Dara melirik sosok yang berjalan disamping dirinya, sebenarnya Dara belum bisa mencerna alasan mengapa cowok itu bisa datang dan bisa tahu dirinya disini.
"Katanya capek, kok keluyuran?"tanya Dika menoleh ke arah Dara.
Dara menghela napas pelan, hampir 2 jam ia berada di taman hanya untuk keliling-keliling tanpa alasan yang pasti.
"Gabut di rumah."
Ya Dara harus berkata seperti itu sebagai alasan atas pertanyaan Dika barusan. Semenjak menonton video kolaborasinya itu, ia jadi tak nafsu untuk tidur, seperti rasa kantuknya hilang entah kemana.
Kedua pasang kaki remaja itu terus berjalan menelusuri jalanan paving block Taman. Dara berjalan tertunduk, sementara Dika menatap depan. Keduanya diam setelah percakapan singkat barusan.
"Ra!"
Dara tersentak pelan akibat suara Dika yang naik, gadis itu sontak menatap Dika.
"Ada tukang es krim, Lo mau gak?"tanya Dika.
Astaga, hanya karena itu?
Dara menghela napas pelan, tak bersemangat bahkan hanya untuk menjilat sebuah es krim.
"Enggak deh."
Dika tak langsung menurut, cowok itu malah menyenggol pelan bahu Dara.
"Gue yang traktir deh,"tawarnya. "Mau ya? Ya? Ya? Ya?"
Dara memejamkan mata sebentar, kemudian ia mengangguk mengiyakan saja.
"Oke!" Dika langsung menggenggam tangan Gamal dan menarik gadis itu. "Ayo kita beli es krim!"
Dara pasrah saja tubuhnya ditarik cowok itu, ia mencoba menyamai langkah Dika yang lebar. Ginilah ya nasib cewek pendek.
"Mau es krim apa?"tanya Dika.
"Apa aja."
Dika berdeham panjang melihat menu es krim yang tersedia pedagang es krim dengan truk itu.
"Kak, mau es krim cokelatnya 2 ya, pake cone aja, masing-masingnya 2 scup,"kata Dika memesan.
Sang pedagang mengangguk. Sementara menunggu, Dika menoleh kembali pada Dara, gadis itu masih dengan wajah yang sama. Dika jadi bingung, bagaimana cara agar sahabatnya ini kembali tersenyum? Bagaimana cara gadis itu kembali ceria?
"Ini kak es krimnya."
Dika mengambil dua cone es krim tersebut lalu memberikan satunya pada Dara.
"Rasa kesukaan Lo kan?"tanya Dika.
Dara mengangguk. "Masih inget?"
"Iyalah, ya kali gue lupa. Rasa es krim sejuta umat."
Dara mencicipi es krim itu, keadaan hening sejenak, sampai akhirnya Dika kembali membuka suara.
"Gimana kalau kita duduk di gazebo itu?"tanya Dika.
Dara mengangguk dan ikut saja. Kedua remaja itu berjalan menuju gazebo yang berada tak jauh dari pintu masuk taman.
Keduanya berjalan seraya mencicipi es krim mereka masing-masing untuk melenyapkan rasa canggung.
"Tugas indo lu udah selesai?"
"Udah."
"Tugas kimia?"
"Udah."
"Inggris?"
"Udah."
Dika kehabisan pertanyaan sekarang, ia bingung harus bagaimana lagi agar mereka berdua tak sampai diam-diaman.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tomorrow (COMPLETED)
Fiksi RemajaDara adalah seorang selebgram terkenal yang sering meng-cover lagu, namun ia menyembunyikan identitasnya. Suatu hari tanpa dia duga sebuah akun Instagram mengikutinya. Dara terkejut mengetahui siapa pemilik akun tersebut, pemiliknya tak lain adalah...
