Seperginya Wang Chu Mei dari hadapan orang-orang yang bersujud, mereka akhirnya menyadari bahwa tuan putri mereka sudah pergi, kemudian dengan cepat bergosip dan menyebarkan berita bahwa putri kedua sangat hebat dan kuat. Mereka mulai bergosip dan membicarakan Wang Chu Mei yang bersikap tangguh dan pemberani yang dengan mudahnya mengalahkan para bandit yang selama ini meresahkan para pedagang.
Berita ini juga sampai di telinga Kaisar Wang, hal itu membuatnya sangat terkejut. Ia tak menyangka bahwa putrinya memiliki Pedang Api Neraka Legendaris yang sangat kuat.
Sementara semua orang membicarakan Wang Chu Mei, yang dibicarakan malah berjalan dengan santai sambil memakan kue yang ia beli tadi.
Gadis itu mendongak ke atas dan melihat langit yang sudah mulai gelap. Ia harus cepat-cepat kembali ke kereta kakak iparnya atau ia akan terkena omelan kakaknya karena berkeliaran sangat lama.
Setelah beberapa saat, gadis itu akhirnya sampai di kereta. Ia langsung disambut berbagai macam tatapan. Kakaknya menatapnya dengan khawatir, dan Zhang Xuen Chi menatapnya dengan pandangan dingin.
Hawa tidak enak menyeruak di leher Wang Chu Mei, membuat bulu kuduknya berdiri merinding. Dengan langkah perlahan sambil menunduk ia berjalan kearah sepasang kekasih itu dengan takut.
Wang Xia Ai langsung memeluk sang adik dengan sangat erat. Ia sungguh menghawatirkan adiknya ini.
"Chu Mei kemana saja kau sedari tadi?"
Wang Chu Mei memberanikan diri mengangkat kepala dan melihat wajah khawatir kakaknya yang tercetak jelas.
Matanya kemudian melihat Zhang Xuen Chi yang menatapnya dengan pandangan dingin yang sulit di artikan. Ia sungguh takut dengan pandangan itu, jangan sampai kakak ipar nya ini tahu bahwa ia menyebabkan kehebohan di pasar tadi, kalau tidak, maka habislah ia.
"A-aku tadi.."
"Dia pasti berkeliaran di pasar dan menyebabkan kehebohan dengan melawan para bandit dengan Pedang Api Neraka Legendaris nya, benar kan ADIK IPAR?" Satu alis pria tampan tersebut terangkat menuntut penjelasan.
Mata Chu Mei membulat sempurna. Terungkap sudah kelakuannya tadi, pria itu mengatakan kebenarannya dengan telak. Ia sudah tidak punya alasan untuk mengelak lagi, ketakutannya menjadi kenyataan. Dengan cepat ia memegang tangan Wang Xia Ai dengan ketakutan meminta perlindungan kakaknya, hanya kakak nya yang bisa menyelamatkannya dari amukan Zhang Xuen Chi.
"Kakak... tolong aku," bisiknya ketakutan.
"Xuen, jangan menatapnya dengan pandangan menakutkan seperti itu. Dia mungkin tidak sengaja melakukan nya, iya kan Chu Mei?" ujar Wang Xia Ai berusaha meyakinkan Zhang Xuen Chi.
Wang Chu Mei mengangguk cepat dengan kepala yang masih menunduk dan tangannya memegang lengan kakaknya erat.
"Lihatlah Xuen, Chu Mei tidak sengaja. Mungkin saja dia tidak tahan melihat para bandit menindas para pedagang, maka dari itu dia menghajar para bandit. Bukankah itu tindakan yang hebat? Aku bangga padamu, Chu Mei."
Dia membela adiknya yang nakal ini, tapi juga bangga pada adiknya karna berani menghajar para bandit itu. Wang Xia Ai tersenyum lembut.
Pria itu menarik nafas dalam-dalam, ia tidak bisa melawan rasa sayang Wang Xia Ai terhadap adiknya, ia lebih memilih mengalah daripada terus mendengar pertengkaran ini.
"Baiklah, kali ini kau selamat karena kakakmu, tapi ingat satu hal! Jika kau membuat keributan lagi, maka aku akan dengan cepat memulangkan mu ke istana ayahmu itu!"
Zhang Xuen Chi memberikan peringatan pada Chu Mei yang suka bersikap pecicilan. Jika bukan karna Xia Ai, maka ia sudah menyeret anak ini kembali ke Istana Kekaisaran Wang. Sikapnya bisa saja menyebabkan keributan di istana nya.
"Kali ini aku tidak main-main!" lanjutnya serius.
"I-iya, aku tahu itu," jawab Wang Chu Mei dengan nada lirih. Ia tidak ingin pulang ke istana mengerikan itu.
"Kau dengar itu Chu Mei? Jangan membuat keributan apapun dan di manapun, kakak ipar mu sudah berbaik hati untuk tidak mengirim mu kembali ke istana Ayah. Kau mengerti?"
Dia mengelus tangan gadis cantik itu dengan lembut sambil memberinya pengertian bahwa tidak baik untuk bersikap sembarangan dan suatu hari akan merugikan. Wang Chu Mei mengangguk patuh menerima siraman rohani kakaknya.
"Baiklah, sudahi perdebatan ini. Mari kita lanjutkan perjalanan, hari sudah mulai gelap, besok pagi kita harus sampai di Kekaisaran Zhang." Ia menginstruksikan agar segera melanjutkan perjalanan. takut-takut nanti akan ada kesulitan saat di perjalanan.
Wang Xia Ai dan Wang Chu Mei mengangguk dan segera masuk ke kereta. Perjalanan dimulai dengan tenang, beruntung nya tidak ada gangguan di sepanjang jalan yang melewati hutan lebat.
Kedua gadis itu mengobrol di kereta dengan riang dan membahas beberapa hal-hal konyol.
"Kakak, terimalah cincin ini."
Wang Chu Mei menyerahkan Cincin Ruang Angkasa yang satu nya pada sang kakak. Cincin yang diberikan pada Wang Xia Ai terbuat dari emas, dan di atasnya terdapat batu kristal berwarna hijau yang berkilau. Sangat cocok di jari kakaknya. Kebetulan juga kakaknya sangat menyukai warna hijau, jadi ia berfikir akan memberikan yang satu ini pada dia.
"Chu mei, darimana kau mendapatkan cincin indah ini?" tanyanya bingung.
"Aku mendapatkannya di teoi sungai, Kak. di sebuah kotak kecil berukir. Aku melihatnya saat sedang kabur ke luar istana untuk mandi. Aku melihat dan mengambil nya. Saat ku buka, kotak itu bersinar dan terdapat dua cincin cantik ini," ujar Wang Chu Mei menjelaskan seluruh kejadian dengan detail.
"Dan satu lagi, cincin itu adalah Cincin Ruang Angkasa yang di dalamnya terdapat alat, benda-benda berharga dan langka juga kuat. lihatlah, miliku berwarna merah muda, sangat cantik, kan?"
Ia memperlihatkan cincin cantiknya. Ia sangat menyukai warna merah muda, terlihat sangat manis.
Wang Xia Ai tidak bisa menyembunyikan rasa terkejut nya. Adiknya mendapatkan benda berharga ini secara tidak sengaja! Benar-benar sebuah keajaiban.
Segera ia memakai cincin itu di jari manis nya, terlihat sangat pas. Warna hijau sangat segar untuk dipandang, dan ia sangat menyukainya.
"Oh iya, di dalam cincin itu juga terdapat obat-obatan dan tanaman herbal yang sangat bagus dan berguna. Kita mungkin akan belajar cara menyuling pil untuk suatu keadaan bila diperlukan," ujarnya memberi saran.
"Di dalam cincin juga terdapat istana yang megah untuk kita tinggali, dan dijaga oleh hewan roh tingkat tinggi, entah Kakak akan dapat hewan apa. Kalau hewan ku adalah harimau putih yang bisa menjelma menjadi manusia, kita bisa mengikat kontrak darah dengan mereka. Aku sudah mengikat hewan kontrak ku dengan setetes darah, dan aku mendapat kan senjatan ku, yaitu Pedang Api Neraka Legendaris."
"Ah, harimauku, dia benar-benar tampan." Gadis itu memejamkan matanya sambil mengingat betapa tampan jelmaan hewan roh yang ia dapatkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Triplets Princesses [END]
Fantasía'_Wang Xia Ai. Istri terkasih dan cinta pertama Zhang Xuen Chi _' Di Kekaisaran Wang. Kaisar Wang beserta Permaisuri Li Wei dikaruniai tiga putri kembar yang diberi nama Wang Xia Ai, Wang Chu Mei, dan Wang Mei Lan. Ketiganya disayangi dan dicintai o...
![Triplets Princesses [END]](https://img.wattpad.com/cover/316340766-64-k467194.jpg)