☆
🍁🍁🍁🍁🍁
Seperti sebelumnya, pekarangan tersebut tampak biasa saja. Sora dapat melihat lirikan-lirikan dari tetangganya kala mobil yang ditumpangi melewati mereka.
"Jangan hiraukan mereka," ucap Sora sudah mengetahui apa yang akan para tetangganya itu bicarakan dibelakang.
"..." Ivander hanya diam, ia pun tidak peduli dengan orang-orang yang melihat sinis kala mobil ini melintasi mereka.
Kini, Sora merasakan napasnya mulai tidak teratur. Jantungnya berdegup kencang kala mereka hampir sampai di pekarangan rumah. Ia tidak percaya Ivander akan mengembalikannya dalam kondisi selamat, ia pikir ia akan kembali sebagai mayat. Melalui kaca spion, ia dapat melihat mobil lain yang membuntutinya dari belakang.
Kedatangan mereka berdua disambut oleh Mike yang tengah bermain di halaman depan. Sora segera turun dari mobil, menghampiri balita tersebut dan mencium pipinya.
"Kabur berminggu-minggu, kini kau kembali diantar pria kaya. Bagus sekali," Selena melihat kehadiran Sora. Wanita itu berterpuk tangan atas kehadiran gadis tersebut.
Tak lama, Sherman keluar dari rumah. Ia nampak terkejut mendapati Sora tengah berdiri kaku di samping Mike. Ia tahu jika gadis itu kesulitan untuk menjelaskan kaburnya selama ini. Tiba-tiba Serman mengulum senyuman, Sora dapat melihat senyum menjijikan tersebut. Senyuman serta raut wajah Sherman yang terkesan menelanjanginya dalam kabut gairah.
Sora tidak mau menangis, ia hanya pulang dan menanyakan langsung perihal yang terjadi.
"Sora?"
Sora mendengar seorang pria memanggilnya. Bukan Ivander, bukan pula Sherman. Melainkan seseorang yang berdiri tak jauh di belakang Sora. Bastian datang dengan bungkusan rapih di tangan. Sora juga melihat istri dari Bastian masih berada dalam mobil, ternyata mereka yang ada dalam mobil tersebut.
"Kau baik-baik saja? Bagaimana liburanmu? Menyenangkan bukan, aku juga pernah seusiamu dan.. menyenangkan. Lihatlah, kuharap kau tidak lupa dengan hari ini," Bastian memberinya senyuman hangat, ia menyodorkan sebuah kado besar untuk Sora.
Sora hanya melihat kado itu sekilas, lalu matanya kembali terfokus pada Bastian. Hal itu membuat Bastian sedikit heran karena tidak seperti biasanya Sora bersikap acuh sepertu ini padanya. Bastian menyadari jika Sora pulang tidak sendirian, gadis ini diantar dengan seseorang yang tidak ia ketahui namanya.
"Apa-
"Siapa Elleana?"
Dua kata tersebut mampu membuat orang-orang yang mendengeranya terkejut. Selena tidak mau berurusan dengan nama seseorang yang disebut oleh Sora, ia segera membawa Mike masuk ke dalam rumah lalu menguncinya dari dalam. Meninggalkan Sherman yang sama terkejutnya mendengar nama perempuan itu.
"Aku bertanya sekali lagi. Uncle Bass, Siapa Elleana?" Tanya Sora, menekan dua kata terakhir dikalimat akhir.
Bastian tampak gelagapan, ia berusaha tenang sebaik mungkin. Bastian menyimpan kotak tersebut di atas meja, karena ia tahu Sora masih belum mau menerimanya.
Sora menatap Sherman dan Bastian secara bergantian, ada amarah dalam dirinya dan kesedihan yang mampir.
"Kurasa kau mengetahi sesuatu?" Tanya Sherman, biarlah ia akan mengikuti permainan Sora. Dengan cara berpura-pura tidak mengetahui nama seseorang yang dimaksud.
"Tidak. Dia, dia hany-
"Hanya istrimu?!" Pekik Sora, mulai merasakan panas pada matanya.
Gadis itu mengusap kasar airmatanya yang meluruh. Ia tidak mau lemah sekarang malahan ia merasa gejolak amarah yangbkemburu.
KAMU SEDANG MEMBACA
[2.1] IVANDER [END]
Romance[COMPLETED] Terperangkap dalam obsesi yang menjerat membuat Sora, seorang perempuan yang mengalami potongan kejadian demi kejadian buruk yang mengalir dihidupnya membuat ia 'tertekan'. Mengabaikannya, dan membuat ia menjadi orang yang membenci keram...
![[2.1] IVANDER [END]](https://img.wattpad.com/cover/287587641-64-k613433.jpg)