Haii para readers yang cantik/ganteng, votment nya yukkk;)
~~~
'Maaf, apa itu kasih sayang? Aku tumbuh dengan uang, bukan kasih sayang'
~~~
Ting
Suara ponsel mengalihkan perhatian seorang gadis dari buku yang sedang dibacanya, tanpa berlama-lama gadis itu mengambil ponselnya dan membuka pesan yang barusan masuk.
Ervan
Le, main kek ke rumah gue😞 lo jahat bener dah sahabat lo lagi galau gini gak lo peduliin😭
Dih, najis
HEH NGAJAK GELUD LO YA!😡
Apa deh lo. Iya iya gue ke sana_-
(Read)
"Wah ngajak ribut nih bocah" ucap Alessa kesal saat melihat chatnya hanya diread oleh Ervan
Alessa langsung menutup bukunya dan bersiap pergi ke rumah Ervan
"Sayang, kamu mau kemana?" Tanya seorang wanita paruh baya
"Udah gak usah drama lagi, Ma. Gak ada yang lihat juga" sahut Alessa datar kala mendengar ucapan Citra
"Ekhem. Mama udah baik loh, perhatian sama kamu. Tapi malah gitu kamunya" ucap Citra lembut
"Sshh.. terus? Mama lupa semalam? Baik ya sama Lessa? Mama lihat ini? Bukannya ini karena mama sama papa?" Tanya Alessa seraya menunjuk luka di pipinya
"Kamu gak usah mancing ya!" Desis Citra, emosinya mulai terpancing.
Alessa hanya berdecih mendengar ucapan Citra dan berlalu meninggalkan Citra yang terus memanggil namanya.
Sesampainya di rumah Ervan, Alessa langsung memasuki rumah itu tanpa mengetuk pintunya.
"Napa lo?" Tanya Alessa yang duduk di sebelah Ervan seraya mencomot cemilan yang dipegang Ervan
Ervan terlonjak kaget saat mendengar suara Alessa dan melihat tangan gadis itu mengambil snacknya. Sejak kapan gadis itu tiba?
"Gak enak snack lo, udah melempem" ucap Alessa lagi
"Heh lo ya, dateng-dateng bukannya salam malah snack shamming!" Sewot Ervan
Alessa mengendikkan bahunya acuh dan mengedarkan pandangannya mengamati rumah itu
"Tante Lita dimana?" Tanya Alessa
"Mama pergi arisan, papa kerja, Deon sama Cia tidur di kamar" jawab Ervan lengkap
"Bi Minah?" Tanya Alessa lagi
"Di dapur" jawab Ervan malas. Hei ayolah, kenapa gadis itu jadi banyak tanya?
"Pipi lo kenapa?" Tanya Ervan kala melihat luka lebam yang agak samar di pipi gadis itu
"Tadi malem buat ngepastiin gue mimpi apa enggak gue nampar pipi gue sendiri, eh tahunya terlalu keras jadi gini deh" jawabnya seraya meringis pelan dan menggaruk tengkuknya yang tidak gatal
Ervan mengernyit mendengar jawaban sahabatnya itu, janggal.
"Si gobl*k. Terus kenapa ada luka garis gitu?" Tanya Ervan lagi
"Lo kemarin tahu kan gue lagi dapet, otomatis gue gak potong kuku. Pas garuk pipi kena kuku panjang gue jadi luka gini, lumayan sakit sih. Udah ah, lo banyak nanya jadi orang" jawab Alessa dan berlalu menuju dapur meninggalkan Ervan yang masih tidak percaya dengan jawabannya
KAMU SEDANG MEMBACA
ALEZA (END)
Teen FictionEND ~~~ "Mau minta tol-" "Gak bisa gue sibuk" "Bentar aja gak bisa ya?" "Gue lagi nemenin Fia. Lo pergi sendiri bisa kan?!" "Ohh Fia lebih penting dari gue ya" ~~~ "Ibarat hukum atom" "Hukum atom?" "Ada saatnya memiliki, dan ada saatnya melepaskan" ...
