~Happy Reading~
"Non Acha, sarapan dulu."
Bi Inah sudah sangat pusing melihat anak majikannya yang sedari tadi sibuk memainkan kucing barunya. Ntah itu, berguling-guling dilantai, menoel-noel pipi Matcha dan sebagainya. Acha sudah seperti anak kecil saja.
"Bi! Acha mau mandi, Bi Inah jagain Matcha dulu ya." Acha memberikan Matcha kepada Bi Inah.
Acha segera menuju kamarnya untuk mandi dan melaksanakan solat asharnya.
Matcha memberontak seperti ia tak mau berpisah dengan Acha. Saat Bi Inah sudah memegangnya, Matcha langsung saja menggigit tangan Bi Inah. Bi Inah meringis kesakitan. Jika saja kucing itu bukan kucingnya Acha, pasti ia sudah bunuh dari tadi.
"Dasar kucing tidak tau diri, masih untung yang dapat orang kaya. Sampe sekarang kamu hidup, kalau waktu itu non Acha gak nemuin paling kamu sudah mati. Diem disini awas saja kamu lari, saya akan bunuh kamu!" Ancam Bi Inah dengan tatapan tajam. Membuat Matcha tertunduk.
Matcha ditaruh diatas sofa. Dengan antengnya, Matcha menonton televisi sambil sesekali mengeong. Bi Inah yang sedari tadi memperhatikan kucing itu, hanya mengendikkan matanya.
Mbak Lisa tak sengaja lewat. Sepertinya ia akan pergi keluar. Dengan cepat, Bi Inah memanggil Mbak Lisa untuk menghampirinya.
"Ada apa Mbak?" Tanya Mbak Lisa.
"Jagain kucingnya Non Acha, saya mau cuci baju." ucap Bi Inah.
"Saya mau menyapu didepan,"
"Nanti saya yang sapu, sekarang kamu jagain kucing itu dulu."
Mbak Lisa melirik kucing yang sedang anteng-anteng duduk tersebut. Lalu kembali menatap Bi Inah dan mengangguk semangat.
Bi Inah akhirnya bisa bernapas lega. Sebelum ia pergi, tak lupa ia memberi tahu Mbak Lisa apa yang harus ia berikan kepada Matcha ketika kucing tersebut rewel.
Mbak Lisa mengangkat Matcha dan menaruhnya dipangkuan. Matcha masih diam. Namun, matanya melirik tajam Mbak Lisa yang sedang tenang menonton film indosiar.
Meong...
Meong...
Meong...
Meong... Uhukkk!!
Tatapan Mbak Lisa turun menatap Matcha yang barusan terbatuk. Dengan sigap Mbak Lisa mengangkat Matcha tepat didepan matanya. Ia membolak balik Matcha melihat setiap inci tubuh kucing tersebut, takutnya kucing itu terinfeksi.
Matcha yang tak suka diperlakukan seperti itu langsung mencakar pipi Mbak Lisa. Membuat Mbak Lisa menangis dan refleks menghempaskan Matcha dari pegangannya.
Acha yang sedang menuruni tangga, membulatkan matanya sempurna saat melihat hewan kesayangannya dihempaskan seperti itu. Acha berlari menuju Matcha yang terjatuh dilantai. Dan langsung menggendongnya dengan hati-hati.
Mbak Lisa yang terkejut dengan kedatangan Acha, seketika kikuk. Ia bingung harus mengatakan apa tentang kejadian itu. Disisi lain, pipinya terasa perih akibat cakaran kucing brengshake tersebut.
"Maaf Non," titah Mbak Lisa sambil menundukkan kepalanya. Tangannya sibuk memegangi pipinya yang terluka itu.
"Matcha, lain kali jangan main cakar kayak gitu ya." Acha tak membalas ucapa Mbak Lisa. Malahan ia menasihati kucingnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
ACHA [END✓]
Teen Fiction[𝐅𝐨𝐥𝐥𝐨𝐰 𝐬𝐞𝐛𝐞𝐥𝐮𝐦 𝐛𝐚𝐜𝐚] (REVISI SEDANG BERJALAN) "Maaf jika aku tak dapat menepati janji. Terima kasih untuk kasih sayang kalian. Sampai bertemu dikehidupan yang lebih indah." -Acha Septriasa Kinantara Start : 29 Januari 2022 Finish...
![ACHA [END✓]](https://img.wattpad.com/cover/299947171-64-k546769.jpg)