Di perjalanan, Wang Chu Mei berjalan kesal sambil sesekali menghentakkan kakinya ke tanah. Ia tidak mengerti dengan jalan pikiran Zhang Jinxu. Memangnya kalau berteman itu harus melibatkan perasaan?
"Mau berteman saja harus memakai perasan. Apa bagusnya aku ini sampai sekelas pangeran sepertinya bisa tertarik padaku?" ujarnya menggerutu. Ia membuka pintu kamarnya dan melemparkan tubuhnya ke kasur kemudian menarik selimut.
"Ku rasa keputusan ku untuk pulang saja itu sudah benar. Aku tidak bisa berlama-lama di sini, apalagi dengan manusia seperti itu," gerutunya, lalu menutup tubuhnya dan segera tidur.
~~~~~
Matahari bersinar di pagi hari, hingga tak sadar bahwa cahaya nya yang masuk melalui jendela telah mengusik sepasang pengantin baru yang sedang tidur dengan tubuh ditutupi selimut. Entah apa yang mereka lakukan semalam.
"Ugh..."
Suara lenguhan berasal dari Wang Xia Ai, terusik dengan cahaya matahari yang masuk melalui celah jendela dan mengenai wajahnya.
Ia menoleh ke samping di mana Zhang Xuen Chi terbaring, dia yang sudah menjadi suaminya sekarang. Hanya ada satu kata yang dapat menggambarkan ketampanan suaminya ini yaitu 'sempurna'. Alis hitam menyerupai pedang, mata tajam, hidung mancung, rahang tegas, bibir tipis yang indah. Sungguh sangat sempurna.
Zhang Xuen Chi sudah terbangun dari tadi, ia merasakan bahwa istrinya sedang memandangi wajahnya.
"Xia'er, aku tahu aku sangatlah tampan," gumamnya memergoki Wang Xia Ai yang tengah memandangnya. Ia tersenyum jahil menatap sang istri. Dia sangat manis.
Mengetahuinya, Wang XAi menutup wajahnya karena malu, ia bersembunyi pada dada bidang Zhang Xuen Chi yang tidak mengenakkan hanfu, begitupun ia sendiri. Sementara Zhang Xuen Chi terkekeh melihat kelakuan istrinya itu, ia memeluknya erat dan mengusap surai halusnya.
"Sudahlah, tidak perlu malu Xia'er, aku sudah melihat semuanya."
Blushh!
Pipi Wang Xia Ai merah bagai kepiting rebus. Ia semakin meringsut ke bawah dada Zhang Xuen Chi untuk menutupi rasa malunya yang sudah memuncak. Entah di mana wajahnya sekarang. Apa-apaan ini?!
Pria itu tertawa kecil.
"Mengapa kamu ke arah sana, Xia'er? Apa kamu menginginkannya lagi?" kata Zhang Xuen Chi menggoda yang sontak membuat Wang Xia Ai mengangkat kepalanya panik dan menatap mata sang suami yang menatapnya jahil.
"Xuen!" Ia melengkungkan bibirnya kesal.
"Hahahaha, baiklah-baiklah Xia'er. kemarilah." Zhang Xuen Chi memeluk istrinya sayang. Ia berjanji akan selalu mencintai Wang Xia Ai selamanya dan tidak akan mengambil selir apapun yang terjadi.
Wang Xia Ai yang mendapat perlakuan manis pun membalas pelukan Zhang Xuen Chi erat. Hingga sebuah pikiran melintas di otak kecilnya.
"Xuen..?" panggilnya ragu-ragu.
"Hmmm..." Zhang Xuen Chi membalas dengan deheman sambil terus mengusap rambut lembut wanitanya.
"Apa kamu akan menepati janjimu untuk tidak mengambil selir? Aku sangat takut bahwa kamu akan melanggarnya," ujarnya lirih, menatap Zhang Xuen Chi yang kini berhenti mengelus rambutnya, dan beralih menatapnya.
"Tentu saja tidak, Xia'er. Jika itu terjadi, maka aku tidak akan pernah bahagia selama sisa hidupku, dan itu janjiku padamu," ucap Zhang Xuen Chi sambil mencubit hidung mungil nya gemas.
"Aku ingin membersihkan diri dul...."
Belum selesai Wang Xia Ai berbicara, tapi sudah Zhang Xuen Chi memotong ucapan nya dan langsung menggendongnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Triplets Princesses [END]
Fantasi'_Wang Xia Ai. Istri terkasih dan cinta pertama Zhang Xuen Chi _' Di Kekaisaran Wang. Kaisar Wang beserta Permaisuri Li Wei dikaruniai tiga putri kembar yang diberi nama Wang Xia Ai, Wang Chu Mei, dan Wang Mei Lan. Ketiganya disayangi dan dicintai o...
![Triplets Princesses [END]](https://img.wattpad.com/cover/316340766-64-k467194.jpg)