Hai guys 👋, maaf ya kalau ada penggunaan kata atau kalimat yang salah. Serta typo yang bertebaran dimana-mana, dan juga maaf kalau penulisannya masih berantakan, terbelit-belit, serta ada penyusunan kata/kalimat yang kurang tepat. Kalian bisa komen salahnya dimana, nanti saya perbaiki.
Happy Reading
"Kepala nya masih pusing? ". Tanya Alzio sembari mengelus kepala sang Istri dengan lembut.
" Banget ". Jawab Qila dengan suara yang terdengar lemah.
" Yaudah kamu tidur aja". Alzio meletakkan kepala Qila agar mepet dengan dada bidangnya sembari ia dapat memeluk erat Qila di dalam pelukan hangat nya dengan Alzio yang senantiasa terus mencium puncuk kepala Qila.
Setelah Qila mual-mual tadi, Qila mengeluh jika kepalanya sangat pusing dan tidak kuat untuk berdiri. Alhasil Alzio langsung membawa sang Istri ke kamar mereka dengan menggendong Qila ala bridal style.
Alfina dan Indah yang melihat kondisi sang anak pun menjadi bingung dan berniat ingin memanggil dokter pribadi keluarga mereka. Namun, Qila menolak keras dengan alasan takut bila nanti ia di suntik oleh dokter itu dan memiliki beristirahat di kamar saja.
Sedari tadi Alzio selalu menemani sang Istri tanpa meninggalkan Qila walaupun hanya sedetik. Alzio selalu berada di sisi Qila, menemani Qila tidur, bahkan Alzio memijat kepala Qila bila sang Istri mengeluh sakit pada kepala nya.
Padahal kondisi nya sendiri sedang tidak baik-baik saja, ia masih tidak enak badan, pusing dan mual yang terus menghampiri nya. Namun, semua itu ia tahan demi sang Istri yang kurang sehat juga seperti dirinya. Alzio terlalu cemas akan keadaan Qila. Sedangkan kedua Mama nya itu berniat akan menginap di rumah mereka. Merawat mereka hingga sembuh dan bisa beraktivitas seperti semula.
Tok tok tok
Pintu perlahan terbuka, memperlihatkan seorang wanita dengan kulit yang sedikit kriput masuk ke dalam kamar mereka. "Gimana Al, Qila sudah tidur? ". Tanya nya dengan berbisik agar menantu nya itu tidak merasa terganggu karena suara bising.
"Sudah Ma". Ucapnya yang masih terus mengelus kepala Qila lembut.
"Ini Mama bawain ramuan khusus untuk kamu sama Qila. Jangan lupa di minum". Ucap Indah sembari menaruh minuman itu di nakas samping menantu nya tidur.
" Iya Ma, Makasih ya Ma".
"Iya Al. Yaudah Mama keluar dulu, mau bantuin mertuamu masak". Alzio menganggukkan kepalanya. Setelah itu Indah keluar dari kamar mereka dan tak lupa untuk menutup pintu kamar dengan perlahan agar menantu nya itu tak terbangun.
Perlahan-lahan, Alzio mengambil bantal yang ia gunakan, kemudian menarik tangan kanannya yang digunakan sebagai bantal untuk Istrinya dan menggantikannya dengan bantal miliknya untuk di pakai oleh Istri kecilnya itu.
Alzio mencoba untuk duduk dan meraih sebuah gelas yang berisikan minuman yang sudah diracik oleh Mama nya tadi, khusus untuk dirinya dan juga sang Istri yang tengah tertidur pulas di sebelah nya.
Saat ia meneguk minuman itu hingga setengah, tiba-tiba sepasang tangan kecil melingkar di pinggangnya. Lantas Alzio pun menundukkan kepalanya melihat wajah sang Istri yang sudah berada di atas pahanya dengan mata yang masih tertutup rapat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Guruku, Suamiku! [COMPLETED]
Novela Juvenil{Perjodohan, Romance} Ternyata dizaman modern ini masih ada yang namanya perjodohan ya, apalagi perjodohan yang tak pernah ada sama sekali di dalam pikiran seorang Aqila Kasfiya Kennard. gadis remaja akhir yang berumur 17 tahun. namun apa boleh bua...
![Guruku, Suamiku! [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/287000918-64-k815785.jpg)