Happy Reading!!
Sudah 30 menit Acha duduk diteras kelas. Tak mempedulikan murid lain yang berlalu lalang didepannya. Walau ramai seperti itu, Acha tetap merasa kesepian. Setelah kepergian Rey, Acha lebih sering menyendiri. Kadang ia menangis jika kembali mengingat kenangan indah bersama Papa nya itu.
"Pah, papa lagi apa disana? Udah makan? Belakangan ini, Papa udah gak pernah datang dimimpi Acha. Papa disana sehat kan? Acha kangen..." Batinnya.
Tak terasa lelehan air mata jatuh membasahi pipinya. Acha tak dapat menyembunyikan seberapa rindunya ia kepada Rey. Cinta pertama seorang anak gadis telah pergi untuk selamanya.
Lamunan Acha seketika buyar, saat seseorang dari belakangnya tiba-tiba saja memukul bahunya. Dengan cepat Acha berbalik. Matanya membulat sempurna, didepannya kini adalah Faro.
Tanpa berbicara apapun, Faro menarik paksa Acha. Membawa gadis tersebut jauh dari keramaian sekolah, ditaman belakang.
Acha memberontak kala Faro menariknya begitu kasar. "Lepasin bangsat! Lo mau bawa gue kemana!?"
Sesampainya dibawah sebuah pohon, Faro pun melepaskan genggamannya. Dilengan Acha, terbentuk bekas genggaman Faro yang sudah berwarna ungu. Dia begitu kasar menarik Acha.
Plak!!
Satu tamparan mengenai pipi tirus milik Faro. Mata Acha memanas, baru kali ini dia melihat cowok sekasar Faro. Dia benar-benar sudah berubah, jauh berubah dari Faro yang dulu Acha kenal.
"LO LIAT!! TANGAN GUE BERBEKAS GINI, LO PIKIR GUE DITARIK KAYAK GITU, GAK SAKIT? HAH?! LO COWOK, HARUSNYA LO BISA PERLAKUIN SEORANG CEWEK DENGAN LEMBUT, BUKAN KASAR KAYAK GINI!!" Acha tak habis pikir dengan sikap Faro yang sangat agresif ini.
Faro acuh dengan perkataan Acha. Bagai suara burung yang berkicau lalu menghilang, seperti itulah suara Acha bagi Faro. Tangannya turun merogoh saku celananya, untuk mengambil sebuah benda pipih. Faro mulai mengutak atik ponselnya mencari sesuatu.
"Liat, David. Cowok yang selalu lo percayai, malah tidur bareng cewek lain." Faro menunjukkan sebuah foto. Yang dimana foto tersebut memperlihatkan David dan juga Sania tengah tertidur disatu ranjang.
Acha menggeleng tak percaya. Tangannya naik menutup mulutnya kala melihat foto tersebut. Ia bergetar.
"Gue gak percaya." ucap Acha mencoba ber positif thinking.
"Mau liat secara langsung?" tawar Faro seraya smrik.
Acha mengangguk. Dengan segera mereka berdua keluar dari lingkungan sekolah. Untuk hari ini, Acha membolos. Ia tak masalah jika bolos, lagipun pelajaran hari ini hanya penjas dan juga praktek pramuka, jadi dia bisa bolos untuk hari ini saja.
Mereka berdua menuju sebuah club. Menggunakan motor milik Faro, Acha terpaksa mengiyakan itu. Sesampainya ditempat haram itu, Acha memperhatikan sekitar. Benar-benar sepi.
Faro mengambil tangan Acha untuk digenggam. Mereka berdua pun masuk kedalam club tersebut. Bau minuman keras menjadi penyambut saat mereka masuk. Acha menutup hidungnya saat memasuki tempat tersebut. Ini pertama kalinya ia masuk, jika bukan karena ingin melihat bukti yang benar, Acha mana mungkin akan kesini.
KAMU SEDANG MEMBACA
ACHA [END✓]
Teen Fiction[𝐅𝐨𝐥𝐥𝐨𝐰 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦 𝐛𝐚𝐜𝐚] (REVISI SEDANG BERJALAN) "Maaf jika aku tak dapat menepati janji. Terima kasih untuk kasih sayang kalian. Sampai bertemu dikehidupan yang lebih indah." -Acha Septriasa Kinantara Start : 29 Januari 2022 Finish...
![ACHA [END✓]](https://img.wattpad.com/cover/299947171-64-k546769.jpg)