak Acha

Faro kembali berdiri, lalu menatap heran sahabatnya itu. "Sesuatu apa? Mau main masak-masak lagi? Aishh aku bukan anak perempuan, buat kamu ajak main kayak gitu.."

"Bukan masak-masak. Udah ikutin aku. Kita ambil barang kesayangan kita, kayak boneka atau mobil mainan gitu, trus aku juga mau ambil dua kotak dirumah aku, trus kita bikin itu didekat danau yang ada tamannya, trus kita kubur deh. Gimana?"

Faro hanya melongo mendengar penuturan Acha.

Acha melambai-lambaikan tangannya tepat didepan muka Faro, membuatnya kembali sadar dari lamunan.

"Gimana, mau tidack?!" tanya Acha.

Faro mengangguk semangat. "Ayokk."

Setelah mengumpulkan semua peralatan yang dibutuhkan, lalu menuju taman dekat dengan danau itu. Dibawah pohon rindang, keduanya sibuk membuat surat yang akan ditaruh didalam kotak nanti.

Faro mencondongkan sedikit badannya, mencoba untuk mengintip apa yang ditulis oleh Acha. Seperti merasa pergerakan dari sampingnya, Acha ikut menghindar sambil terus menulis dikertas berwarna biru.

"SUDAH!!" Acha mengangkat kertas yang sudah ia isi dengan keinginannya, dan juga sudah terbentuk menjadi origami.

"Aku juga sudah, sekarang kita gali lubang buat masukin kotak-kotak ini." ucap Faro disusul anggukan Acha.

Kedua kotak berwarna hitam telah terisi dengan barang-barang kesayangan mereka berdua, termasuk kertas tadi. Setelah selesai mengubur kotak-kotak itu, mereka berdua duduk direrumputan.

Tepat didepan mereka sebuah danau yang begitu indah. Udara yang sejuk menambah rasa nyaman saat berada disitu. Mereka berdua terdiam. Tak ada yang berbicara, mereka sama-sama menikmati suasana dipersekitaran danau

ACHA [END✓]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang