63. Hukuman Li Xiao Rou

115 6 0
                                        

Wang Xia Ai menatap malas ke arah Li Xiao Rou yang bersujud, tangan gadis itu memegangi kakinya meminta pengampunan. Manusia memang bisa berubah dengan cepat. Baru tadi menghina, sekarang sudah meminta pengampunan.

"Ampuni hamba yang rendah ini, Yang Mulia Putri Mahkota."

Gadis itu menangis meraung-raung di bawah kaki Wang Xia Ai hingga air matanya jatuh membasahi kaki wanita itu. Bahkan pengunjung toko yang semula menonton aksi adu mulut mereka langsung ikut bersujud ketika mengetahui identitas nya.

"Apa yang kalian lakukan? Bangunlah."

Ia memberikan perintah pada pengunjung lain untuk bangun dengan lembut.

Pengunjung yang rata-rata adalah para bangsawan menjadi ragu-ragu untuk berdiri. Di hadapan mereka adalah seorang Putri Mahkota, menantu kesayangan Kaisar Zhang, anggota Kekaisaran Zhang yang memiliki pedang terkuat, dan kekuatan kultivasi yang tidak main-main. Namun, mereka memutuskan untuk berdiri dan tetap menunduk.

Li Xiao Rou yang mendengar perintah Wang Xia Ai pun ikut berdiri, karena ia pernah mendengar bahwa Putri Mahkota Zhang adalah orang yang baik dan lembut, mungkin dia akan berbaik hati dan mengampuninya.

Wang Xia Ai yang melihat Li Xiao Rou berdiri, kembali menatapnya tajam.

"Siapa yang menyuruhmu berdiri?!" bentaknya, kemudian mengikat Li Xiao Rou dengan tali spiritual hingga tak bisa bergerak.

Gadis itu tergeletak di lantai sambil menangis meratapi kebodohannya. Semua pengunjung bergidik ngeri ketika melihat aksi Wang Xia Ai yang terkenal rendah hati dan baik.

Suara riuh dari dalam toko besar itu pun sampai terdengar keluar. Bahkan penduduk sudah berkumpul di ambang pintu untuk melihat kegaduhan yang terjadi di dalam. Ada yang mengintip dari celah jendela, membuka pintu, dan naik ke saluran udara.

Mereka menyoraki Wang Xia Ai untuk menghukum Li Xiao Rou yang angkuh dan sering menindas penduduk. Dengan tameng, bahwa dia adalah putri perdana menteri keuangan.

"Putri Mahkota, hukum dia!!"

"Habisi saja, Yang Mulia!!"

"Yang Mulia kami sangat hebat!!"

Sorakan demi sorakan terdengar mendukung Wang Xia Ai untuk menghukum Li Xiao Rou. Ia mengangkat sebelah alisnya meremehkan, kemudian berjongkok dan mencengkram dagu gadis itu.

"Kau dengar mereka? Apa yang mereka katakan padaku? Kau dengar!!" Wang Xia Ai menghempaskan wajah penuh bedak yang kini sudah luntur oleh air mata.

"Maafkan hamba, Yang Mulia..." ujar Li Xiao Rou dengan sisa tenaganya. Ia merangkak dan kembali meraih kaki Wang Xia Ai meminta belas kasian.

Para penduduk semakin riuh ketika melihat Putri Mahkota menuruti keinginan mereka untuk menghukum gadis sombong itu.

Dari arah belakang, gemuruh suara langkah kaki kuda terdengar mendekati kerumunan orang di pasar. Itu adalah rombongan Zhang Xuen Chi yang masih mencari istri nakalnya. Dia sudah mengunjungi lima pasar di beberapa wilayah dan di sini adalah pasar terakhir yang menjadi harapan nya. Dia membawa puluhan prajurit untuk ikut serta mencari Wang Xia Ai.

Para penduduk berbalik dan mendapati sang Putra Mahkota dan rombongannya mendekati toko perhiasan, mereka semua bersujud hormat.

"Salam hormat kami, Yang Mulia Putra Mahkota."

"En, bangkitlah," ucap Zhang Xuen Chi dengan wajah datar dan dingin.

Mata tajamnya melihat sekumpulan orang untuk mencari di mana istrinya.

"Apa kalian melihat Putri Mahkota?"

"Menjawab, Yang Mulia, Putri Mahkota ada di dalam toko, sedang menghukum putri kedua perdana menteri keuangan," jawab salah satu penduduk dengan kaki gemetar.

 Triplets Princesses [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang