22. Kenangan tak dapat diulang

46 15 0
                                        

~Happy Reading~

"Vid, lo ngambek?" tanya Acha.

David menoleh, menatap Acha dengan tajam. "Ngapain gue ngambek? Gak ada kerjaan banget."

"Gak usah disembunyiin Vid, gue tau kok lo ngambek. Btw, ngambek karena apa?" ucap Acha.

"Gue gak ngambek" balas David dingin.

"Aiisshhh syiibhalll... Pulang deh gue," Pungkas Acha yang sudah frustasi. Acha beranjak dari duduknya berniat pulang. Namun, dengan cepat David mencekal tangan Acha. Membuat Acha terkejut dan langsung menoleh kearah David.

"Duduk!" perintah David yang langsung dituruti Acha.

"Gue cuma mau bilang, gak usah deket-deket sama Farel." lanjut David dengan nada dingin.

Acha terdiam dengan penuturan kekasihnya itu. "Lo cemburu?"

"Gak!"

"Terus, kok ngelarang?" tanya Acha lagi.

"Emang salah? Yaudah kalo gak mau nurut gue juga gak maksa." balas David sambil menatap tajam kearah Acha.

"Sama Kak Farel doang kan? Yang lain boleh?"

"Boleh tapi, jangan terlalu deket."

Acha mengangguk lalu mendekati David dan memeluknya. "Lo jangan ngambek lagi, gue khawatir jadinya."

David membalas pelukan Acha seraya membelai rambut kekasihnya. "Sorry, Cha sifat gue kekanak-kanakan. Jujur gue takut aja kalo ntar lo ngejauh dari gue."

"Gak bakal Vid, lo itu pahlawan gue setelah Papa. Lo penyemangat gue," balas Acha.

"Dan lo alasan gue masih ingin bernapas didunia ini." lanjut David.

"Dua insan yang saling membutuhkan. Mereka akan selalu bersama hingga Tuhan sendiri yang akan memisahkan. Namun, kembali dipertemukan dikehidupan selanjutnya. Akan banyak cobaan yang akan mereka lalui, untuk menuju suatu kebahagiaan abadi. Semua itu sudah diatur oleh yang Kuasa." ~Author

****

Sepulangnya dari rumah David, Acha duduk santai disofa menonton ditemani kucing kesayangannya. Seperti biasa, Acha akan menonton film kesukaannya yaitu Doraemon.

"Baling-baling bambu!!" pekik Acha membuat Matcha melompat kaget.

"Eh.. Matcha ngapain disitu?" tanya Acha yang melihat kucingnya sudah ada diatas meja. Matcha menatap tajam majikannya lalu melompat turun dari atas meja dan melenggang pergi.

Acha kebingungan, "Kenapa tuh kucing?" tanyanya.

Tok!
Tok!
Tok!

Acha menoleh kearah pintu, tempat asal suara tadi. Ia beranjak dari duduknya hendak membukakan pintu.

"Ya, sebentar." ucap Acha

Tok!
Tok!
Tok!

"Ya, sabar anjirr..." Acha berdecak kesal dengan tamu satu ini, sungguh tak sopan.

Ceklek..

Acha membulatkan matanya sempurna saat melihat siapa yang datang.

"PAPA!" Dengan perasaan campur aduk Acha menghambur kepelukan sang ayah. Acha sungguh merindukan dirinya, sudah sangat jarang Rey datang menemuinya.

ACHA [END✓]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang