[Komedi-Romantis]
Bagaimana jadinya jika seorang Duda muda kaya raya tertarik pada gadis SMA?
"Saya suka susu kamu."
"Hah?!"
"Eh--maksudnya susu buatan kamu."
Penasaran dengan kelanjutannya? Mari intip kelakuan si bucin tolol, Aldiksa Diningrat.
[F...
Elin menatap bingung kearah segerombolan siswa-siswi yang tengah menjadikan nya pusat perhatian. Pasalnya ia tak tahu apa yang terjadi saat ini.
"Mereka kenapa sih?" tanya Elin saat menemukan Alika duduk di depan kelas.
"Lo gak di kasih tahu Pak Diksa?" Alika malah balik bertanya.
"Hah? Maksudnya?"
"Lo mau nikah kan sama dia?"
Elin mengangguk ragu, bagaimana Alika bisa tahu? Pikirnya.
"Satu sekolah diundang sama dia, nih gue udah dapet!" Alika tersenyum dan mengibaskan undangan di tangan nya.
Berbeda dengan Elin yang nampak shock, ia tak menyangka jika Diksa seberani itu. Padahal tadinya ia mengira kalau acara pernikahannya itu privat.
Mau heran tapi Aldiksa Diningrat.
"Lo kenapa? Kok kayak gak seneng gitu?" bingung Alika kala melihat raut melas Elin.
"Gue berharap gak ada yang hujat nantinya,"
"Dih siapa yang berani hujat calon istri Aldiksa Diningrat? Kalo ada pun pasti langsung dibasmi sama lakik lo," balas Alika santai.
'Iya juga sih' ucap Elin dalam hati.
☘️☘️☘️
"Pak, saya minta acara Camping ditunda dua minggu lagi, karena tiga hari lagi saya akan melangsungkan acara pernikahan," ujar Diksa sopan.
Pak Rudi--kepala sekolah, mengangguk paham, "Baik Pak Diksa, setelah ini saya akan mengumumkan nya kepada para guru dan murid."
"Tidak bisa begitu Pak, camping harus tetap dilakukan pada hari Minggu," protes Bu Fitri yang kebetulan lewat dan mendengarkan percakapan dua orang itu.
"Tapi Pak Diksa pada hari minggu akan melangsungkan acara pernikahan Bu, lagipula camping bisa diganti lain hari," jelas Pak Rudi memberi pengertian.
"Kenapa tidak pernikahannya saja yang ditunda? Lebih penting pernikahan atau acara sekolah?" kekeuh Bu Fitri sedikit ngegas.
"Kalau saya bilang lebih penting acara pernikahan, anda mau apa?" tantang Diksa yang terlanjur kesal.
Bu Fitri mengatupkan bibirnya rapat-rapat, ia tak menyangka jika Diksa bisa bersikap seperti ini padanya, pasti pria itu terkena pengaruh Elin, pikirnya.