Malam semakin gelap dan sunyi. Namun, sepasang teman itu belum juga kembali menuju kediaman masing-masing untuk tidur, mereka malah asik duduk bersebelahan sambil memandangi bulan yang bersinar terang.
"Jinxu..."
"Hmm..." sahut pemuda itu tanpa menoleh.
"Jika aku tidak di sini lagi, apakah kita masih berteman?" Wang Chu Mei berucap pelan tanpa menoleh ke arah Zhang Jinxu yang terkejut ketika mendengar perkataannya.
"Apa maksudmu? Tidak di sini?"
"En, Ayah dan Ibu mengajakku pulang ke Kekaisaran Wang," jawabnya lesu.
.......
Setelah memberikan hadiah untuk Wang Xia Ai, rupanya Kaisar dan Permaisuri Wang langsung menghampiri putri kedua mereka yang tengah asik memakan camilan di sudut meja yang sepi.
"Chu'er.." Permaisuri Li Wei memanggil putrinya dengan nama dekat untuk pertama kalinya.
Wang Chu Mei yang mendengar suara ibunya pun mengalihkan pandangan ke arah kedua pemimpin Kekaisaran Wang itu. Raut wajah mereka menunjukkan empati, kasih sayang, dan penyesalan. Jelas dirinya bisa melihat itu, tapi ia segera menepis pikirannya dan menatap malas pada dua orang di hadapannya yang sialnya adalah orang tuanya.
"Kurasa kita tidak sedekat itu, Yang Mulia Permaisuri," ujarnya tak acuh, ia memasukkan sepotong kue ke dalam mulutnya tanpa menanggapi lebih jauh. Tak peduli apapun.
Hati Permaisuri Li Wei terasa nyeri ketika putrinya enggan memanggilnya Ibunda. Kaisar Wang menatap putrinya sendu. Seharusnya mereka tahu jika inilah balasan atas semua perbuatannya dahulu.
"Ibu meminta maaf atas perilaku Ibu padamu selama ini. Ikutlah kami pulang nak, Ibu akan menyayangimu sepenuh hati dan akan memberikan kedudukan yang pantas kau dapatkan selama ini."
Permaisuri Li Wei berucap dengan tulus, ia berjalan perlahan dan hendak mengusap kepala putrinya. Namun, belum sampai telapak tangan nya menyentuh kepala putrinya, Wang Chu Mei buru-buru menepis tangan wanita itu dan langsung berdiri untuk menghindar.
"Ooh.. aku mengerti. Pasti kalian merasa menyesal atau semacamnya karena sudah melihat kemampuan ku, kan? Cinta kalian itu tidak tulus, kalau tidak seperti ini, tidak mungkin kalian akan meminta maaf!"
Gadis cantik itu maju satu langkah dan menatap kedua orangtuanya dengan datar.
"Aku tidak membutuhkan kedudukan ataupun kasih sayang dan cinta kalian, kemana saja kalian selama ini?!"
Emosi Wang Chu Mei meledak saat itu juga. Apa yang membuat mereka berpikir bahwa ia bisa dibujuk hanya dengan tahta dan cinta?! Jika mereka mengatakan hal ini sejak lama, mungkin dengan cepat ia akan mengangguk dan mengatakan 'ya' dalam sekejap, tapi sekarang berbeda. Yang dirinya inginkan hanyalah kebebasan, masa bodoh dengan cinta dan tahta, kakaknya sudah lebih dari cukup untuk memberikan cinta yang tidak akan pernah habis.
"Bukankah kalian sangat mencintai Mei Lan?! Maka urusi saja anak kesayangan kalian itu, lupakan aku dan Kakak Pertama yang juga adalah putrimu!"
"Nak.." lirih Kaisar Wang. Ia melangkahkan kakinya dan memeluk Wang Chu Mei yang mengamuk dengan deraian air mata kepedihan yang turun tanpa seizinnya.
Wang Chu Mei yang mendapatkan perlakuan tiba-tiba dari ayahnya segera memberontak untuk melepaskan diri, tapi tidak bisa, tenaganya hilang dalam sekejap. Akhirnya, ia menangis tersedu-sedu sambil memaki ayah dan ibunya, pelukan hangat ayahnya yang ia tidak pernah dapatkan selama ini berhasil menutup sedikit luka di hatinya.
Permaisuri Li Wei yang melihat putrinya sudah tenang pun ikut masuk dalam pelukan itu dan mengusap pundak sang anak pelan penuh kelembutan. Ia sadar bahwa karena kekurangan kasih sayang dan perhatian. Wang Chu Mei tumbuh menjadi anak yang keras, pembangkang, dan pemberani.
Setelah ia pikirkan lebih dalam, permintaan kedua putrinya sangatlah sederhana. Mereka hanya ingin dicintai dan dikasihi layaknya anak-anak lainnya. Namun, ia baru menyadarinya sekarang, sungguh bodoh. Hal sekecil itu saja tak mampu dirinya berikan.
"Maafkan Ayah, nak. Pulanglah ke istana, tidak ada yang akan berani mengganggu dan merendahkan mu lagi. Ayah berjanji," ucap Kaisar Wang, ia mengecup singkat kepala putrinya. Tanpa sadar, Wang Chu Mei mengangguk mengiyakan permintaan ayahnya.
........
Mata Zhang Jinxu berkaca-kaca. Ia tidak ingin Wang Chu Mei pergi.
"Apa kau tega meninggalkan teman barumu ini?" tanya pemuda itu dengan suara serak parau.
Gadis cantik itu menghela napas berat. Ia tidak mungkin bisa terlalu lama berada di istana ini dengan status yang tak jelas.
"Aku tidak tahu. Aku datang ke mari hanya untuk menemani Kakak, jadi setelah ini aku tak punya alasan lagi untuk tetap tinggal di sini, ucapnya seraya memandang bulan yang bersinar terang. Tak mau menghadap wajah Zhang Jinxu yang masih menatapnya.
Zhang Jinxu menggeleng.
"Maka menikahlah dengan ku, agar kau bisa tinggal di sini dan berada di sisi ku sepanjang waktu, sekaligus bisa menemani kakakmu selamanya," cletuk pemuda itu tiba-tiba, menatap Wang Chu Mei penuh harap dan memegang tangan nya.
Wang Chu Mei membelalakkan matanya terkejut ketika mendengar ucapan itu. Hal gila apa lagi yang dia ucapkan?! Tidak mungkin ia menikah dengan Jinxu, ia tidak mencintainya dan hanya menganggapnya sebagai seorang teman.
"Ap-apa maksudmu? Itu tidak mungkin terjadi!" bentaknya spontak. Ia memalingkan wajahnya ke arah lain.
"Mengapa tidak? Aku memiliki segalanya, harta dan kedudukan." Zhang Jinxu mendesak, memegang kedua tangan sang gadis dengan erat, tidak terima bahwa Wang Chu Mei akan meninggalkannya dan kembali ke istana Kekaisaran Wang. Jujur saja bahwa ia menyukai gadis ini. Ia tidak akan terima bahwa Chu Mei akan pergi dan tidak bisa bersamanya lagi.
"Kita hanya berteman dan itu tidak akan berubah!" Gadis cantik tersebut langsung menepis tangan Zhang Jinxu dan berdiri. Namun, saat hendak beranjak meninggalkan tempat itu, Zhang Jinxu menarik tangan nya hingga membuatnya jatuh di dekapannya dan menatapnya dingin.
"Bisa, bisa saja berubah. Aku mencintaimu, Chu Mei..."
Dia mendekatkan bibirnya pada Wang Chu Mei, semakin dekat dan dekat. Ia tersadar dan buru-buru membekap mulut pemuda itu lalu segera berdiri menjauh. Ia melangkahkan kakinya hendak pergi. Namun, ia mengehentikan langkahnya sesaat, dan berkata dengan marah,
"Aku ingatkan padamu sekali lagi! Hubungan kita hanya sebatas teman, tak lebih dan tak kurang! Aku tidak ingin melewati batas itu dan ku harap kau mengerti!"
Setelah berucap demikian, ia beranjak pergi dan meninggalkan Zhang Jinxu, pemuda itu menatap punggungnya yang mulai hilang di tengah gelapnya malam.
Zhang Jinxu hanya bisa merenungi perbuatannya barusan. Ia rasa apa yang ia katakan dan rasakan bukanlah hal yang salah. Ia nyaman bersama Chu Mei, apa salahnya jika ia mengungkapkan perasaannya? Dan kenapa dia tidak bisa menerimanya seperti kakak iparnya yang menerima sang kakak?
KAMU SEDANG MEMBACA
Triplets Princesses [END]
Fantasy'_Wang Xia Ai. Istri terkasih dan cinta pertama Zhang Xuen Chi _' Di Kekaisaran Wang. Kaisar Wang beserta Permaisuri Li Wei dikaruniai tiga putri kembar yang diberi nama Wang Xia Ai, Wang Chu Mei, dan Wang Mei Lan. Ketiganya disayangi dan dicintai o...
![Triplets Princesses [END]](https://img.wattpad.com/cover/316340766-64-k467194.jpg)