042

4.3K 307 26
                                        

Selamat membaca..


.



Part ini panjang
Aku gamau kalian bacanya buru-buru, biar paham sama alurnya




.


.

Vote&comment


.


.






🍁🍁🍁🍁🍁

Tepukan ringan terasa dipipi membuat Sora yang tengah terlelap disertai dengkuran halus menggeram kecil.
Ivander tak henti-hentinya menepuk pipi, bahkan sesekali ia mencubit gemas pipi milik Sora itu.

"Ck, anak ini," decak Ivander memberhentikan mobil ke tepi jalan.

Tepat mobil ini berhenti dekat pusat kesehatan masyarakat. Tujuan mereka handak sampai dan Sora belum kunjung bangun. Ivander tidak mau membangunkan Sora ketika mereka sampai di tempat tujuan. Gadis itu pasti akan mengantuk dan kurnag fokus dengan tujuannya kali ini.

"Arghh." Geram Sora.

Dengan kesal akhirnya Sora mau membuka mata. Sepanjang perjalanan tadi ia terlelap kemudian disertai dengan dengkuran halus yang tentu Ivander mendengarkannya. Dengan rasa kantuk yang masih menyelimuti, Sora melihat keluar jendela. Samar, pandangannya masih buram, ia terpaku pada sebuah bangunan berplang, bertandakan jika pusat kesehatan.

Dari plang tersebut menandakan  jika pusat kesehatan ini telah dibangun puluhan tahun lamanya. Sora tertegun sesaat, pusat kesehatan ini terlihat lebih modern, ia penasaran bagaimana bentuk bangunan tersebut dahulu. Pastinya pusat kesehatan ini masih kuno dan jauh dari kata modern. Kini bangunan tersebut telah direnovasi beberapa kali hingga tampak baru dan modern.

Mobil pun kembali melaju kala Ivander telah memastikan jika Sora bangun. Ia mulai menyusuri jalanan yang tidak terlalu ramai. Hal ini sontak membuat Sora terheran. Ia lalu menengok ke belakang, tepatnya ke pusat kesehatan yang tampak baru dan modern.

Matanya memicing untuk melihat keadaan sekitar. Tidak ada gedung pencakar langit maupun pusat perbelanjaan mewah. Bahkan supermarket kecil pun Sora belum melihatnya. Sora mengatur napasnya. Ia berada di kota kecil.

"Kemana kita akan pergi?" Sora bertanya. Jujur ia sedikit takut. Takut jika Ivander membuangnya di pinggiran kota ini. Takut Ivander akan menjualnya.

Ivander hanya meliriknya sekilas dan kembali fokus menyetir. Ivander dapat makian kecil, namun ia tidak menggubrisnya.

Sora berdecak kesal bahkan dengan sengaja menghentakkan kakinya. Kota yang tidak ia ketahui, Sora menyesal telah tidur selama perjalanan. Mungkin jika ia terjaga selama perjalanan ia akan mengingat jalan yang telah mereka lalui dan ia dapat kabur.

Sora kembali memfokuskan pandangannya ke jalanan. Ia tidak melihat restoran cepat saji yang selalu ada di sudut tempat. Bahkan kali ini tempat itu belum Sora lihat!

Tentu saja, apalagi kalau bukan McDonald's

"Aku.." ucapnya menggantung, Sora malu jika meminta makan pada Ivander.

Memikirkan tentang restoran cepat saji tersebut, membuat Sora jadi lapar. Ia juga belum sarapan sedari tadi pagi. Dan belum mandi, hanya gosok gigi dan cuci muka. Akan disimpan dimana harga dirinya nanti jika ia mengatakan lapar pada pria yang telah menculiknya.

[2.1] IVANDER [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang