Setelah Zhang Bai Nian keluar dari Kediaman Mawar. Zhang Xuen Chi langsung menatap Wang Xia Ai yang tengah diam merenung.
"Xia'er, apakah perkataan adikku menyakitimu?" tanya Zhang Xuen Chi, menatap pilu pada gadis yang selalu tersenyum ini. Dia terlalu baik untuk diperlakukan tidak pantas selama hidupnya.
"Tidak, Xuen. Aku sudah terbiasa dengan perkataan seperti itu. Lagipula, ucapan putri ketiga memanglah benar, aku harus sadar aku bukanlah siapa-siapa di sini," jawab Wang Xia Ai. Ia kadang memikirkan apa kesalahannya di masa lalu hingga hidupnya seperti ini.
"Jangan hiraukan dia Xia'er, dia memang angkuh seperti itu. Dia hanya anak selir, tapi berani menyinggung putri yang berstatus sah sepertimu."
Zhang Xuen Chi benar-benar geram dengan sikap Zhang Bai Nian yang angkuh. Hanya anak selir tapi berani merendahkan putri sulung sah? Apakah dia kekurangan cermin di kediamannya?
"Sudahlah, tidak baik merendahkan orang. Lagipula apa dayaku yang hanya sebagai putri pajangan di kekaisaran terbesar Wang? Aku tidak punya apa-apa untuk dibanggakan, wajar jika putri ketiga memandangku rendah," balas Wang Xia Ai. Ia cukup sadar diri, jadi ia tidak terlalu mempermasalahkan perkataan Zhang Bai Nian.
"Tapi hanya aku dan Chu Mei yang mengetahui betapa hebatnya dirimu." Dia memeluknya erat.
Sementara Zhang Bai Nian masih berjalan dengan anggun dengan beberapa pelayan di belakang yang sentiasa mengekorinya.
Note:
Semakin banyak pelayan atau penjaga yang mengikuti orang tersebut, maka semakin tinggi pula status orang itu. Namun, karena Zhang Bai Nian anak dari seorang selir, maka hanya beberapa pelayan yang ia bawa bersamanya.
Namun, di tengah jalan, Zhang Bai Nian melihat Wang Chu Mei yang sedang berjalan menuju Kediaman Mawar. Mereka saling berpapasan, tapi tangan gadis itu menahan lengan Chu Mei yang seketika membuatnya menghentikan langkahnya.
"Ada apa?" ucap Wang Chu Mei, menatap orang di depannya dengan sengit, siapa gadis yang berani menghalangi langkahnya?!
"Tidak sopan sekali, kau tidak memberikanku salam hormat!" bentak Zhang Bai Nian, tak tahu siapa orang yang sedang diajak bicara.
"Lalu?"
Ia menaikkan sebelah alisnya remeh, memangnya apa status gadis ini sampai-sampai harus memberikan salam hormat? Jika dilihat-lihat dari banyak pelayan yang mengikutinya, seharusnya dia adalah anak dari seorang selir, tapi mengapa gadis ini mengangkat dagunya tinggi sekali? Dasar idiot!
"Kau sangat tidak sopan padaku! Aku adalah putri ketiga Kaisar Zhang di sini!" bentak Zhang Bai Nian pada Chu Mei, berharap bahwa gadis tidak sopan ini berlutut di kakinya meminta pengampunan.
Wang Chu Mei ingin sekali tertawa kencang saat ini. Benar dugaannya, gadis idiot ini adalah anak dari seorang selir. Berani sekali dia mengusiknya, jika dilihat dari segi manapun, statusnya lebih tinggi daripada gadis angkuh ini. Ia berdecak dan melipat kedua tangannya di dada.
"Ckckck, putri ketiga? Anak dari seorang selir berani mengangkat dagu tinggi-tinggi?" ujarnya merendahkan Zhang Bai Nian yang mulai kesal.
"Memangnya kenapa kalau aku mengangkat daguku? Daripada kau yang hanya seorang pelayan," balas Zhang Bai Nian sengit.
"Eh, eh, jaga mulutmu, ya! Aku adalah putri sah di Kekaisaran Wang!" balas Wang Chu Mei ikut emosi saat dirinya disamakan dengan seorang pelayan.
"Aiiyo! Ternyata Putri Wang Chu Mei. Kalau tidak salah, kau putri terbuang itu, kan? Cih! ternyata Kakak dan Adik nasibnya sama-sama sial," ejek Zhang Bai Nian semakin gencar menghina Chu Mei.
KAMU SEDANG MEMBACA
Triplets Princesses [END]
Fantasía'_Wang Xia Ai. Istri terkasih dan cinta pertama Zhang Xuen Chi _' Di Kekaisaran Wang. Kaisar Wang beserta Permaisuri Li Wei dikaruniai tiga putri kembar yang diberi nama Wang Xia Ai, Wang Chu Mei, dan Wang Mei Lan. Ketiganya disayangi dan dicintai o...
![Triplets Princesses [END]](https://img.wattpad.com/cover/316340766-64-k467194.jpg)