Wang Xia Ai sudah sangat pusing setengah mati mengahadapi dua orang di depannya, sementara Chu Mei dan Zhang Xuen Chi masih saling beradu argumen.
"Tidak bisakah kalian diam? Aku lelah, dan kau Xuen, bisakah berhenti? Aku ingin makan, lalu setelah itu kalian bisa melanjutkan nya di luar saja."
Gadis cantik berwajah teduh itu berbicara dengan nada lemah.
"Chu Mei cepat suapi aku, aku lapar dan ingin segera istirahat, jika perdebatan kalian masih belum berakhir, maka kalian bisa selesaikan di tempat lain."
"Ah, iya Kakak. Ini."
Wang Chu Mei segera menyuapi Wang Xia Ai sampai bubur habis, dan pergi dari kediaman karena ia sangat malas melihat wajah kakak iparnya yang membuatnya kesal.
"Xia'er"
"Ya, ada apa?" sahut Xia Ai.
"Apa kau percaya padaku?" tanya Zhang Xuen Chi terlebih dulu sebelum memberitahu Xia Ai bahwa adiknya yang berusaha membunuh nya. Karena ia tahu bahwa dia tidak akan mudah percaya.
"Pertanyaan macam apa itu Xuen? Tentu saja aku sangat percaya padamu. Jika tidak, bagaimana aku bisa setuju menikah dengan mu?" Ia menjawab bingung. Bagaimana calon suaminya ini bertanya hal-hal konyol seperti itu?
"Wang Mei Lan, dia adalah orang yang bertanggungjawab atas semua yang menimpamu, dia meracunimu," ujar Zhang Xuen Chi dengan wajah datar, sangat malas menyebut nama jalang itu.
"Tidak mungkin Xuen, dia adik ku. Saat itu dia datang ke mari dan memberi ku kue dan teh atas permintaan maaf nya, bagaimana bisa?" sanggah Wang Xia Ai tidak percaya, meskipun Mei Lan tidak berlaku baik, tapi ia masih menganggapnya saudara.
"Itu dia. Kue dan teh itu berisi racun Lotus Hitam, apa kau tidak menyadari nya? Buang saja rasa sayang mu padanya, orang seperti nya tidak pantas mendapat kasih sayang mu!"
Zhang Xuen Chi benar-benar tidak mengerti dengan jalan pikir Xia Ai. Hatinya begitu lembut, dan bahkan kasih sayang nya itu tidak pantas diberikan setetes pun pada jalang itu.
"Kamu seharusnya menggunakan kekuatan mu untuk mendeteksi segala sesuatu yang berbahaya, kamu tidak boleh terlalu mempercayai siapapun."
Wang Xia Ai terkejut mendengar nama racun lotus hitam, ia tahu apa itu racun lotus hitam. Ia masih tidak percaya pada kenyataan adiknya tega padanya, ternyata dia memang sejahat itu. Berpikir bahwa dia telah berubah nampaknya tidak ada gunanya. Ia menunduk dalam, menyesali semua yang telah terjadi. Ia tahu dirinya begitu bodoh.
Zhang Xuen Chi yang melihat itu pun memeluk Xia Ai. Hati Xia Ai sangat rapuh, dan itu dihancurkan oleh seseorang seperti Wang Mei Lan.
"Sudah aku katakan padamu, menjauh darinya. Dia sudah menghinamu di depan banyak orang, ibumu, bahkan ayahmu tidak perduli padamu. Mengapa kau masih begitu mencintai mereka? Besok kita akan pergi dari sini menuju Kekaisaran Zhang, kita akan memulai semuanya dari awal lagi." Tangan pria itu mengelus lembut rambut panjang Wang Xia Ai dengan sayang.
Sedangkan Wang Xia Ai hanya bisa mengangguk di pelukan Zhang Xuen Chi, ia sangat nyaman dan merasa aman saat di dekatnya.
"Anak pintar. Baiklah, hapus air mata berharga mu itu, aku tak suka melihatnya. Setelah itu minum obatmu dan kita akan pergi ke kekaisaran ku, kau dan Chu Mei akan disambut baik di sana. Ayah sudah mengirim kereta pada kita dan akan sampai esok subuh, itu sangat bagus."
Xia Ai mengangguk, kemudian meminum obat dan bersiap untuk tidur. Sementara Zhang Xuen Chi tetap duduk di sana, duduk di sisinya sembari menceritakan dongeng untuk Xia Ai hingga tidur, setelahnya ia bisa beristirahat di kediaman nya.
~~~~~
Matahari telah terbit keesokan harinya, hari dimana mereka bertiga akan meninggalkan Kekaisaran Zhang. Wang Chu Mei dari tadi terus tersenyum senang. Hari ini ia akan pergi dari istana sialan ini, ia benar-benar bahagia. Zhang Xuen Chi pun sudah siap dengan hanfu emas Putra Mahkota yang menambah ketampanan dan wibawa nya.
Kaisar Wang, Permaisuri Li Wei, dan Wang Mei Lan mengantar mereka ke depan gerbang Istana atas dasar formalitas. Jika tidak, mereka sangat malas membuang waktu untuk berdiri di halaman begitu lama. Apalagi Wang Mei Lan, dia berdiri di sana tanpa minat sedikitpun, apalagi ketika melihat wajah sok polos Xia Ai. Ia sangat marah.
"Selamat tinggal Putra Mahkota, berkunjunglah jika kau ada waktu luang, dan jaga kedua anak Zen." Kaisar Wang mengucap kan salam perpisahan dan memberi pesan untuk menjaga anaknya, seolah ia khawatir, tapi raut wajahnya tidak mencerminkan rasa empati.
"Ya, Yang Mulia. Sebaiknya anda mendidik putri Anda, karena dia satu-satunya anak yang dirimu banggakan, serta jangan biarkan sifat iblis menaungi dirinya," sindir Zhang Xuen Chi secara halus. Wajahnya tenang tanpa emosi.
Wajah Kaisar wang memerah menahan amarah. Tentu saja ia tahu arti dari kata-kata Zhang Xuen Chi yang secara tak langsung mengatakan bahwa putrinya memiliki sifat buruk seperti iblis.
"Pastinya, Putra Mahkota. Mei'er akan Zen didik menjadi orang yang berguna dan hebat. Jangan menyesal telah memilih Xia Ai sebagai istrimu, Zen takut dia akan menjadi aib Kekaisaran Zhang nanti." Kaisar Wang membalas sarkasan halus Zhang Xuen Chi seraya tersenyum remeh.
"Tentu saja tidak, Yang Mulia. Saya tidak akan menyesal. Kalau begitu, saya izin kembali ke Kekaisaran Zhang. Jangan harap bisa melihat wajah kedua putrimu setelah ini." Usai berkata, Zang Xuen Chi naik ke atas kuda dan pergi dari halaman istana.
Melihat kepergian mereka bertiga, WangMei Lan segera memasang wajah sedihnya dan mulai menangis.
Kaisar dan permaisuri beralih menatap putri kesayangan mereka yang sedang menangis, lalu mendatanginya.
"Mei'er? Mengapa kau menangis?" tanya Permaisuri Li Wei seraya membelai wajah putrinya.
Gadis itu mendongak menatap mata ibunya.
"Aku sedih Kakak Pertama dan Kakak Kedua sudah tidak ada disini, aku akan sangat kesepian," jawab Wang Mei Lan menundukkan kepalanya. Diam-diam Ia mencebikan bibirnya kesal. Kedua sampah itu sudah pergi dan ia tidak mempunyai mainan untuk ditindas lagi. Sial!
"Sudahlah, Mei'er masih mempunyai Ayah dan Ibu disini." Wang Mei Lan mengangguk pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Triplets Princesses [END]
Fantasy'_Wang Xia Ai. Istri terkasih dan cinta pertama Zhang Xuen Chi _' Di Kekaisaran Wang. Kaisar Wang beserta Permaisuri Li Wei dikaruniai tiga putri kembar yang diberi nama Wang Xia Ai, Wang Chu Mei, dan Wang Mei Lan. Ketiganya disayangi dan dicintai o...
![Triplets Princesses [END]](https://img.wattpad.com/cover/316340766-64-k467194.jpg)