Setelah laporannya ditolak secara mentah-mentah oleh kaisar, Zhang Xuen Chi memutuskan untuk pergi ke Kediaman Matahari dengan langkah marah, ia benar-benar tidak bisa melawan Kaisar Wang dengan kasih sayangnya yang sebesar gunung. Namun, dia menyayangi anak yang salah.
"Mereka benar-benar brengsek!" gerutunya.
"Yang Mulia!" Bao San berteriak dari arah belakang dengan gembira.
Pria berbalik dan melihat Bao San berlari sambil mengangkat tinggi lotus putih di tangannya, ia tersenyum sumringah.
"I-ni Yang Mulia, Lo-tus Putih." Bao San menyerahkan lotus putih yang ia dapatkan dengan napas ngos-ngosan. Zhang Xuen Chi mengambil lotus putih tersebut tak kalah semangat, akhirnya ia bisa menyembuhkan Xia Ai.
"Terima kasih Bao San, kerja bagus. Ah, setelah ini tolong panggilkan Tabib Mo untuk meramu Lotus Putih ini," titahnya kemudian.
"Baik, Yang Mulia." Dia lantas berlari lagi pergi menuju kediaman khusus Tabib Istana.
Zang Xuen Chi masuk kedalam kamar Xia Ai sambil tersenyum gembira, ia kemudian duduk di samping ranjang gadis itu dan memegang lembut tangannya.
"Xia'er kamu lihat? Ini Lotus Putih yang akan menyembuhkanmu, dan setelah itu kita akan pergi lalu menikah di kekaisaran ku, dan setelahnya kita bisa hidup bahagia," ujarnya pada Wang Xia Ai yang setia menutup mata.
"Salam hormat hamba kepada Putra Mahkota." Suara Tabib Mo terdengar dari arah belakang.
"En, cepatlah tabib, ini Lotus Putih yang kau minta, dan segera lah membuat ramuan untuk Xia'er," ucap Zhang Xuen Chi menyerahkan bunga tersebut kepada Tabib Mo.
Tabib Mo menerimanya dengan tangan gemetar. Ia tidak pernah menyangka bahwa ia bisa melihat dan memegang langsung Lotus Putih yang sulit diambil, tapi Putra Mahkota membawanya hanya dalam waktu satu hari. Luar biasa!
"Baiklah, Yang Mulia, hamba akan segera membuat penawarnya." Setelah itu Tabib Mo sibuk berkutat dengan bahan herbal, meracik sesuai pengetahuannya dan mulai meramu.
Satu jam kemudian, Tabib Mo akhirnya selesai dengan aktivitasnya, menghasilkan ramuan penawar dari racun Lotus Hitam. Ia segera meminumkan ramuan itu ke mulut Xia Ai dengan pengawasan Zhang Xuen Chi yang selalu waspada pada orang-orang yang akan memberi sesuatu pada kekasihnya.
"Yang Mulia. Hamba sudah selesai, dalam beberapa jam, tuan putri akan membaik. Kemungkinan akan sadar esok hari. Kalau begitu hamba izin undur diri." Dia lantas pergi dari Kediaman Matahari setelah memberi salam penghormatan.
Pria itu duduk di pinggir ranjang Wang Xia Ai, membelai rambutnya yang halus, matanya terus menatap wajah cantik yang pucat itu. Entah mengapa hatinya terasa sangat sakit ketika melihat gadisnya, akan tetapi ia menepis pikiran itu dan berharap esok hari Xia Ai akan sadar.
Zhang Xuen Chi meninggalkan Kediaman Matahari dengan tenang, tak lupa menaruh penjaga kepercayaan nya di setiap sudut Kediaman Matahari untuk keamanan Xia Ai. agar tikus-tikus kecil istana tidak kembali meracuninya.
~~~~~
Keesokan harinya, Zhang Xuen Chi dengan gembira berjalan menuju Kediaman Matahari setelah mendapat kabar bahwa Wang Xia Ai telah sadar.
"Xia'er." Ia menatap rindu pada seorang gadis cantik yang tengah makan bubur dengan disuapi oleh Chu Mei. Hatinya bahagia dan tak tahan ingin memeluknya.
"Xuen, terima kasih sudah menolongku," ujar Wang Xia Ai lembut. Dia tersenyum tipis, bibirnya yang tampak pucat sangat menggambarkan jika dia telah melewati masa-masa yang berat.
Zhang Xuen Chi mendekat dan memeluk gadis itu dengan erat.
"Aku senang kau telah sadar."
Zhang Xuen Chi tidak bisa menahan suka cita nya saat ini. Sedangkan gadis itu hanya bisa membalas pelukan pria tersebut.
"Kakak ipar ku, Kak Xia akan makan dulu. Acara peluk-pelukannya sebentar saja. Jika dia tidak makan, aku takut dia akan kembali sakit dan tidak bisa kau peluk lagi," ucap Wang Chu Mei menyindir. Bagaimana tidak, mereka asyik bermesraan di depannya. Huh, keberadaan nya di sini tak lebih hanya menjadi anti nyamuk.
"Heh, anak kecil seperti mu tidak akan mengerti. Dia calon istriku, terserahku mau berbuat apa."
"Aku bukan anak kecil, dan ya, kalau dia tidak makan secepatnya, jangan salahkan aku kalau kau akan menangis seperti hari-hari sebelumnya," ejek Wang Chu Mei tidak terima dikatai anak kecil oleh Zhang Xuen Chi. Jadi ia membalas nya dengan mengungkap bahwa ia sering menangis saat kakaknya masih sakit, itu cukup seimbang, kan?
"Apa itu benar, Xuen?" Tanya Xia Ai. Ia tidak bisa menahan tawanya. Seorang Putra Mahkota menangis hanya karenanya?
"I-itu." Pria itu mendadak gugup, tak mampu mengeluarkan banyak kata-kata untuk mengelak.
Diam-diam ia mengutuk Chu Mei dalam hati karena sudah memberi tahu Xia Ai bahwa ia menangis, di mana ia akan menaruh harga dirinya sebagai Putra Mahkota? Sungguh dirinya benar-benar sudah kehilangan muka.
Gadis itu tertawa terpingkal-pingkal melihat Zhang Xuen Chi yang sudah kehilangan muka di depan kakaknya, ia puas sekali.
"Chu Mei, tidak sopan seperti itu. Jika dia tidak cukup sabar, maka kau akan dijebloskan ke dalam penjara," ucap Wang Xia Ai menasihati adiknya yang suka berbicara sembarangan tanpa tahu siapa orang itu. Zhang Xuen Chi lantas mengangguk dengan wajah penuh kemenangan.
"Apa kau dengar? Kalau aku tidak ingat bahwa kau adalah adik Xia'er maka aku sudah mengurung mu di penjara yang gelap!" sambung Zhang Xuen Chi yang mendapat dukungan Wang Xia Ai pun kembali bersemangat untuk menakut-nakuti Chu Mei yang suka membuatnya emosi.
"Iya, Yang Mulia Putra Mahkota. Dan ingat! Tanpa restu dariku kau juga tidak akan ku izinkan menikah dengan kakakku!" balas Wang Chu Mei tidak mau kalah. Sedangkan Wang Xia Ai sudah sangat pusing mendengar perdebatan ini.
"Aku tidak butuh restumu!"
"Heh! Tentu saja kau membutuhkannya!" Dia berdiri seraya berkacak pinggang menantang.
"Dasar cerewet!" ejek Zhang Xuen Chi.
Wang Chu Mei membelalakkan matanya terkejut, giginya menggertak. Ingin sekali rasanya mencabik-cabik mulut pria itu.
"Mulutmu sama seperti wanita! Sangat banyak bicara!!" balas Chu Mei amat kesal.
"Bukan urusanmu!"
"Kakak, lihatlah pria cerewet ini!" Wang Chu Mei menunjuk Zhang Xuen Chi dengan raut wajah geram, bibirnya melengkung ke bawah teraniaya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Triplets Princesses [END]
Fantasía'_Wang Xia Ai. Istri terkasih dan cinta pertama Zhang Xuen Chi _' Di Kekaisaran Wang. Kaisar Wang beserta Permaisuri Li Wei dikaruniai tiga putri kembar yang diberi nama Wang Xia Ai, Wang Chu Mei, dan Wang Mei Lan. Ketiganya disayangi dan dicintai o...
![Triplets Princesses [END]](https://img.wattpad.com/cover/316340766-64-k467194.jpg)