53. Rasa ingin tahu

124 9 0
                                        

Setelah kepergian Zhang Jinxu yang tidak tahu menuju ke mana, menyisakan Luo Mo Chen dan Wang Mei Lan yang sedari tadi terdiam ketika melihat interaksi kedua orang di hadapannya itu.

Di dalam hati, Wang Mei Lan berteriak kegirangan ketika melihat wajah Zhang Jinxu yang sangat tampan. Parasnya tak jauh berbeda dari Zhang Xuen Chi. Kenapa di sini ada banyak sekali pria tampan?

"Mohon maaf atas ketidaknyamanan Anda. Mari melihat-lihat tempat ini," ajak Luo Mo Chen, ia mempersilahkan gadis itu berjalan terlebih dahulu dan diikuti sang jendral di belakangnya.

"Duduklah."

Ia berhenti pada salah satu besar dan menyuruh pria itu duduk si sebelahnya untuk menanyakan sesuatu dan dituruti pria itu. Ia sangat penasaran dengan semua seluk beluk hubungan si sampah itu,

"Jendral, apa yang kau ketahui tentang hubungan di antara Putra dan Putri Mahkota sejauh ini?" tanyanya tiba-tiba.

Luo Mo Chen terkejut ketika mendengar pertanyaan dari putri di hadapannya ini. Mengapa dia mendadak bertanya begitu? Apa dirinya terlihat seperti penguntit atau semacamnya?

"Hamba tidak berani, putri. Itu urusan keluarga kekaisaran yang tidak sepantasnya hamba ketahui," jawabnya sambil menunduk dengan tangan kanan terletak di dada penuh hormat. Cemas ketika putri ini mungkin saja mencurigainya atau bahkan menyuruh nya untuk menjadi mata-mata, mengingat hubungan di antara saudara kembar itu sangatlah buruk, ia tak ingin ikut terseret atau ikut campur.

"Sudah ku bilang padamu jendral, tidak perlu terlalu sopan padaku. Lagipula, aku hanya bertanya padamu tentang apa yang kau ketahui. Bukan menyuruhmu untuk mencari tahu," balas Wang Mei Lan jengah. Mengapa dia selalu saja bersikap waspada? Insting nya kuat sekali, tidak mudah untuk membuka mulutnya.

Ia hanya ingin mengorek informasi dari orang-orang istana ini, tentang seberapa kuat posisi si sampah itu di sini, agar ia tidak salah mengambil langkah.

"Bukankah Anda sendiri adalah saudara kembar Yang Mulia Putri Mahkota? Bagaimana bisa tidak mengetahui seluk-beluk hubungan dari saudara Anda sendiri?" Luo Mo Chen bertanya heran. Bukankah mereka saudara? Yah, meskipun ada banyak kekacauan, seharusnya hubungan mereka tidak sehancur itu sampai-sampai tidak saling mengenal.

"Ku harap kau tahu, kalau aku tidak sedekat itu dengan para saudaraku," jawab Wang Mei Lan sambil memainkan kuku jarinya, tanpa menatap Luo Mo Chen yang gelagapan karena merasa telah menyinggung Putri Bungsu Wang, pria itu segera berlutut di depannya.

"Mohon ampun atas kelancangan hamba, putri. Hamba pantas dihukum," katanya.

Wang Mei Lan menatap Luo Mo Chen di hadapannya yang sedang berlutut meminta maaf padanya. Aduh! Kenapa jadi begini?!

"Bangunlah, aku tak apa, yang ku minta adalah kau menjawab pertanyaanku tadi," ujarnya.

Luo Mo Chen berpikir sejenak sebelum akhirnya membuka mulut untuk berbicara hal yang seharusnya tidak pantas untuk dibicarakan.

"Dari rumor yang beredar, dikatakan bahwa Putra Mahkota sangat mencintai Putri Mahkota. Itu terbukti saat beberapa hari sebelum pernikahan dilangsungkan, Putri Mahkota sempat menghilang yang membuat Putra Mahkota sangat panik dan mengerahkan seluruh prajurit untuk mencarinya. Hingga akhirnya Putri Mahkota kembali dengan sendirinya dalam keadaan kacau dan terluka. Berdasarkan penjelasan Putri Mahkota, bahwa ia diculik dan dibawa ke dalam hutan."

"Putra Mahkota adalah orang yang tak pernah tersentuh gadis manapun. Ada banyak sekali gadis yang mengejarnya, akan tetapi dia tidak pernah menanggapi satu pun dari mereka. Namun, jika Yang Mulia memilih Putri Wang Xia Ai, itu artinya ada sesuatu yang sangat istimewa di dalam diri Putri Mahkota yang tidak ditemukan pada gadis lain," sambungnya

 Triplets Princesses [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang