21. Menarik

194 11 0
                                        

Sesosok pria tampan tampak tersenyum misterius di sebrang meja yang ditempati Zang Xuen Chi, dia terus memperhatikan gadis itu. Sorot matanya menatap penuh minat pada gadis berparas manis yang masih menyuapi Putra Mahkota Kekaisaran Zhang dengan lembut.

Tak lama kemudian dia beranjak dari mejanya dan berjalan menuju kursi yang di tempati Zhang Xuen Chi dan dua Putri Kekaisaran Wang itu.

"Salam hormat hamba kepada Putra Mahkota Zhang dan para nona cantik."

Pria itu menyapa Zhang Xuen Chi dengan hormat dan beralih menyapa Xia Ai dan Chu Mei. Wang Xia Ai mengangguk menanggapi salam pria itu dengan ramah, dan adiknya? Jangan tanyakan gadis itu, tentu saja dia masih memakan makanannya tanpa menghiraukan salam.

"Han Xunxi? Lama tak bertemu denganmu." Zhang Xuen Chi berdiri dan memeluk teman lamanya sewaktu di akademi perguruan bela diri dan dibalas olehnya.

"Ah, rupanya kau masih mengingat ku," balasnya. Mereka pun duduk bersama dengan posisi Han Xunxi yang bersebelahan dengan Wang Chu Mei yang tampak asyik makan tanpa terikat oleh sopan santun dan etika yang membuat Han Xunxi menatapnya risih. Namun, berbeda saat menatap Wang Xia Ai. Dia duduk anggun, makan perlahan, dan sangat cantik meskipun tampak mengenakkan riasan tipis dan hanfu sederhana berwarna hijau muda segar.

"Sedang apa kau di sini?" tanya Zhang Xuen Chi sambil meminum secangkir teh kualitas tinggi.

"Tidak ada hal khusus, hanya sekedar berjalan-jalan sambil mencari calon istri," ujarnya dan dilanjutkan oleh tawa ringan dari keduanya.

"Benarkah? Gadis seperti apa yang kau inginkan? Aku mungkin bisa membantumu mencarinya di wilayah kekaisaran ku," kata Zhang Xuen Chi pada Han Xunxi, pangeran ketiga Kekaisaran Han.

Han Xunxi tersenyum miring.

"Teman, bukankah selera kita sama? Aku suka gadis cantik, lembut, anggun dan sederhana," katanya, lalu menjatuhkan pandangan ke arah Wang Xia Ai yang terlihat sedang memakan sepotong buah.

"Gadis seperti dia." Dia tersenyum saat menatap Wang Xia Ai dan disadari oleh gadis itu. Apa? Dirinya?

Uhuk-uhuk!!

Wang Chu Mei tersedak saat mendengar ucapan lancang pria aneh ini yang dengan beraninya menggoda kakaknya. Apa dia sudah bosan hidup?

BRAKK!!

Suara gebrakan meja terdengar dengan sangat keras sehingga menarik perhatian semua pelanggan di restoran.

"BERANINYA KAU MENYUKAI CALON ISTRI BENWANG!!"

Han Xunxi tampak tenang. Dia ikut berdiri menatap Zhang Xuen Chi yang marah.

"Calon istri? Dia sangat manis, ya? Aku tertarik padanya," ucapnya tanpa dosa yang membuat Zhang Xuen Chi mengepalkan tangannya erat penuh amarah.

"Bedebah sialan!!"

"Hei, jangan marah dulu, Yang Mulia Putra Mahkota. Bagaimana kalau kita membuat kesepakatan? Jika kau bersedia menyerahkan Wang Xia Ai padaku, dan sebagai balasannya aku akan memberimu seratus orang selir. Apa kau setuju?" Dia mengulurkan tangan kanannya untuk berjabat tangan.

Zhang Xuen Chi menatap tajam lawan bicaranya. Meskipun sangat marah, ia tak ingin langsung memukul wajah angkuh Luo Ming, ia menarik napas panjang.

"Kau bermimpi mendapatkannya? Maka langkahi dulu mayatku."

Mendengar jawaban yang sama sekali tidak ramah, Han Xunxi lantas mendekati Zhang Xuen Chi dengan santai.

"Oh, ayolah, Yang Mulia, ini hanya soal wanita. Aku tak ingin sampai ada pertumpahan darah di antara kita hanya karena masalah kecil seperti ini," katanya, akan tetapi pria yang bergelar Putra Mahkota Zhang itu hanya diam seraya menahan emosi setiap kali orang di depannya itu terus berbicara di luar batas.

Tak mendapatkan reaksi, Han Xunxi lantas menjentikkan jarinya.

"Ah, maafkan aku. Aku mengerti sekarang, pasti seratus selir masih kurang bagimu, kan? Baiklah, demi Wang Xia Ai aku akan menyerahkan dua ratus selir untukmu, bagaiman...."

"Akh!!"

Sebelum Han Xunxi selesai berucap, Zhang Xuen Chi langsung menghempaskan pria itu hanya dengan satu kibasan tangan sampai terpental dan terkapar di atas lantai dan memuntahkan darah segar dari mulutnya.

"Sialan! Mengapa kau menyerangku?!" teriaknya tak terima. Sedangkan Zhang Xuen Chi hanya membalasnya dengan tatapan tajam menusuk.

"Xia'er tidak bisa ditukar dengan apapun dan siapapun! Kali ini aku masih mengampuni mu karena kau adalah temanku, tapi jika sekali lagi kau berani menawar untuk seorang Wang Xia Ai, maka aku akan memastikan kau tidak akan bisa lagi melihat matahari esok hari! Pergilah!!"

Semua pengunjung restoran terkejut saat mendengar nama gadis yang sedang diperebutkan oleh dua pria berkuasa itu.

"Tidak mungkin. Bukankah Putri Wang Xia Ai dirumorkan buruk rupa? Tunggu, apa Jangan-jangan gadis yang satunya itu adalah Putri Wang Chu Mei? Mereka sangat cantik," bisik seorang wanita tua bangsawan dari keluarga pejabat pada temannya.

"Zhang Xuen Chi?! Apa kau bercanda?! Hanya karena seorang wanita kau tega merusak hubungan kita!"

"Aku tidak sudi berteman dengan orang sepertimu. Lebih baik aku tidak punya teman daripada harus kehilangan Xia'er!"

Han Xunxi bangun sambil memegangi dadanya yang terasa sakit. Ia menyeka sisa darah di bibirnya seraya menatap tajam Zhang Xuen Chi.

"Baiklah. Mulai hari ini kau bukan lagi temanku!" Han Xunxi pergi dengan amarah.

Setelah selesai Zhang Xuen Chi melihat ke sekeliling. Ada banyak sekali orang yang menatap ke arah mereka, ia menatapnya tajam.

"Apa yang kalian lihat?!" ujarnya mengintimidasi dan semua orang langsung mengalihkan pandangan mereka.

"Pria itu sangat berani dengan berkata seperti itu di depan kakak ipar." Wang Chu Mei berkomentar sembari memakan paha bebek.

"Xuen? Apa tidak apa-apa kalau pertemanan mu dan dia terputus dengan cara seperti ini?" Gadis cantik tersebut menatap kekasihnya.

Sementara Zhang Xuen Chi saat ini sedang merapikan hanfu nya yang sedikit berantakan, kemudian memandangi Wang Xia Ai.

"Tidak. Hanya dia, bukan masalah untukku. Aku tak menyangka dia bisa seperti itu. Ini semua salahmu yang begitu cantik, lihatlah, aku harus meladeni mereka satu per satu," kata Zhang Xuen Chi bercanda.

Mendengarnya, Wang Xia Ai lantas meraba wajahnya dengan ekspresi lugu.

"Maafkan aku."

Zhang Xuen Chi dan Wang Chu Mei melotot terkejut kala mendengar permintaan maaf gadis itu.

"Xia'er? Aku hanya bercanda."

"Iya, aku tahu itu." Dia kemudian melanjutkan acara makan nya yang sempat tertunda.

 Triplets Princesses [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang