Hai guys 👋, maaf ya kalau ada penggunaan kata atau kalimat yang salah. Serta typo yang bertebaran dimana-mana, dan juga maaf kalau penulisannya masih berantakan, terbelit-belit, serta ada penyusunan kata/kalimat yang kurang tepat. Kalian bisa komen salahnya dimana, nanti saya perbaiki.
Happy Reading
"Kalian berlima ikut saya ke ruang BK". Lanjut Guru tersebut yang ber-name tag 'Chyntia Dewi'.
Qila, Chyara, Fina, Tasya dan Diana mengikuti perintah Bu Dewi. Clara?, dia tidak ikut. Saat ingin ikut, Bu Dewi melarang nya karena Bu Dewi melihat Clara tidak ikut campur dalam pertengkaran itu.
Qila berjalan paling belakang, Karena ingin meredakan rasa panas di tangan nya terlebih dahulu. Sedangkan Chyara dan Fina berjalan di depan Qila.
"Kalian duduk disana, saya Sudah panggil Guru BK. Sebentar lagi akan datang". Ujar Bu Dewi saat baru saja tiba diruang BK.
" Lo sih cari gara-gara sama gue". Ucap Tasya yang menyalahkan Fina.
"Walaupun gue duluan, kalau masalah nya gak lo perpanjangan gak sampai sini samsul". Ucap Fina yang sedikit ngegas.
"Sudah-sudah, tolong bertengkar nya di pending dulu". Lerai Bu Dewi.
Chyara melihat ke arah Qila yang duduk di sampingnya. " Hijab sama tangan lo Qil? ". Tanya Chyara yang khawatir. Qila hanya mengangguk sebagai tanda 'it's okay, jangan khawatir'. Chyara yang paham ikut mengangguk juga.
" Kamu, sebaiknya obati luka kamu terlebih dahulu". Tunjuk Bu Dewi pada Qila.
"Baik Bu". Langsung saja Qila berdiri dan cepat-cepat pergi ke UKS. Rasanya ia ingin menangis karena sedari tadi harus menahan rasa sakit yang sedari tadi ia tahan.
Saat ingin membuka pintu, seseorang lebih dulu membuka pintu itu. Terlihat raut wajah Alzio yang sangat terkejut melihat penampilan Istrinya yang berantakan. Jilbab yang sedikit terbuka, baju yang basah dan kotor. "Kamu kenapa? ". Tanya Alzio khawatir dan Reflek memegang bahu begetar Qila.
Atensi nya melihat Luka yang sedari tadi Qila pegang. Dengan Reflek, Alzio memegang tangan Qila yang sudah terdapat ruam-ruam merah disana. "Tangan kamu kenapa?". Tak ada jawaban apapun dari Istri kecilnya itu. Dengan segera Alzio mengambil Paper clip yang berada di atas meja dan dipasangkan ke hijab yang Istrinya pakai agar rambut nya tidak kelihatan dan dilihat banyak orang. Ia tidak rela bila itu benar-benar terjadi.
"Pak Al Me-". Ucap Bu Dewi Yang terpotong.
" Ikut saya ke UKS". Tanpa Ba Bi Bu langsung saja Alzio menarik tangan Qila menuju UKS.
Sesampainya di UKS, Alzio mencuci tangan Qila terlebih dahulu. Setelah itu, mendudukkan Qila di atas Kasur UKS dan mencari salep untuk dioleskan ke tangan Qila, Istrinya.
"Shh, pelan-pelan Pak". Ringis Qila yang menahan rasa sakit ditangan nya. " Iya, ini sudah pelan". Kata Alzio sembari mengobati luka Qila dengan teliti dan telaten.
"Kenapa bisa begini? ". Tanya Alzio Khawatir sambil mengoleskan salep ketangan Qila dan meniup-niup luka Qila dengan pelan.
" Hiks". Isak Qila yang lolos begitu saja. Alzio yang mendengar Istrinya menangis itupun mendongakkan kepalanya, memandang Istri kecilnya itu dengan lembut.
KAMU SEDANG MEMBACA
Guruku, Suamiku! [COMPLETED]
Teen Fiction{Perjodohan, Romance} Ternyata dizaman modern ini masih ada yang namanya perjodohan ya, apalagi perjodohan yang tak pernah ada sama sekali di dalam pikiran seorang Aqila Kasfiya Kennard. gadis remaja akhir yang berumur 17 tahun. namun apa boleh bua...
![Guruku, Suamiku! [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/287000918-64-k815785.jpg)