Selir Rong Chen yang berada di samping putrinya seketika ikut tegang ketika mendengar suara bentakan Zhang Xuen Chi. Dalam diam wanita itu mengutuk putrinya yang bodoh sambil menunduk menahan malu.
Semua orang yang berada di meja makan langsung menoleh ke arah Zhang Bai Nian dengan tatapan tidak suka. Siapapun tahu dengan watak buruk dan sikap angkuh anak pertama selir Rong Chen atau Selir Agung itu. Jangan lupakan mulut berbisanya yang selalu menyinggung orang secara terang-terangan. Sekarang dia bahkan berani menyindir putri sulung dengan tidak sopan di hadapan semua orang. Apa dia tidak punya rasa malu?
Zhang Xuen Chi masih berdiri dengan amarah. Mata tajamnya menatap gadis itu dengan nyalang dan menusuk, menjadikan hawa di ruang makan semakin gelap dan panas.
Aura tidak enak yang dikeluarkan pria itu membuat seluruh orang yang berada ruang makan menjadi sesak. Terutama bagi yang berada di ranah Langit ke bawah.
Para selir, pangeran, dan putri menjadi sesak. Lain halnya dengan kaisar, permaisuri, Wang Xia Ai, dan Zhang Xuen Chi tentunya. Mereka sama sekali tidak terpengaruh akan aura mencekam yang memenuhi seluruh ruang makan, karena tingkat kultivasi kaisar, permaisuri, dan Zhang Xuen Chi berada di ranah surgawi.
"Putra Mahkota! Hentikan!" ucap Kaisar Zhang dengan keras. Kalau ia tidak menghentikan putranya segera, maka semua orang bisa saja mati konyol di sini.
Zhang Xuen Chi menoleh pada ayahnya, masih dengan tatapan tajam dan marah. Tanpa menghiraukan suara Kaisar Zhang, pria itu malah semakin menekan auranya.
"Nak, hentikan. Putra Ibu tidak pernah terbakar amarah seperti ini. Mereka semua tidak bersalah, jangan menyiksa mereka hanya karena Bai Nian," kata Permaisuri Liu Ning lembut.
Mendengar nasihat Ibunya, Zhang Xuen Chi mau tak mau menarik kembali auranya, lalu duduk di kursi dengan napas memburu. Matanya masih menatap Zhang Bai Nian yang duduk bersebrangan dengan nyalang.
Semua orang bernapas dengan lega dan menghirup udara sebanyak-banyaknya untuk mengisi oksigen yang tadi sempat hilang. Mereka beralih menatap Zhang Bai Nian dengan penuh kebencian dan permusuhan. Zang Bai Nian yang ditatap banyak orang hanya terdiam acuh, tangannya tetap memasukkan makanan ke dalam mulutnya.
Kemudian mereka mengalihkan pengelihatan mereka dan menatap Wang Xia Ai yang masih setia menundukkan kepalanya tak berani berbicara banyak, tanpa merasa sesak seperti mereka sebelumnya.
Pertanyaan besar mulai muncul di benak mereka. Bukankah putri sulung terkenal karena ketidak bergunaan nya? Lalu, mengapa dia sama sekali tidak terpengaruh oleh aura mencekam Putra Mahkota di sebelahnya?
Di saat semua orang tengah menebak-nebak dan bergelut dengan kegusaran hati masing-masing. Zhang Xuen Chi yang sudah tenang pun menatap gadisnya dengan sendu.
"Xia'er, jangan hiraukan dia. Dia hanya sampah tidak berguna," ucap pria itu, sambil mengusap kepala Wanv Xia Ai, sayang.
Xia Ai yang dihibur pun mengangkat kepalanya dan menatap wajah tampan Zang Xuen Chi yang menatapnya penuh kasih.
"Tidak apa-apa, Xuen. Aku tidak terlalu mempersalahkan nya," balasnya seraya tersenyum tipis.
"Tentu saja kau tidak mempermasalahkannya, satu lagi, aku bukanlah sampah! Yang sampah itu adalah kau! Berani-beraninya kau mendekati Putra Mahkota! Aku tidak tahu apa yang istimewa darimu yang seorang SAMPAH!!" bentak gadis itu dengan sarkas dan kasar.
Semua orang terkejut dengan keberanian putri selir itu. Berani-beraninya dia menghina putri sulung dengan kasar di hadapan kaisar.
Wang Xia Ai yang sedari tadi diam, kini terlihat mulai terbakar amarah. Ia berdiri dan menatap Zhang Bai Nian dengan nyalang. Kilatan cahaya merah tampak menyala di matanya yang seterang permata.
Lagi dan lagi! Semua orang di buat terkejut, termasuk kaisar dan permaisuri yang melihat calon menantu mereka berdiri dengan aura gelap yang menyelimuti dirinya.
Tidak-tidak! Aura ini bahkan lebih kuat daripada aura Zhang Xuen Chi!
Di tengah keterkejutan semua orang. Tiba-tiba tangan Wang Xia Ai terangkat menuju ke arah Zhang Bai Nian yang masih saja menatapnya rendah.
Tak membutuhkan waktu lama, gadis berusia 16 tahun itu seketika melayang di udara, meronta kesakitan sambil memegangi lehernya yang terasa panas dan tercekik.
"Aaakhh!! Lepaskan aku, bodoh!" umpatnya kasar.
"BERANINYA KAU MENGHINA TUANKU!! KAU PIKIR SIAPA DIRIMU?!" Wang Xia Ai berteriak kencang, ia semakin mencekik gadis itu di udara menggunakan kekuatan spiritual nya.
Hari penuh kejutan! Hari ini semua anggota kekaisaran menyaksikan konflik besar antara Zhang Bai Nian dan Wang Xia Ai.
"AKU BISA MEMBUNUHMU KAPAN SAJA! JANGAN KARENA TUANKU DIAM ITU BERARTI KAU BISA MENINDAS NYA SESUKAMU!!"
Setelah berucap demikian, secara tiba-tiba Wang Xia Ai ambruk tak sadarkan diri dan bersamaan dengan jatuhnya Zhang Bai Nian ke lantai.
"XIA'ER!!" Teriak semua orang yang melihat adegan tersebut.
Zhang Xuen Chi segera menggendong Wang Xia Ai dan membawanya menuju Kediaman Mawar dengan perasaan cemas. Meninggalkan semua orang yang masih tertegun akan kejadian barusan dan melupakan Zhang Bai Nian yang tergeletak di lantai dengan leher yang membiru.
Selir Agung yang melihat putrinya dengan kondisi mengenaskan pun menangis dengan pilu di samping tubuh putrinya.
"Seseorang, tolong putriku!" teriak selir Rong Chen panik. Tersadar dari keterkejutan, mereka kemudian mengalihkan pandangan mereka dan menatap Selir Agung tanpa minat dan jijik.
"Pangeran kedua! Bawa putri ketiga menuju kediaman nya," titah Kaisar Zhang, menyuruh Zhang Jinxu untuk membawa Zhang Bai Nian kembali ke kediaman nya untuk mendapatkan perawatan.
Zhang Jinxu yang diperintahkan lantas terkejut bukan main. Apa harus ia yang disuruh membawa gadis berbisa itu? Kenapa tidak menyuruh pengawal saja?!
Dengan hati yang tidak ikhlas, pemuda itu menggendong Zhang Bai Nian dan membawanya menuju kediaman. Begitupun dengan Selir Agung Rong Chen, ia mengikuti Zhang Jinxu.
Sementara di ruang makan, para selir, pangeran, dan putri masih terdiam di tempat dan semakin berpikir dengan perubahan sikap dan kekuatan putri sulung itu.
"Lanjutkan sarapan kalian. Tentang kejadian tadi, jangan ada yang membicarakannya. Ini rahasia kita," perintah Kaisar Zhang mutlak.
Mereka mengangguk patuh. Perintah kaisar adalah hal yang harus di laksanakan, dan bagi yang melanggar perintah akan berakhir di pengadilan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Triplets Princesses [END]
Fantasy'_Wang Xia Ai. Istri terkasih dan cinta pertama Zhang Xuen Chi _' Di Kekaisaran Wang. Kaisar Wang beserta Permaisuri Li Wei dikaruniai tiga putri kembar yang diberi nama Wang Xia Ai, Wang Chu Mei, dan Wang Mei Lan. Ketiganya disayangi dan dicintai o...
![Triplets Princesses [END]](https://img.wattpad.com/cover/316340766-64-k467194.jpg)