Pesta telah usai, para tamu pergi beristirahat di kediaman masing-masing yang memang sudah disiapkan Kaisar Zhang untuk para tamu bermalam.
Di kediaman Matahari (Kediaman Zhang Xuen Chi)
Tampaklah sepasang pengantin baru yang sedang melakukan kegiatan mereka masing-masing. Ada Wang Xia Ai saat ini sedang membuka semua perhiasannya serta mengganti hanfu nya dengan hanfu tidur yang tipis, sehingga memperlihatkan lekuk tubuhnya.
Tanpa memperdulikan ekspresi kaku suaminya yang menelan ludah mati-matian ketika melihat tubuh Wang Xia Ai yang telah menjadi istrinya.
Gadis cantik itu berbalik hendak tidur, tapi tangan nya segera ditarik oleh sebuah lengan kekar milik Zhang Xuen Chi hingga membuatnya jatuh dan duduk dipangkuan pria itu yang menatapnya lapar. Wang Xia Ai mengerutkan alisnya gusar.
"Ap-apa yang kau lakukan, Xuen?" Wang Xia Ai berucap pelan, hingga tak sadar bahwa keringat dingin sudah membasahi dahinya. Zhang Xuen Chi semakin tak tahan ketika melihat ekspresi lucu istrinya itu.
"Apa yang ku lakukan?" suara serak dan menggoda Zhang Xuen Chi mengalun di telinga istrinya itu.
"Xuen, kau sangat menakutkan..." ucapnya pelan. Habislah ia malam ini!
"Ya, dan orang menakutkan ini adalah suamimu sekarang, hmm?" Tanpa basa-basi dia membalik posisi dan menindih Wang Xia Ai di bawah kukungannya, melumat bibir kecil istrinya dengan rakus.
Wang Xia Ai hampir kehabisan napas di bawah pimpinan permainan suaminya. Ia menepuk-nepuk bahu pria itu. Zhang Xuen Chi melepaskan ciumannya, ia menatap bingung pada istrinya.
Wang Xia Ai memajukan bibirnya kesal.
"Huuh.. aku tidak bisa bernafas!" ujarnya mengeluh. Namun, respon pria itu berbanding balik dengan yang diharapkan Wang Xia Ai, dia kembali menciuminya secara tiba-tiba.
Mulai terbawa suasana, akhirnya ia mengikuti permainan suaminya.
Wang Xia Ai membalikkan posisi, kini dirinya duduk di atas perut Zhang Xuen Chi. Ia mengusap-usap bibir pria itu sambil tersenyum miring.
"Biarkan aku melayanimu," bisiknya yang mampu membuat sekujur tubuh pria itu merinding.
Wang Xia Ai mengendus-endus aroma tubuh Zhang Xuen Chi dan menggeliat dengan liar.
Cup..
Satu kecupan manis mendarat di bibir keduanya, dan errr.... biarlah mereka melanjutkan urusan mereka..
///////
Di tempat lain, Wang Chu Mei sedang berpesta dengan Zhang Jinxu di kolam air terjun yang kebetulan ada di belakang kediaman nya. Sebenarnya bukan berpesta, hanya pertemuan biasa dan ia dipaksa oleh pemuda itu. Mau tak mau ia harus menerimanya.
Mereka duduk bersebelahan di sebuah meja kecil dengan dua kursi. Wang Chu Mei duduk sembarangan dengan satu kaki terangkat tanpa malu dan mengabaikan etika sopan santun atau apalah itu ia sama sekali tidak peduli. Berbeda dengan Zhang Jinxu yang memang duduk sopan sesuai aturan. Namun, ia tak mempermasalahkan sikap temannya itu dan malah menganggapnya lucu.
"Hei, bukankah kita berteman?" tanya Wang Chu Mei pada Zhang Jinxu yang sedang meminum teh usai mengunyah makanan.
"Hhmmm.. ya, ya tentu saja," jawab pemuda tersebut dengan mulut penuh sambil mengangguk.
"Lalu aku harus memanggilmu dengan sebutan apa? Jinxu? Pangeran?"
Pemuda tampan itu meminum teh nya untuk menelan kue yang tersangkut di tenggorokannya, kemudian menjawab,
KAMU SEDANG MEMBACA
Triplets Princesses [END]
Fantasy'_Wang Xia Ai. Istri terkasih dan cinta pertama Zhang Xuen Chi _' Di Kekaisaran Wang. Kaisar Wang beserta Permaisuri Li Wei dikaruniai tiga putri kembar yang diberi nama Wang Xia Ai, Wang Chu Mei, dan Wang Mei Lan. Ketiganya disayangi dan dicintai o...
![Triplets Princesses [END]](https://img.wattpad.com/cover/316340766-64-k467194.jpg)