[Komedi-Romantis]
Bagaimana jadinya jika seorang Duda muda kaya raya tertarik pada gadis SMA?
"Saya suka susu kamu."
"Hah?!"
"Eh--maksudnya susu buatan kamu."
Penasaran dengan kelanjutannya? Mari intip kelakuan si bucin tolol, Aldiksa Diningrat.
[F...
vote dan komen sebanyak-banyaknya untuk mendukung karyaku💕
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
20. Antara Elin dan Kiara
Elin bersenandung ria melewati koridor sekolah yang nampak sepi, hari ini ia sengaja berangkat lebih awal karena ingin bermalas-malasan di kelas.
Tiba-tiba seseorang menarik tangannya dan menyeret gadis itu ke taman.
"Lo kenapa sih?!" Elin menghempaskan tangan Bryan.
"Gue mau ngomong penting sama lo!" ucap Bryan memasang mimik serius.
"Apa?"
Bryan menatap Elin lekat, "Gue suka sama lo!"
Elin mematung ditempat, ia masih tak percaya dengan ucapan Bryan.
"Lo gak perlu balas perasaan gue, gue ngerti lo udah punya Pak Diksa. Gue cuman pengen lo tau aja, dengan begitu gue bisa lega," kata Bryan pengertian.
Elin masih diam membisu.
"El, lo gak perlu mikirin gue, kita masih bisa temenan kayak biasanya."
"Sebenernya gue juga sama lo."
Tanpa keduanya sadari, Kiara menguping pembicaraan tersebut dengan mata berkaca-kaca. Gadis itu segera pergi dari sana sebelum ia mendengar kalimat yang menyakiti hatinya lagi.
"Tapi itu dulu, sekarang lo tau kan siapa yang gue suka?"
Bryan pun terkekeh, "Pak Diksa?"
"Mau ngelak tapi emang bener!" Elin tertawa.
"Gue juga gak nyangka kenapa bisa suka sama dia?" lanjutnya seraya geleng-geleng kepala.
"Selera lo yang dewasa-dewasa gitu ya?" Bryan ikut tertawa.
☘️☘️☘️
"Bagi dong!" rengek Alika saat melihat bekal yang dibawa oleh Elin.
Elin langsung meletakkan perkedel kentangnya di atas kotak makan milik Alika.
Sontak Alika tersenyum senang, "Makasih!"
Keduanya makan dengan lahap di dalam kelas, sedangkan murid-murid lainnya sudah berhamburan menuju kantin.
"El!" panggil Gio dengan ngos-ngosan, sepertinya pria itu baru berlari.
Elin menatap kearah Gio yang tengah berjalan mendekat, "Kenapa?"
Pria itu menyodorkan kantong plastik kepada Elin, "Dari ayang!"