29 - Prepare

237K 17.4K 2K
                                        

vote dan komen sebanyak-banyaknya untuk mendukung karyaku💕

vote dan komen sebanyak-banyaknya untuk mendukung karyaku💕

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

29. Prepare

"Sayang kamu mau pake yang mana?" Diksa mengangkat dua gaun di tangannya.

Elin tersenyum paksa, "kita mau camping bukan pesta!"

"Terus ka---

BRAKK! BRAKK!!!

"ASSALAMU'ALAIKUM ATOK OH ATOK!!!!"

Tanpa melihat pun Elin sudah tahu jika itu adalah Ilham si biang rusuh.

Karena suara dobrakan kian menjadi, Elin akhirnya menghampiri Ilham dan membukakan pintu.

Ceklek!

"Kok barengan?" tunjuk Elin kepada Ilham dan Reynand.

"Yaiyalah kan kita serumah!" sahut Ilham cepat, kemudian melangkah masuk tanpa tahu malu.

"Hah? Maksudnya?"

"Dia adik saya." ucap Reynand membenarkan.

Elin menggelengkan kepalanya berkali-kali, sungguh hal mustahil jika Ilham adalah adik dari Reynand. Sudah jelas sifat keduanya sangat bertolak belakang. Yang satu kalem, yang satu...Ah sudahlah.

Elin tidak tahu saja kelakuan Reynand di rumah🤫

"Eh Om ganteng!!!" celetuk Alika membuyarkan lamunan Elin. Entah darimana datangnya gadis itu tiba-tiba dia sudah bertengger di depan rumahnya.

Reynand hanya melirik sekilas, "Saya masuk dulu!" pamitnya.

"Lama banget lo, taik!" cibir Elin kesal, pasalnya ia sudah menunggu Alika berjam-jam lamanya.

Setelah Elin memberitahu jika Reynand dan Ilham menginap dirumahnya, Alika pun menjadi tertarik untuk bergabung juga. Lumayan dia bisa mendekati Reynand sepuasnya.

☘️☘️☘️

Ilham memilah kembali semua pakaian yang berada di kopernya agar bawaannya tidak terlalu banyak.

"Yaampun, ini kenapa Mas Ilham bawa Baygon segala sih?! Pakai lotion anti nyamuk aja udah cukup!" Elin mengelus dadanya sabar.

Ilham cengengesan, "Ini senjata buat ngusir Babayaga."

Alika cengo, "Akibat kebanyakan vaksin ya gini!"

Ilham menggedikkan bahunya acuh, pria itu beralih membuka koper milik Reynand.

"Bang!" panggil Ilham kepada Reynand yang tengah sibuk berbincang dengan Diksa.

Reynand mengangkat dagunya bertanya.

"Lo ngapain bawa sepatu cewek lo? Segila itu kah lo sama dia?" Ilham mengangkat sepatu pantofel yang berada di koper Reynand tinggi-tinggi.

ELDIKSA [End]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang