44 - Istri Kesayangan

134K 15K 4.1K
                                        

Ciee yang tadi pagi dibangunin sama Ayang Ilham, gimana? Udah semangat menjalani hari?⛅🌈

Oh iya,

Sebelum baca gw saranin buat atur pernafasan dulu, awas ngik-ngik.
Soalnya gw pernah baca komentar, katanya ada yang sampe sesek nafas gara-gara baca cerita ini. Kan gw jadi takut😭

Oke, jaga kesehatan My Sweety🤍

🌼🌼🌼

Diksa menggulung lengan kemejanya sebatas siku, kemudian melangkah dengan tangan terkepal erat menuju kelas 11 MIPA 1. Elin pun membuntuti nya dari belakang karena takut suaminya berbuat nekat.

"Mana yang namanya Veni?!"

Katakanlah Diksa tak sopan karena telah mengganggu jam pelajaran. Namun, rasa kesalnya sudah memuncak saat mendengar jika istri kesayangannya diperlakukan buruk oleh salah satu siswi SMA Pancasila.

Jika kalian bertanya darimana Diksa bisa mengetahuinya? Maka jawabannya adalah Alika. Gadis tukang gibah itu menceritakan kejadian di kantin tadi, tentu saja ditambah dengan sedikit bumbu agar Diksa semakin memanas. Alika memang setan.

"Ada keperluan apa ya bapak mencari Veni?" tanya Bu Susan sopan.

"Saya tanya sekali lagi, siapa yang bernama Veni disini?!" ulang Diksa menghiraukan pertanyaan Bu Susan.

Veni sudah berkeringat dingin di bangkunya. Gadis itu tak menyangka jika Diksa mencarinya hanya karena sebuah masalah sepele.

Dengan bermodalkan nekat, Veni mulai mengangkat tangannya.
"S-saya Pak!"

Diksa memandang gadis itu tajam, "Kamu tau, apa kesalahan kamu?"

Veni menunduk takut, "Maaf Pak, t-tapi ini hanya masalah kecil, jad---

"Masalah kecil?! Menurut kamu membuat istri saya pingsan itu hanya sebuah masalah kecil?! Bagi saya ini jelas masalah besar!!" omel Diksa ngegas.

Keadaan kelas yang tadinya hening, kini mulai terdengar bisik-bisik dari para siswi.

"M-maaf Pak..." Hanya kalimat itu yang mampu Veni ucapkan. Dirinya bingung lantaran tubuhnya yang sudah panas dingin akibat tatapan tajam Diksa yang seakan siap menguburnya hidup-hidup.

Elin mencubit lengan suaminya kuat hingga Diksa meringis.

"Jangan galak-galak!" peringat Elin karena sedikit tak tega melihat Veni.

"Bu Susan, saya tidak mau tau, dia harus mempertanggung jawabkan semua perbuatan nya!!" tegas Diksa kepada Bu Susan selaku wali kelas 11 MIPA 1.

Bu Susan mengangguk pasrah, kalau Diksa sudah berkehendak, maka tidak akan ada yang berani membantah. Kecuali Elin. Diksa tidak ada apa-apanya jika dihadapkan dengan istri kesayangannya itu.

"Veni, mulai besok kamu harus membersihkan toilet perempuan selama tiga hari!" ucap Bu Susan.

"Satu minggu!!!" ralat Diksa tak terima.

Elin melotot, "Diem!! Udah Bu gak usah didengerin, tiga hari aja cukup."

"Mana bisa gitu sayang!!!" protes Diksa.

"Yasudah, saya pamit Bu, maaf menganggu jam pelajaran." Elin menarik dasi suaminya untuk di bawa keluar. Sedangkan Diksa masih memelototi Veni.

Diksa berhenti di depan pintu kelas, "Awas kamu!!! Jika kejadian ini terulang kembali, saya tidak akan segan-segan mengeluarkan kamu dari sekolah ini."

Setelah mengucapkan itu, Diksa dan Elin langsung menghampiri Alika yang tengah menunggu di depan UKS.

"Alika, tolong bawakan tas istri saya!" perintah Diksa membuat Alika mencibir dalam hati.

ELDIKSA [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang