Di Kekaisaran Zhang...
Di Kediaman Anggrek milik selir Rong Chen. Sayup-sayup terdengar suara jeritan seorang gadis yang tengah kesakitan. Namun, tak ada seorangpun yang datang, menengok atau penasaran. Tak ada yang peduli meski tahu bahwa yang sedang tersiksa di dalam adalah Zhang Bai Nian. Siapa yang mau menolongnya? Tak ada.
"Akh!.. Ibu, ampun Ibu..!"
"Cukup ibu..! Ampuni aku..!"
Bukan hanya sekedar cambukan biasa. Namun, cambuk itu telah diberi aliran energi spiritual oleh selir Rong Chen agar putrinya jera. Kali ini ia akan mendidik dia dengan cara yang keras. Dia sangat senang bersikap semena-mena pada orang lain tanpa memandang status dan sering membuat Kaisar Zhang marah besar karenanya.
Pelayan yang berlalu-lalang dan pengawal yang berjaga di Kediaman Anggrek bahkan bisa mendengar suara kesakitan gadis licik itu dengan amat jelas. Bukannya merasa kasihan, mereka malah bersorak dalam hati, karena akhirnya Selir Agung menghukum putrinya yang sangat kejam dan jahat itu. Kenapa tidak dari dulu saja? Dia sangat menyebalkan.
CTAR..!!
Satu cambukan melayang keras mengenai punggung Zhang Bai Nian yang kini terkulai lemas di lantai. Napasnya tercekat sambil merasakan betapa pedihnya luka di punggungnya.
"Satu kali untukmu yang sudah mengancam posisi yang telah Ibu jaga!!"
CTAR..!!
"Dua kali untukmu yang mempermalukan Ibu dihadapan semua orang!!"
CTAR..!!
"Tiga kali untukmu yang tidak mau mendengar ucapan Ibu!!"
Selir Rong Chen mencambuk putrinya tanpa ampun. Bahkan di matanya sudah tidak ada jejak kasih sayang lagi di sana, yang ada hanyalah bagaimana cara membuat gadis ini jera.
Zhang Li Mei yang mendengar suara ribut-ribut dari dalam kediamannya ibunya langsung masuk karena merasa penasaran. Ia sebenarnya ingin mengunjungi ibunya untuk minum teh bersama dengan kakaknya.
"Salam, Yang Mulia Putri Keempat."
Dua pengawal yang berjaga di halaman kediaman milik selir Rong Chen memberikan salam hormat pada Zhang Li Mei. Putri keempat dari selir Rong Chen. Berbeda dengan kakaknya, Zhang Li Mei memiliki sikap ramah dan lembut, wajahnya cantik menggemaskan dengan pipi tembeb imut, membuat siapa saja langsung merasa senang ketika ada di dekatnya.
"En. Pengawal, apa yang terjadi di kediaman Ibu?" tanya Zhang Li Mei penasaran.
"Menjawab, Yang Mulia Putri, Selir Agung sedang menghukum putri ketiga," jawab salah satu pengawal sedikit menundukkan kepalanya.
Zhang Li Mei yang mendengar itu pun langsung berlari cepat masuk menuju kediaman, takut bahwa sang kakak akan mati mengenaskan di tangan ibunya.
BRAKK!!
Pintu kediaman dibuka dengan keras oleh Zhang Li Mei yang panik. Matanya melihat seorang gadis yang terkulai lemas dilantai dengan darah menetes di sekujur tubuhnya. Wanita di sisinya tampak seperti iblis yang siap mencabut nyawanya kapan saja, matanya yang memancarkan kilat merah jelas menunjukkan jika dia sedang marah.
Zhang Li Mei berlari menghampiri kakaknya, lalu memeluknya. Ia sangat menyayangi kakaknya meskipun dia sering berbuat ulah, tapi baru kali ini ibunya menghukum kakaknya hingga sekejam ini.
Selir Rong Chen yang hendak melayangkan cambuk, seketika berhenti ketika melihat putrinya masuk sambil menangis.
"Li'er.."
"Hentikan, Ibu. Li'er mohon.."
Gadis cantik itu menghampiri selir Rong Chen dan memeluk kaki ibunya memohon pengampunan atas nama kakaknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Triplets Princesses [END]
Fantasy'_Wang Xia Ai. Istri terkasih dan cinta pertama Zhang Xuen Chi _' Di Kekaisaran Wang. Kaisar Wang beserta Permaisuri Li Wei dikaruniai tiga putri kembar yang diberi nama Wang Xia Ai, Wang Chu Mei, dan Wang Mei Lan. Ketiganya disayangi dan dicintai o...
![Triplets Princesses [END]](https://img.wattpad.com/cover/316340766-64-k467194.jpg)