Berdiri di atas jembatan sambil berbicara akrab, Wang Mei Lan dan Jendral Luo Mo Chen menjadi semakin dekat, mereka saling bertukar pujian dan candaan satu sama lain.
"Putri, mari kita ke aula. Acara pernikahan akan segera dimulai," ajak Luo Mo Chen pada gadis itu.
"En, tentu saja."
Mereka berdua berjalan berdampingan menuju aula istana sambil mengobrol dan tertawa kecil sesekali. Semua orang yang berlalu-lalang dapat melihat kedekatan mereka berdua. Mereka berpikir bahwa putri bungsu Wang memiliki hubungan khusus dengan Jendral Luo Mo Chen.
Hingga sampailah mereka berdua di dekat aula.
"Putri duluan saja, saya akan melanjutkan tugas untuk berjaga di sekeliling istana," ucap Luo Mo Chen berpamitan. Sebenarnya ia juga mulai menyukai Wang Mei Lan, ternyata dia orang yang cukup menyenangkan, tidak seperti kata orang lain yang mengatakan jika dia adalah orang angkuh.
"Oh, ayolah jendral, tidak bisakah kita masuk bersama?" ucap Wang Mei Lan yang selalu ingin bersama dengan jendral tampan ini. Bibirnya melengkung ke bawah pertanda dirinya tak suka.
"Mohon maaf, putri, saya tidak bisa. Kalau begitu saya pamit undur diri," jawab Luo Mo Chen, kemudian beranjak pergi meninggalkan Wang Mei Lan yang kesal.
"Ck, sayang sekali. Padahal aku sangat menyukainya," ucapnya kecewa dan langsung masuk ke dalam aula, lalu duduk di samping ayah dan ibunya.
"Mei'er, kau kemana saja, nak?" tanya Permaisuri Li Wei.
"Tidak ada, Ibu. Aku hanya melihat-lihat sebentar," jawab Mei Lan beralasan. Tidak mungkin kalau ia memberi tahu ibunya tentang jendral Luo Mo Chen, kan?
Permaisuri Li Wei yang mendengar jawaban putrinya pun percaya-percaya saja, tanpa tahu bahwa putrinya bertengkar dengan kedua saudaranya dan bertemu dengan jendral muda. Dia terlalu menaruh rasa percaya yang begitu besar.
Sesaat kemudian rombongan pengantin memasuki aula Istana. Zhang Xuen Chi terlihat sangat gagah dengan hanfu merah emas khas pengantin. Pria itu berjalan di samping Wang Xia Ai yang tampak menawan dengan hanfu serupa dan perhiasan cantik yang menjuntai di kepalanya, serta tudung berwarna senada yang menutupi wajah cantiknya.
Kaisar dan Permaisuri Wang tidak bisa menahan perasaan bahagia yang bergejolak di dalam hati mereka ketika melihat putri yang mereka acuhkan kini sudah menikah.
Mereka berdua berjalan perlahan mendekati pendeta yang sudah siap untuk memulai upacara.
"Kedua pengantin sudah siap," ucap pendeta itu.
"En."
Zhang Xuen Chi dan Wang Xia Ai menjawab kompak, mereka saling tatap satu sama lain seraya tersenyum bahagia.
"Hormat kepada Dewa!" kata pendeta. Kemudian diikuti Zhang Xuen Chi dan Xia Ai yang membungkuk hormat.
"Hormat kepada leluhur!"
Zhang Xuen Chi dan Xia Ai membungkuk menghormat pada leluhur.
"Hormat pada orang tua!"
Kedua pengantin itu menghormat pada Kaisar, Permaisuri Zang, serta Kaisar dan Permaisuri wang.
"Hormat pada pengantin!"
Zhang Xuen Chi dan Wang Xia Ai saling berhadapan dan membungkuk hormat pada satu sama lain, kemudian sepasang pengantin itu berdiri berhadapan.
"Pembukaan tudung!"
Tangan Zhang Xuen Chi terangkat dan membuka tudung pengantin wanita untuk melihat wajah cantik istrinya. Tudung terbuka dan menampilkan wajah cantik Wang Xia Ai yang tersenyum padanya. Zhang Xuen Chi pun membalas senyuman gadisnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Triplets Princesses [END]
Fantasy'_Wang Xia Ai. Istri terkasih dan cinta pertama Zhang Xuen Chi _' Di Kekaisaran Wang. Kaisar Wang beserta Permaisuri Li Wei dikaruniai tiga putri kembar yang diberi nama Wang Xia Ai, Wang Chu Mei, dan Wang Mei Lan. Ketiganya disayangi dan dicintai o...
![Triplets Princesses [END]](https://img.wattpad.com/cover/316340766-64-k467194.jpg)