Di balik pintu, Wang Chu Mei yang sedari tadi ingin menemui kakaknya untuk bermain malah dikejutkan dengan adanya Putra Mahkota Kekaisaran Zhang.
Yap! Benar. Ia mengintip kakaknya dengan Putra Mahkota yang sedang saling berpelukan. Ia tidak bisa tidak berteriak senang, kakaknya akan segera menikah!!
"Aaaaaaaaa!!!" teriak Wang Chu mei yang mengejutkan sepasang kekasih itu.
"Astagaaaa!! Kakak ku akan segera menikah dengan seorang Putra Mahkota!!"
Gadis cantik itu berputar-putar heboh tanpa sadar mengeluarkan elemen Angin yang membuat barang-barang di Kediaman Matahari berhamburan, Zhang Xuen Chi dengan sigap segera melindungi Wang Xia Ai agar tidak terkena barang-barang yang terbang.
Setelah sadar akan kelakuan nya, ia lantas berhenti berputar dan menatap Zhang Xuen Chi yang sedang menatap nya tajam. Ia menunduk meruntuki kebodohannya.
"Apa yang kau lakukan? Kau hampir saja melukai Xia'er!" tegur pria tersebut marah.
"Sudahlah Xuen, tidak apa-apa, " ujar Wang Xia Ai menenangkan Zang Xuen Chi dengan lembut seraya mengusap lengan nya halus.
"Baik, mari ku kenalkan, dia Wang Chu Mei, saudara kembarku." Dia memperkenalkan adiknya pada Zhang Xuen Chi.
"Pantas saja dia dirumorkan putri yang nakal dan pembangkang, ternyata benar," ejek Zhang Xuen Chi dengan wajah meremehkan.
"Ulangi kata-katamu sekali lagi, atau aku akan melenyapkan mu!!" bentak Wang Chu Mei membela diri atas tuduhan itu. Yah, meskipun itu memang benar, ia tetap tidak terima.
"Chu Mei, jaga sikapmu!" ujar Wang Xia Ai yang melihat sikap berani adiknya yang selalu melawan.
"Tidak apa Xia'er, meskipun dia kurang ajar aku tidak akan menghukumnya karena dia adalah adikmu," ucap Zhang Xuen Chi sembari melirik ke arah Wang Chu Mei.
"Awas saja jika kau sampai tidak menjaga kakak ku dengan benar, maka!" Ia mengeluarkan elemen Api nya kemudian membakar kayu di samping Zhang Xuen Chi.
Pria itu membelalakkan matanya terkejut, bagaimana bisa Putri Wang Chu Mei yang terkenal tidak bisa apa-apa bisa menguasai elemen Api yang sangat rumit? Bahkan ia sendiri pun tak bisa.
"Ba-bagaimana kau bisa menggunakan elemen api yang mustahil dikuasai?" tanyanya terkejut.
Gadis itu tersenyum sombong, lalu melipat kedua tangan di depan dada dan berkata dengan nada mengejek,
"Kenapa? Terkejut? Ah, menguasai nya tidak sulit. Benar, kan, Kak?"
"I-iya itu benar. Aku, Chu Mei, dan Mei Lan. Kami bertiga memiliki keistimewaan, aku mohon jangan katakan pada siapapun kami mempunyai kekuatan yang sama dengan Mei Lan.."
Bagai disambar petir di siang hari, Zhang Xuen Chi kali ini benar-benar dibuat terkejut. Lelucon macam apa ini?
"Kenapa Xia'er? Bukankah bagus jika semua orang tahu jika kau mampu dan berbakat? Dengan begitu, kau akan dihormati." Zhang Xuen Chi masih bingung dengan jalan pikir calon istrinya ini. Mengapa dia menutupi anugrah hebat seperti itu?
"Aku hanya tidak ingin semua orang tahu tentang ini, Chu Mei dan aku sudah sepakat untuk merahasiakan ini, akan tiba saatnya untuk menunjukkan diri," jawab Wang Xia Ai mantap.
"Hufft, baiklah kalau itu maumu," balas nya pasrah.
"Jangan berdebat, tetaplah di sini, aku akan mengambil beberapa kue untuk kalian." Gadia cantik itu berlalu pergi meninggalkan kedua orang itu di sana dengan suasana panas. Mereka duduk di atas kursi.
Wang Chu Mei menatap Zhang Xuen Chi dari atas ke bawah dengan mata menyipit dan itu sukses membuatnya risih.
"Berhenti menatapku atau aku akan mencongkel bola matamu!"
"Aku masih bingung di mana letak ketampananmu," ujarnya heran.
Zhang Xuen Chi sontak melotot terkejut. Apakah dia serius mempertanyakan wajah tampan rupawan seperti ini?
"Apa kau buta?! Aku adalah pria tertampan di Kekaisaran ku!" ujarnya kesal sambil menunjuk wajahnya.
Gadis itu memutar bola matanya malas. Dia terlalu percaya diri.
"Ya, mungkin kau tampan, tapi tidak lebih tampan jika dibandingkan dengan pangeran lain di sini. Begitu saja sudah sombong," cibirnya.
"Kau!!"
"Ada apa ini?"
Suara lembut mengalun dari belakang dan tiba lah sosok Wang Xia Ai dengan membawa nampan berisi kue di tangannya dan diletakkan di atas meja.
"Tidak, Kak, pria ini mengangguku dan ketika dibalas malah tidak terima," kata Wang Chu Mei sambil mengambil sepotong kue buatan kakaknya.
Wang Xia Ai menatap Zhang Xuen Chi seolah meminta penjelasan, tapi pria tersebut justru terkejut karena Wang Chu Mei membalikkan fakta.
"Bohong, Xia'er! Bohong! Dia sudah memfitnah ku!" Dia menunjuk ke arah gadis di depannya mengharap pembelaan.
"Jadi? Siapa yang benar?"
"Aku!" jawab keduanya serempak yang semakin membuatnya bingung.
"Dengar, aku tidak tahu yang mana yang benar atau salah. Maka aku tidak mau berpihak pada siapapun," katanya yang kemudian duduk di samping Zhang Xuen Chi.
"Xia'er, apa aku tampan?" tanya Zhang Xuen Chi sembari menatap sengit ke arah Wang Chu Mei yang juga memandang nya dengan tatapan permusuhan.
"Ya, tentu saja, kamu sangat tampan seperti kata orang-orang."
Mendengar jawaban yang memuaskan, pria itu lantas menjulurkan lidahnya mengejek.
"Kau dengar? Atau mau ku belikan pil pendengaran sampai ke alam dewa?"
"Kau bertanya pada orang yang salah. Kakakku itu kekasihmu, jelas dia mengatakan jika kau itu tampan, padahal biasa-biasa saja," sahut Wang Chu Mei berkomentar.
"Ada apa sebenarnya kalian ini? Kenapa meributkan hal kecil seperti ini?"
"Ku ingatkan padamu, Xuen. Kamu jangan terlalu menghiraukan adikku, dia memang seperti itu. Jangan diambil hati," ujar Wang Xia Ai.
Wang Chu Mei mendengus kesal saat mendengar ucapan sang kakak.
"Huh, Kakak sangat tidak adil."
KAMU SEDANG MEMBACA
Triplets Princesses [END]
Fantastik'_Wang Xia Ai. Istri terkasih dan cinta pertama Zhang Xuen Chi _' Di Kekaisaran Wang. Kaisar Wang beserta Permaisuri Li Wei dikaruniai tiga putri kembar yang diberi nama Wang Xia Ai, Wang Chu Mei, dan Wang Mei Lan. Ketiganya disayangi dan dicintai o...
![Triplets Princesses [END]](https://img.wattpad.com/cover/316340766-64-k467194.jpg)