Tapi sebelum Zhang Jinxu benar-benar meninggalkan tempat itu, Wang Xia Ai segera menghentikan nya.
"Tunggu, pangeran kedua!"
Pemuda tampan itu berbalik dan menatap Wang Xia Ai dengan wajah sendu.
"Yang Mu.., Ibunda, jangan menghukum pangeran kedua, dia tidak sengaja memegang tanganku dengan keras tadi," ucapnya membujuk Permaisuri Liu Ning agar mengurung kan niatnya untuk menghukum Zhang Jinxu.
Permaisuri Liu Ning cukup terkejut mendengar Xia Ai yang memintanya untuk membatalkan hukuman putranya, tapi kemudian ia mengangguk.
"Kau tidak kesal atau marah padanya?" Dia bertanya heran.
Gadis cantik tersebut menggeleng pelan sambil tersenyum manis.
"Sama sekali tidak. Mohon Ibunda memaafkan pangeran kedua," pintanya.
"Baiklah. Jinxu, ke mari."
Zhang Jinxu menuruti perkataan sang ibu, kemudian berjalan menghampirinya.
"Kau lihat Putri Wang Xia Ai? Dia membujuk Ibu untuk tidak menghukum mu. Kau tidak akan Ibu hukum, tapi untuk kedepannya, jangan menyusahkan nya lagi. Mengerti?!" kata Permaisuri Liu Ning memberi peringatan.
"Benarkah, Bu?" Zhang Jinxu memastikan dengan semangat.
"En."
"Hore! Kau memang kakak ipar yang baik, Kak." Pemuda itu bersorak, ia hendak menjabat tangan Xia Ai, tapi segera dihentikan Zhang Xuen Chi.
"Jangan menyentuhnya!" kata Zhang Xuen Chi penuh penekanan memberikan peringatan pada adiknya.
"A-ah baiklah, terima kasih kakak ipar. Karenamu, aku tidak jadi dikurung," ucapnya berterima kasih dengan tulus.
Untung saja kakaknya memilih kan kakak ipar yang cantik dan baik seperti Putri Wang Xia Ai. Dia sangat berbeda dari gadis-gadis yang mendekati kakaknya. Gadis-gadis yang mendekati kakaknya sangat jelek dan licik, ia tidak pernah menyukai penjilat seperti mereka.
"Sama-sama, pangeran kedua." Wang Xia Ai menjawab dengan senyum manisnya.
"Jangan pangeran kedua, aku sudah menganggapmu sebagai kakak ipar," kata Zhang Jinxu dengan manja.
"Baiklah, adik ipar." Ia tertawa kecil mendengar sifat manja Zhang Jinxu yang sama seperti Xuen nya.
Kaisar dan Permaisuri yang melihat interaksi antara anaknya dan calon menantunya pun ikut senang. Syukurlah Wang Xia Ai tidak seperti gadis-gadis penjilat dan licik seperti gadis lain nya yang pernah mendekati putra mereka. Namun, diam-diam di belakang sana ada seorang selir yang memandang gadis tersebut dengan tatapan penuh permusuhan.
"Sebaiknya kalian beristirahat di kediaman masing-masing. Pelayan, antar putri sulung dan putri kedua ke kediaman mereka." Setelah memberikan perintah, kaisar, permaisuri dan para selir meninggalkan mereka berempat.
Zhang Jinxu yang baru menyadari ada putri kedua pun mengalihkan pandangannya dan menatap gadis cantik yang menatapnya tajam dan penuh waspada.
"Hei, jangan begitu. Mari berkenalan, namaku Zhang Jinxu, pangeran yang paling tampan di istana ini," katanya sok akrab.
Zhang Xuen Chi memutar bola matanya malas. Jika dilihat dari sudut manapun, jelas ia lah satu-satunya yang tertampan di Kekaisaran Zhang.
Zhang Jinxu mengulurkan tangannya untuk berkenalan dengan putri cantik ini. Sepertinya mereka bisa menjadi teman.
"Namaku Wang Chu mei," balasnya dengan raut wajah datar.
Gadis itu membalas uluran tangan Zhang Jinxu. Ia melihat pangeran konyol yang satu ini dengan teliti dari atas ke bawah, yah.. tidak terlalu buruk, mungkin dia bisa menjadi temannya.
"Permisi tuan putri, mari hamba antar menuju kediaman," ucap dua pelayan itu mengajak Wang Xia Ai dan Wang Chu Mei menuju kediaman mereka.
"Maaf, aku ingin segera tidur sekarang, mungkin kita bisa melanjutkan obrolan kita nanti siang. Sampai jumpa." Ia kemudian melenggang pergi menyusul kakaknya dan meninggalkan Zhang Jinxu dan Zhang Xuen Chi berdua.
"Awas saja jika kau berbuat ulah, Jinxu!" pria itu menatap adiknya tajam.
"Tidak Kak, aish, ck! Ngomong-ngomong, apakah Putri Wang Chu Mei orang yang bisa diajak berteman? Aku lihat tatapan matanya sangat tajam, aku takut akan kesulitan berteman dengannya," ucap Pemuda tersebut pada kakaknya, mungkin saja kakaknya tau sifat Wang Chu Mei.
Zhang Xuen Chi tersenyum sinis. Heh, apa kata adiknya tadi? Berteman? Dengan Wang Chu Mei? Ingin sekali ia tertawa saat ini. Yang benar saja?! Orang menyebalkan seperti Chu Mei bisa berteman dengan orang cerewet seperti Jinxu kalau dilihat dari sisi manapun mereka sama sekali tidak cocok.
"Asal kau tau Jinxu. Putri Wang Chu Mei itu sangat sulit diajak berteman, apalagi dengan sifat cerewet sepertimu. Mungkin dia akan menendangmu," ejek Zhang Xuen Chi menakut-nakuti Zhang jinxu. Hingga akhirnya tawanya lepas begitu saja.
"Tidak akan, aku ingin berteman dengannya, aku tak memiliki teman di istana ini. Kau tau sendiri, seperti apa anak-anak selir itu, mereka sangat sombong," ucap Zhang Jinxu cemberut.
Kaisar Zhang memiliki satu Permaisuri dan tiga selir, dan dari masing-masing istri kaisar memiliki dua anak.
Permaisuri Liu Ning:
1. Putra Mahkota Zhang Xuen Chi (20 tahun)
2. Pangeran Zhang Jinxu (18 tahun)
Selir Pertama Rong Chen:
3. Putri Zhang Bai Nian (16 tahun)
4. Putri Zhang Li Mei (14 tahun)
Selir kedua Ling Niu:
5. Pangeran Zhang Yi Yuan (15 tahun)
6. Putri Zhang Xuerong (11 tahun)
Selir ketiga Shi Mei:
7. Pangeran Zhang Xuen Yi (10 tahun)
8. Pangeran Zhang Liang wu (8 tahun)
Ada lima pangeran dan tiga putri. Mereka anak sesuai no urut di atas ya👆.
Di zaman ini orang-orang menikah di usia muda, wajar saja jika Wang Xia Ai menikah di usia 16 tahun.
KAMU SEDANG MEMBACA
Triplets Princesses [END]
Fantasy'_Wang Xia Ai. Istri terkasih dan cinta pertama Zhang Xuen Chi _' Di Kekaisaran Wang. Kaisar Wang beserta Permaisuri Li Wei dikaruniai tiga putri kembar yang diberi nama Wang Xia Ai, Wang Chu Mei, dan Wang Mei Lan. Ketiganya disayangi dan dicintai o...
![Triplets Princesses [END]](https://img.wattpad.com/cover/316340766-64-k467194.jpg)