Happy reading<3
~~~
'Hanya sebuah keterpaksaan'
~~~
Seorang pemuda sedang duduk di bangkunya dengan wajah murung, tidak tertarik dengan obrolan teman-temannya.
" Hoi! Bengong mulu lo!" Ucap salah satu dari temannya itu
"Tau. Tumben lo gak ikut nimbrung, gak ikut ngerusuh sama si Geo" timpal salah satu dari temannya, Sean.
"Kok gue?!" Sewot Geo tak terima
"Ck. Berisik ah!" Kesal Ari
"Kenapa sih lo?! Sensi amat kek cewek pms" sahut Geo
"Cerita sini kalau ada masalah" timpal Sean yang diangguki Eza dan Geo
"Ogah. Yang ada nanti lo pada ngetawain gue dan ngehujat gue" sahut Ari dengan kekesalannya
"Yaelah Ri Ri, lo kalau gitu gak anggap kita temen lo" ucap Geo saat mendengar ucapan Ari
"Ck! Jadi gini ..."
Sean, Geo, dan bahkan Eza pun memajukan badannya menanti kelanjutan ucapan Ari yang hendak bercerita. Raut wajah ketiganya pun menampilkan keseriusan.
"Ah gak jadi deh-"
"ANJING!" Seru Eza, Geo, dan Sean serempak memotong ucapan Ari
Ini nih yang bikin nambah dosa. Udah tahu kita penasaran orangnya, eh dia dengan santainya bilang gak jadi. Kan spontan ngucap:)
"Golok mana golok?!!" Seru Geo yang sudah teramat kesal
"Ngajak betumbuk bilang!" Sewot Sean
"Mau kepala, leher, apa tangan?" Tanya Eza santai dengan nada dan raut datarnya
"Wehh selow... serem banget lo pada" ucap Ari saat melihat wajah tak bersahabat ketiga temannya itu
"Jadi gini, dua hari yang lalu kan gue ngajak si Monika ke pasar malam kan" ucap Ari mulai bercerita
"Terus?" Tanya Geo tak sabar
"Nah, itung-itung ngedate kan gue ngajak dia ke pasar malam itu. Tapi... semuanya gagal total, gue gagal ngedate sama si Monika gara-gara si manis nemplok di pohon gede yang ada di kuburan" lanjut Ari dengan sedikit bergidik ngeri mengingat kejadian itu
"Terus si Monika marah sama gue gara-gara gue bawa ke kuburan dan ketemu mbak kun yang aduhaii" lanjutnya
"Ya lo gobl*k anjim! Katanya ke pasar malam malah ajak anak orang ke kuburan! Waras lo?!" Sewot Sean dengan emosinya
"Bukan gituuuu!! Itu pasar malamnya di belakang kuburan lokasinya!" Seru Ari kesal
"Lah anjir ngakak brutal" ucap Geo dengan tawanya
"Lah terus lo gak ninggalin Monika buat lari dari mbak kun, kan?" Tanya Sean sedikit ragu akan jawaban Ari
"Ya gue tinggalin lah! Yakali gue gak nyelamatin diri gue! Serem sat tuh mata melotot kek mau keluar!!" Seru Ari
"Si gobl*k" ucap Eza dengan kekehan kecilnya tak habis pikir dengan temannya yang satu itu
"Astagfirullah.. gini amat punya temen" gumam Sean kesal
"Nangis gue anjir hahaha gini banget ya Tuhannn" ucap Geo dengan tawanya yang tak berhenti
"Kantin" ucap Eza
KAMU SEDANG MEMBACA
ALEZA (END)
Teen FictionEND ~~~ "Mau minta tol-" "Gak bisa gue sibuk" "Bentar aja gak bisa ya?" "Gue lagi nemenin Fia. Lo pergi sendiri bisa kan?!" "Ohh Fia lebih penting dari gue ya" ~~~ "Ibarat hukum atom" "Hukum atom?" "Ada saatnya memiliki, dan ada saatnya melepaskan" ...
