Hai guys 👋, maaf ya kalau ada penggunaan kata atau kalimat yang salah. Serta typo yang bertebaran dimana-mana, dan juga maaf kalau penulisannya masih berantakan, terbelit-belit, serta ada penyusunan kata/kalimat yang kurang tepat. Kalian bisa komen salahnya dimana, nanti saya perbaiki.
Happy Reading
"Aqila Kasfiya". Ucap tegas Bu Susi. Qila pun berdiri dari tempat duduknya sembari memperlihatkan cengiran tak berdosanya pada Bu Susi. Jika sudah begini ruang BK lah endingnya.
Bu Susi membalikkan badannya menatap Qila yang memperlihatkan gigi rapihnya. "Rajin sekali kamu datang jam segini". Ucapnya sembari memperlihatkan penggaris rotannya.
" Hehe maap Bu". Cengir Qila tanpa rasa bersalah sembari menggaruk kepalanya yang tak gatal.
"Ikut saya ke ruang BK". Ucap Bu Susi yang membawa penggaris rotan kesayangannya.
Dengan berat hati Qila pun mengikuti Guru bahasa Inggris wajib sekaligus Guru BK itu dan pasrah akan nasibnya setelah ini.
" Untuk kalian, kerjakan halaman 59. Selagi saya belum kembali jangan ada yang toleh sana toleh sini. Jika ibu melihat ada yang seperti itu maka kalian akan tau akibatnya ". Ucap Bu Susi dengan lantang dan penuh ketegasan.
" Baik Bu". Ucap seluruh siswa yang langsung membuka halaman pada bukunya.
"Fighting Qila". Bisik fina dan Chyara yang menyemangati dari jauh.
Sesampainya di ruang BK, Qila melihat Suaminya yang tengah memarahi 2 orang siswa laki-laki dengan baju yang terlihat urak-urakan.
Di tengah-tengah memarahi ke-2 siswa itu, Alzio tak sengaja melihat Qila yang baru saja menginjakkan kaki di lantai ruangan ber-AC tesebut. Alzio menatap bingung Qila yang kini tengah menatapnya juga.
"Kemari Aqila". Panggil Bu Susi yang menyuruh Qila untuk duduk di hadapan nya. Qila pun menurut dan segera duduk.
"Kamu masih ingat peraturan saya?". Tanya Bu Susi dengan tegas.
"Ingat, Bu". Jawab Qila dengan suara yang pelan.
Prak
Suara penggaris rotan yang di pukul keras diatas meja, membuat Qila sangat terkejut dengan suaranya. " Jika kamu ingat, kenapa dengan berani kamu masuk ke dalam kelas saya". Bentak Bu Susi. Qila hanya bisa menundukkan kepalanya. Dalam hati nya ia sangat merutuki kebodohan nya. Beginilah jika berurusan dengan Guru senior, tidak dapat dibantah sedikit pun. Jika ingin aman, jalan satu-satunya hanyalah diam dan mengakui kesalahan.
Bu Susi ini tipikal Guru yang sangat disiplin waktu. Ia sangat membenci seseorang yang tidak pernah disiplin. Maka tak heran, jika ada Siswa yang terlambat akan berurusan langsung dengan Bu Susi yang berakhir ke ruang BK.
"Sebagai sangsinya, kamu tidak boleh masuk di jam pelajaran saya dan akan saya alpa dan silahkan kamu bersihkan perpustakaan". Tegas bu Susi. Qila yang mendengar itu melotot kan matanya. Yang benar saja.
Di sekolah ini, batas Alpa yang diberikan kepada Siswa hanya 3 kali. Jika melebihi dari 3 kali maka Siswa tidak akan Naik kelas. Dan apa tadi, bersihkan perpustakaan?, yang benar saja. Perpustakaan di sekolah ini sangat besar, apalagi dibuka untuk umum juga, itu sangat tidak mungkin baginya, bisa-bisa badannya menjadi remuk. Jika disuruh memilih, pastinya Qila akan memilih membersihkan taman belakang daripada perpustakaan yang sebesar gaban itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Guruku, Suamiku! [COMPLETED]
Teen Fiction{Perjodohan, Romance} Ternyata dizaman modern ini masih ada yang namanya perjodohan ya, apalagi perjodohan yang tak pernah ada sama sekali di dalam pikiran seorang Aqila Kasfiya Kennard. gadis remaja akhir yang berumur 17 tahun. namun apa boleh bua...
![Guruku, Suamiku! [COMPLETED]](https://img.wattpad.com/cover/287000918-64-k815785.jpg)