57- Ada apa diantara mereka?

128 25 0
                                        

Dara tengah membereskan barang-barangnya, memasukan alat tulisnya ke dalam tas karena jam pulang sudah tiba sejak 5 menit yang lalu.

Melihat Dara yang tengah sibuk membereskan barang-barangnya, Dika menghampiri meja gadis itu.

"Pulang sama siapa Ra? Mau bareng gue aja?"tawar Dika.

Dara menoleh saat Dika datang dan menawarkan tumpangan padanya.

Pandangan Dara tertuju pada gadis yang berdiri disampingnya, siapa lagi kalau bukan Gina.

"Gue sih di jemput ya. Yaudah Lo sama Dika aja, lagian kan bisa hemat duit iya gak Dik?"kata Gina meminta dukungan.

Dika mengangguk mengiyakan saja ucapan Gina barusan.

"Ayo, kebetulan hari ini gue bawa motor sepupu gue. N Max, biar lebih nyaman,"kata Dika.

Dara mengangguk, kemudian gadis itu menoleh lagi pada Gina, melambaikan tangannya.

"Gue duluan ya Gin,"pamit Dara.

Lalu kemudian Dika berjalan di depan duluan, sementara Dara berjalan di belakang Dika, tepat satu langkah dibelakang cowok itu.

Namun saat sampai di ambang pintu masuk kelas, langkah Dika tiba-tiba terhenti saat merasakan langkah gadis di belakangnya tiba-tiba terhenti mendadak.

Dika menoleh ke belakang, melihat apa yang terjadi. Namun sosok yang berdiri di belakang Dara lah yang menjadi pusat perhatian Dika sekarang. Sosok itu menatap dingin ke arah Dika.

Dara hanya bisa mematung saat menyaksikan Dika dan Gamal saling bertatapan, mereka bertatapan untuk waktu yang cukup lama hingga membuat orang-orang disekelilingnya memperhatikan dan bertanya apa yang terjadi.

"Gamal?"sapa Dika, mengembangkan senyumnya.

"Dara balik sama gue."

Sontaklah Dara menoleh menatap Gamal, terkejut dengan perkataan cowok itu.

Dika membalikan badannya, membuatnya benar-benar berhadapan dengan Gamal dengan Dara yang berdiri ditengah-tengah mereka.

"Gue ngajak Dara duluan,"kata Dika.

Dara menoleh ke arah Dika, memperhatikan wajah dari kedua cowok yang mengapitnya kini. Sebenarnya apa yang terjadi saat ini? Detik ini?

"Gue yang antar dia ke sini, jadi gue yang harus antar dia balik,"kata Gamal, seolah tak mau mengalah.

Dara bingung sendiri sekarang, apa ini? Dia tengah jadi bahan rebutan kedua cowok ini?

Tapi sebentar, Dara langsung menoleh ke arah Gamal lagi, gadis itu menggerak-gerakkan alisnya seolah memberikan kode pada Gamal. Dara tak percaya, padahal ia sudah susah-susah menutupi kalau dirinya datang bersama Gamal, namun cowok itu sendiri yang membongkarnya.

Kedua cowok itu kembali saling bertatapan, dengan tatapan yang Dara sendiri tak bisa mengartikannya saking tak bisa ditebaknya kedua cowok-cowok ini.

Dara memutar otak dengan cepat, ia harus cepat-cepat memisahkan kedua cowok ini karena firasatnya berkata buruk.

"Ekhem!"Dara berdeham keras hingga memecah keheningan diantara kedua cowok itu. "Dika, Gamal, bukannya kalian latihan hari ini?"tanya Dara.

Sontak kedua cowok itu beralih menatap Dara.

"Bukannya kalian ada latihan persiapan band kalian? Bukannya waktunya bentar lagi kan?"lanjut Dara.

Dika mengangguk, namun berbeda dengan Gamal. Setelah mendengarkan Dara, cowok itu kemudian meraih tangan Dara dan menariknya, membawa gadis itu pergi.

Tomorrow (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang