77. Wujud iblis Jun Xiang

112 7 0
                                        

Semua orang yang ada di sana begitu terkejut akan serangan tak terduga yang menargetkan Kaisar Zhang dan Putra Mahkota. Zhang Yi Yuan dan Zhang Jinxu langsung menghampiri kakak dan ayah mereka yang sedang sekarat.

"Kakak!"

"Ayah!"

"Xia'er..." Zhang Xuen Chi berucap lirih sambil tersenyum tipis. Bahagia karena akan menyusul istrinya meskipun denfan cara dibunuh seperti ini, tak lama kemudian pria itu memuntahkan darah segar dari mulutnya, tubuhnya membiru serta dingin, dan saat itu juga Kaisar Zhang dan Zhang Xuen Chi menghembuskan nafas terakhir mereka.

Kedua pangeran itu menangis meratapi kematian kakak dan ayah mereka. Rasa sakit hati menghantam hati Zhang Yi Yuan. Pemuda itu mengepalkan tangannya dengan wajah bergetar dan mata yang memerah penuh dendam.

"Ibu benar-benar seorang iblis!" batinnya penuh kebencian.

Zhang Yi Yuan sangat yakin jika ibunya lah yang membunuh ayah dan kakaknya untuk mengosongkan kursi singgasana. Jika tidak, mengapa pasukan hitam itu hanya menyerang kaisar dan Putra Mahkota? Dan bukan dirinya atau Zhang Jinxu. Ayahnya adalah seorang kaisar, dan kakaknya adalah Putra Mahkota yang akan mewarisi tahta kekaisaran. Sungguh ia tak menyangka jika semuanya akan separah ini. Ibunya sudah tidak waras!

Bersamaan dengan kematian Kaisar Zhang dan Zhang Xuen Chi, Yoshan bersama Yilao berhasil mengalahkan Naga Hitam Legendaris dan langsung mengubah naga itu menjadi abu.

"Selesai sudah," gumam Wang Chu Mei. Ia melihat kakak iparnya dan Kaisar Zhang yang kini tewas. Suasana di sini sangat suram. Kesedihan dan tangisan menyelimuti tempat ini.

"Bagus-bagus! Pasukan ku, kalian bisa kembali!!"

Dari arah belakang, suara seorang wanita terdengar dari atas pintu gerbang.

Hap..!

Tubuh Wang Mei lan mendarat dengan sempurna di atas tanah. Wanita itu menatap Wang Chu Mei dengan sorot mata menantang. Wang Chu Mei mengerutkan alisnya sengit. Ia tak menyangka si licik ini masih hidup setelah lama menghilang. Rupanya dia masih tetap sama, jahat dan licik.

"Apa kabar, Ayah?" tanya Wang Mei Lan. Dia memainkan helaian rambutnya, menatap mereka dengan wajah sombong.

"Ka-kau?!" ucap Kaisar Wang terkejut.

Wang Mei Lan memutar bola matanya malas.

"Aku masih hidup, jangan melihatku seperti itu," katanya jengah. Jahat sekali mereka yang telah mengira dirinya sudah mati sampai menatap sebegitunya.

Wang Chu Mei memandang remeh ke arah saudara kembarnya. Sama seperti apa yang selalu dilakukannya dahulu, dan Wang Mei Lan sama sekali tak suka dipandang demikian.

"Apa yang kau pertaruhkan hingga pasukan itu menuruti semua perintah mu?" tanya Wang Chu Mei meremehkan.

"Apa kau menjual tubuhmu untuk dinikmati para iblis itu? Atau.. kau bahkan rela menukar nyawamu?"

"Kau!" Wang Mei Lan menunjuk Wang Chu Mei geram. Dia mengatur emosinya, kemudian tersenyum mengejek.

"Aiyo! Mengapa kau hanya sendirian?" ucap Wang Mei Lan sembari mengedarkan pandangannya ke sana-ke mari, seolah sedang mencari sesuatu.

"Tumben sekali, biasanya kalian berdua selalu menempel kemana-mana, di mana Kakak yang sangat kau cintai itu?" tanya wanita tersebut seraya tersenyum miring. Sesaat kemudian dia menepuk kepalanya pelan dengan raut wajah terkejut yang dibuat-buat.

"Aku hampir lupa. Si sampah itu, kan sudah mati!" ejek Wang Mei Lan dengan menekan kata terakhirnya penuh kepuasan.

Mata Wang Chu Mei memerah menahan air mata, tangannya terkepal erat. Sungguh ia ingin sekali memusnahkan rubah licik ini.

 Triplets Princesses [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang