Di tengah situasi yang begitu dingin dan menyaksikan betapa terkejutnya PermaisuriLiu Ning. Zhang Yi Yuan berdiri dari kursinya, dia melangkahkan kakinya untuk turun dari tangga. Pemuda itu bersujud dan membuat bingung semua orang. Apa lagi ini?!
"Aku meminta maaf atas ibuku, Yang Mulia." Dia menarik napas sebentar sebelum melanjutkan perkataannya.
"Aku mengetahui semua rencana dan perbuatan Ibu yang berniat buruk pada kaisar, Putra Mahkota, dan juga Putri Mahkota, serta bayinya. Namun, aku sadar jika ini sudah sangat terlambat. Dulu aku tak berani mengadu karena sangat menyayangi ibuku, tapi sekarang aku sadar kalau semuanya salah. Aku tidak pernah menginginkan tahta, tapi ibuku terlalu berambisi untuk itu," ucap Zhang Yi Yuan yang berhasil membuat semua orang kembali tercengang.
Ibu dan anak sama saja!!
Permaisuri Liu Ning menatap Zhang Yi Yuan dengan mata memerah menahan tangis. Dadanya begitu sakit saat mengetahui fakta yang sebenarnya sehingga semua orang yang dicintainya dihabisi secara berencana tanpa belas kasihan. Wanita paruh baya itu menuruni tangga dan berdiri tepat di hadapan Zhang Yi Yuan yang masih bersujud.
Permaisuri Liu Ning mengangkat kerah hanfu pemuda tersebut hingga dia berdiri, akan tetapi tak berani menatap.
"Katakan!! Apa salah permaisuri ini terhadap ibumu dan kau!! Katakan!!" bentak Permaisuri Liu Ning dengan bibir gemetar. Hatinya sangat sakit ketika mendengar pengakuan dari Zhang Yi Yuan.
Sakit. Itulah yang ia rasakan ketika mendengar bahwa penyebab kematian orang yang ia sayangi adalah salah satu bagian dari keluarganya. Namun, yang mampu dilakukan Zhang Yi Yuan hanyalah diam menunduk. Dia begitu bodoh!
Zhang Yi Yuan berlutut dan memegangi kaki Permaisuri Liu Ning, dia menangis.
"Maafkan aku, Yang Mulia, aku tidak berani untuk mengadukan perbuatan Ibu pada kaisar saat itu, karena aku sangat menyayangi Ibu," ujarnya takut. Penjelasan itu semakin membuat darah Permaisuri Liu Ning memanas. Ia menarik kakinya.
"PRAJURIT!! BAWA DIA KE TEMPAT IBUNYA! HUKUM DENGAN HUKUMAN SERUPA!!"
Para prajurit segera masuk dan menyeret pemuda itu untuk dihukum. Namun, Zhang Yi Yuan sama sekali tidak memberontak. Dia tahu ini salahnya. Setelah kepergian Zhang Yi Yuan. Permaisuri Liu Ning menatap tajam semua orang yang ada di aula. Auranya sangat pekat.
"Siapa lagi yang ingin mengaku?!! Bengong tidak ingin ada penghianat yang bersarang di istana ini!!" bentaknya.
Semua orang diam menunduk, mereka tidak berani bersuara.
"Bubarkan rapat ini!!" titah Permaisuri Liu Ning, lalu keluar dari aula.
~~~~~~
Minggu berikutnya adalah hari penobatan Zhang Jinxu sebagai kaisar baru, sekaligus kaisar termuda yang pernah tercatat ke dalam sejarah benua tengah. Hari itu juga Zhang Jinxu resmi menjadi kaisar dari Kekaisaran Zhang. Hal yang tak pernah dirinya bayangkan, dan pada suatu saat ia ingat pada perkataan mendiang kakaknya dahulu yang sering menyuruhnya untuk membantu membantu di dalam tugas kekaisaran, ternyata beginilah akhirnya.
Perang beberapa waktu lalu membuat batas di antara Kekaisaran Zhang dan Kekaisaran Wang, yang kini tidak pernah menginjakkan kaki di kedua belah pihak manapun meski dalam urusan perdagangan. Tak ada hubungan, sehingga sampai akhir hayatnya Kaisar Wang, Kekaisaran Wang akhirnya jatuh ke tangan adiknya, Wang Lie karena tak memiliki keturunan lagi untuk melanjutkan tahta.
Begitupun dengan pangeran kecil kita yang sekarang berada di Istana Sekte Pedang Neraka. Jun Feng Xi. Dia tumbuh dengan normal layaknya seorang anak yang sedang tinggal bersama kedua orang tua kandungnya.
Parasnya sama persis seperti mendiang ayahnya, Zhang Xuen Chi, hanya saja mata dan bagaimana caranya tersenyum adalah milik ibunya, Wang Xia Ai. Semua yang dikatakan biksu adalah benar mengenai sifatnya, akan tetapi tak ada yang mengatakan jika kemarahan nya sama seperti sang bibi, Wang Mei Lan yang dianggap sebagai ibunya selama ini.
Seperti prediksi, Jun Feng Xi ternyata berhasil mewarisi energi spiritual dan kekuatan kultivasi tanpa batas yang berasal dari sang ibu, juga kemampuan bela diri dari dari ayahnya. Sehingga membuat rambutnya berubah memutih karena telah mencapai keabadian tertinggi yang hampir sama kuatnya seperti para dewa tertinggi. Di atas Kultivator Ranah Ilahi, ternyata masih ada tingkatan yang lebih tinggi, yakni ranah Imortal.
Jun Xiang dan Wang Mei Lan benar-benar membesarkan Jun Feng Xi dengan baik, sehingga tak secuil pun kecurigaan muncul di dalam hatinya. Hingga Jun Feng Xi beralih tahta memimpin Sekte Pedang Neraka setelah dewasa.
TAMAT
Jadi, pesan moral yang bisa kita ambil dari novel ini adalah "Jangan pernah menaruh iri dengki pada siapapun, dan bagi para orang tua, janganlah pilih kasih dalam mengasuh anak hanya karena satu kekurangan. Pada dasarnya, setiap anak memiliki potensi nya masing-masing. Penyakit hati ialah penyakit yang paling sulit untuk disembuhkan."
Akhirnya tamat juga😌.
Author cuma mau bilang makasih untuk kalian yang udah ngikutin cerita ini❤️
Cerita ini sudah direvisi dari tanda baca hingga kalimat. Jadi, kalau dulu tanda bacanya masih aur-auran, mon maap, yak😅🙏
Sekarang lebih rapi, meski belum sempurna. Yah.. jadi lebih enak dibaca aja.
Oh iya!
Kalian juga bisa meninggalkan pesan untuk karakter disini, atau kalian juga punya unek-unek untuk disampaikan, boleh banget! Komen di bawah😉
see you in the next story 👋👋
Kira-kira kalian setuju, gak, kalau Triplet Princess ada season 2? Di versi ini, menceritakan tentang Jun Feng Xi yang balas dendam kepada kedua Jun Xiang dan Wang Mei Lan, setelah mengetahui kenyataan pahit karena telah hidup bersama pembunuh kedua orang tua aslinya.
Mungkin aja kalian tak terima endingnya sangat tidak adil seperti ini🗿
Jangan lupa mampir juga di cerita author, judulnya: Pangeran Tunanetra yang Disembunyikan.
Masih dengan tema kekaisaran seperti ini yagesya❤️ bedanya si MC adalah pangeran pertama yang diacuhkan karena terlahir tunanetra ✅
Kalian suka yang ganteng dan cuek tapi perhatian? Woya sudah pasti dia seperti itu, dongs✅
KAMU SEDANG MEMBACA
Triplets Princesses [END]
Fantasy'_Wang Xia Ai. Istri terkasih dan cinta pertama Zhang Xuen Chi _' Di Kekaisaran Wang. Kaisar Wang beserta Permaisuri Li Wei dikaruniai tiga putri kembar yang diberi nama Wang Xia Ai, Wang Chu Mei, dan Wang Mei Lan. Ketiganya disayangi dan dicintai o...
![Triplets Princesses [END]](https://img.wattpad.com/cover/316340766-64-k467194.jpg)