Semenjak keberadaan Wang Chu Mei di Istana Kekaisaran Zhang, Zhang Jinxu berusaha mendekatkan diri pada gadis itu dan meminta maaf atas kejadian beberapa waktu lalu. Ia harap masih ada sedikit ruang untuknya. Seperti saat ini. Mereka berdua sedang duduk di rerumputan taman dengan sekeranjang kue. Awalnya Wang Chu Mei tak mau, tapi karena dia memaksa, ia terpaksa harus ikut.
"Chu Mei," panggil Zhang Jinxu sambil menatap ke arah gadis itu.
"Ya?" Sahut Wang Chu Mei tanpa melihat ke arah Zhang Jinxu, masih asik mengunyah kue yang menurutnya sangat enak. Sebenarnya suasana ini sangat canggung, akan tetapi mau bagaimana lagi?
"Apa aku salah jika menyukaimu?" Tiba-tiba saja pertanyaan tak terduga itu terlontar dari mulut Zhang Jinxu, yang berhasil membuat Wang Chu Mei seketika menoleh padanya.
"Hah? Apa?"
Dia menjatuhkan rahangnya sangking terkejutnya hingga kue di mulutnya nyaris keluar.
"Apa kau tidak waras? Aku sudah pernah bilang soal ini, apakah itu masih kurang jelas sehingga kau harus menanyakannya lagi?" tanya gadis cantik tersebut sambil mengerutkan keningnya heran.
Pemuda tampan itu tertawa kecil. Namun, tawanya terdengar seperti mengejek dirinya sendiri. Sedikit menyakitkan dan kecewa.
"Ya, aku memang sudah tidak waras," balasnya sambil tersenyum, menampilkan sederet gigi putih yang tersusun rapi.
Wang Chu Mei menghela napas berat. Ia benci dengan keadaan ini, di mana dirinya harus kembali menyatakan perbedaan perasaan yang seharusnya tidak ada.
"Tidak bisakah kita berteman saja? Kenapa harus ada perasaan? Apa kau tidak sadar jika ini bisa merusak pertemanan kita?" kata Wang Chu Mei, tapi Zhang Jinxu sama sekali tak mengubris ucapannya. Dia tampak diam saja sambil mengukir senyum tipis.
"Jadi, aku salah, ya, karena sudah mencintaimu?" balasnya.
Wang Chu Mei memalingkan wajahnya ke arah lain, enggan menatap lawan bicaranya. Ia muak dengan semua ini.
"Ya, kau salah."
"Salah besar," lanjutnya, yang tanpa sadar berhasil menusuk dada Zhang Jinxu yang masih tetap setia tersenyum kecut kala mendengar pernyataan berusan.
"Kau nyaris sempurna. Tampan, berkedudukan, baik, memiliki harta, kekuasaan, dan semuanya," celetuk Wang Chu Mei yang kini beralih mendongak menatap langit yang sedikit mendung.
Sementara Zhang Jinxu sedikit terkejut mendengar perkataan gadis disampingnya itu. Segaris senyuman mulai muncul di bibir tipisnya. Apa dia baru saja memujinya?
"Tapi aku hanya menganggapmu sebagai teman. Tak lebih dan tak kurang," sambungnya.
Segaris senyuman itu langsung memudar saat mendengar ucapan Wang Chu Mei.
"Apa kau sedang mempermainkan perasaan ku?!"
"Katakan?! Aku harus apa lagi untuk menjadi sesuai yang kau inginkan?!" Suara pemuda itu meninggi.
Wang Chu Mei tersentak kaget dengan bentakan keras yang dilontarkan padanya. Ia sangat membenci bentakan! Inilah salah satu alasan ia tidak menerima perasaan pangeran kedua ini, dia masih terlalu labil untuk menyandang status pernikahan.
Gadis cantik tersebut berdiri dengan tatapan tak suka.
"Pertama! Kecilkan suaramu itu!"
Suara Wang Chu Mei tak kalah tinggi, yang seketika membuat Zhang Jinxu diam bungkam.
"Kedua! Jangan memaksaku untuk menerimamu!"
"Ketiga! Aku sangat membencimu!"
Ia langsung meninggalkan taman dengan langkah marah menuju kediaman kakaknya sambil menahan tangisannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Triplets Princesses [END]
Fantasy'_Wang Xia Ai. Istri terkasih dan cinta pertama Zhang Xuen Chi _' Di Kekaisaran Wang. Kaisar Wang beserta Permaisuri Li Wei dikaruniai tiga putri kembar yang diberi nama Wang Xia Ai, Wang Chu Mei, dan Wang Mei Lan. Ketiganya disayangi dan dicintai o...
![Triplets Princesses [END]](https://img.wattpad.com/cover/316340766-64-k467194.jpg)