Usai mandi, Wang Mei Lan langsung menuju Sekte Pedang Neraka yang dimaksud sosok pria tadi, meskipun ia sama sekali tidak mengetahui di mana letak sekte aneh itu. Katakan saja ia bodoh karena mau-mau saja menerima tawaran tidak jelas nya.
Gadis itu kembali mengumpat, menggerutu dan menyumpahi sosok pria aneh kemarin. Pasalnya, ia sama sekali tidak menemukan jalan keluar atau jalan menuju sekte yang katanya ada di sekitar sini. Apakah dia hantu atau makhluk gaib yang memiliki kawasan tersembunyi?
"Bajingan!! Awas saja jika pria aneh menyebalkan itu menipuku!"
"Tapi tunggu, giok ini...."
Wang Mei Lan teringat sesuatu. Ia mengambil giok yang menggantung di ikat pinggang hanfu nya, lalu mengamati setiap inci yang kelihatannya biasa saja. Ia meraba-raba giok tersebut, berharap menemukan sebuah mantra atau apapun yang bisa menunjukkan jalan menuju Sekte Pedang Neraka.
Setelah membolak-balik giok di tangannya, Wang Mei Lan akhirnya menemukan sebuah tulisan kabur yang nyaris tak terlihat.
"Ck! Tulisan apa ini?! Aku bahkan tidak bisa membacanya! Salahkan hutan ini karena menutupi cahaya matahari!" gerutunya sembari menyipitkan matanya untuk melihat lebih jelas. Ternyata begini rasanya menjadi orang rabun dekat.
Wang Mei Lan teringat sesuatu, lalu kembali mengumpat.
"Oh demi hanfu ku yang sobek! Betapa bodohnya dirimu. Kau memiliki kekuatan besar dan elemen Api."
"Ya, itu bisa membantuku." Kemudian gadis tersebut menciptakan api di atas telapak tangannya untuk menerangi tulisan kabur itu agar setidaknya ia bisa membacanya.
Yap! Dapat!
Ia segera mengamati tulisan itu. Benar saja, tulisan itu seperti sebuah mantra. Hanya saja, tulisan ini menggunakan huruf kuno. Namun, ini bukan masalah besar karena ia adalah lulusan terbaik akademi bahasa.
Wang Mei Lan segera membaca tulisan yang ia yakini itu adalah sebuah mantra tersebut sambil memejamkan mata. Beberapa saat setelah ia merapalkan mantra itu, akan tetapi tidak ada aura aneh atau pergerakan yang ia rasakan.
Baru saja ingin mengumpat lagi. Namun, ketika membuka mata, bibirnya bungkam.
Tempat apa ini...?
Begitulah kira-kira yang ada di pikirannya saat ini.
Wang Mei Lan mendapati dirinya berada di depan gerbang yang berada di tengah hutan. Gerbang kayu yang tak memiliki pintu dan hanya terdapat dua pilar besar kuno yang berdiri kokoh. Di tengahnya terdapat jalan berbatu setapak yang mungkin adalah jalan ke arah tujuan nya. Ia berjalan mengikuti jalan setapak itu dengan perasaan bimbang. Jika ia tersesat bagaimana? Ah, sudahlah tempat antah berantah ini cukup membuatnya penasaran. Mati pun mati lah, ia tak peduli.
Hingga sampailah pada sebuah istana megah berwarna hitam yang terlihat suram. Ia mengerutkan keningnya heran.
"Hei? Kenapa ada istana sebesar ini di sini? Warnanya tidak menarik pula, pasti pemilik dari istana ini memiliki wajah yang sangat jelek," ujarnya spontan, mengomentari bentukan dari tempat yang sama sekali tak menarik itu.
Ada dua deretan panjang penjaga berhanfu petarung berwarna hitam yang berdiri siap siaga, jangan lupakan ekspresi kaku dan menakutkan mereka. Ini juga, tak ada satupun dari mereka yang tampan. Tempat macam apa ini? Payah sekali!
Wang Mei Lan menelan ludahnya dengan susah payah, tapi tekad dan egonya lebih kuat. Ia mengubah ekspresi nya menjadi lebih baik dan arogan. Ia melipat kedua tangannya di depan dada sambil melangkah maju.
KAMU SEDANG MEMBACA
Triplets Princesses [END]
Fantasy'_Wang Xia Ai. Istri terkasih dan cinta pertama Zhang Xuen Chi _' Di Kekaisaran Wang. Kaisar Wang beserta Permaisuri Li Wei dikaruniai tiga putri kembar yang diberi nama Wang Xia Ai, Wang Chu Mei, dan Wang Mei Lan. Ketiganya disayangi dan dicintai o...
![Triplets Princesses [END]](https://img.wattpad.com/cover/316340766-64-k467194.jpg)