Zhang Xuen Chi tidak menghiraukan ejekan dan kata-kata aneh yang Wang Chu mei lontarkan.
"Kau ingin ikut ke Kekaisaran Zhang, bukan?" Tanya pria itu.
Dia mengangguk semangat.
"En!"
"Tapi!" Zhang Xuen Chi kembali bersuara dan membuat Wang Chu Mei tegang.
"Ada beberapa syarat yang harus kau penuhi jika ingin ikut dengan kakak mu, kalau kau tak sanggup aku akan meninggalkan mu di sini," sambungnya sembari menatap wajah Wang Chu Mei yang berkeringat dingin, ia tersenyum miring, kemudian berkata,
"Pertama, kau tidak boleh bersikap seenaknya di sana karena itu istana ku."
"Dua, kau harus bersikap sebaik mungkin pada anggota keluargaku dan tidak boleh berbicara seenaknya."
"Tiga, kalau kau melanggar syarat pertama dan kedua, maka..."
Zhang Xuen Chi mengepalkan keempat jarinya dan menyisakan jempolnya, lalu mengarahkan jempol itu di lehernya, menggerakkan seolah menyayat leher.
Gadis itu menelan ludah kasar. Meskipun ia pembangkang dan nakal, tapi ia masih tahu rasa takut mati. Kemudian dengan cepat mengangguk patuh.
"Ba-baiklah aku setuju," jawab Chu Mei.
"Bagus." Pria itu berkata dengan senyum penuh kemenangan, kemudian bangun dari duduknya dan berjalan keluar kediaman matahari, Wang Xia Ai yang melihat itu pun bersuara.
"Kau mau ke mana, Xuen?"
"Aku ingin menghubungi tangan kananku untuk memberitahu Ayah, kalau aku akan kembali membawa calon menantu untuknya, hmm.." Zhang Xuen Chi menjawab sembari menggoda Wang Xia Ai yang pipinya sudah memerah karena malu.
Pria itu pun tertawa kecil, kemudian melanjutkan langkah nya menemui orang kepercayaan nya, Bao San, untuk memberitahu ayahnya agar mengirim kereta kuda esok hari untuk calon istrinya.
Di perjalanan, Zhang Xuen Chi berpapasan dengan Wqng Mei Lan bersama para antek-antek yang sangat banyak mengekorinya.
Wang Mei Lan yang melihat sang pujaan hati terlihat segera merapikan pakaian nya. Ia memakai hanfu merah dengan sulaman bunga emas di setiap inci hanfu nya, dan jangan lupakan pakaian yang sangat ketat memperlihatkan buah dadanya yang terekspos begitu saja, segera ia memasang senyuman terbaiknya.
Bukan nya tergoda, pria itu malah menatap jijik. Apakah ini yang di sebut putri kesayangan Kaisar dan Permaisuri Wang?
'SSeperti jalang.' Batin Zhang Xuen Chi memasang wajah cuek.
"Sal.."
Saat gadis itu hendak menyapa, Zhang Xuen Chi segera menghindar secepat mungkin agar tidak bertemu putri menjijikkan itu.
Wang Mei Lan yang diabaikan pun menggeram marah. Ia menghentakkan kakinya ke lantai dengan jengkel. Jelas-jelas ia lebih cantik daripada kakaknya itu!
"Gara-gara kau Xia Ai sialan! Putra Mahkota jadi mengacuhkan ku. Aku harus segera menyingkirkan nya dan merebut posisi yang seharusnya aku dapatkan," gumam Wang Mei Lan sambil menyusun rencana licik, kemudian melanjutkan langkahnya.
Dari kecil dirinya selalu mendapatkan apa saja yang ia inginkan, bahkan nyawa seseorang sekalipun, dan sekarang ia akan melakukan apapun untuk mendapatkan Putra Mahkota Kekaisaran Zhang dengan cara apapun. Jika lawannya hanya Xia Ai yang lemah itu, tentu saja sama sekali tidak menjadi masalah baginya.
Gadis lemah itu hanya bisa menangis dan meringkuk di sudut ruangan, ia rasa, satu botol racun sudah lebih dari cukup untuk menghilangkan nyawanya.
Jika gadis lemah dan bodoh itu mati pun, tidak akan ada yang perduli padanya. Malang? Ya! Tentu saja.
Kalau dipikir-pikir, hidupnya sangatlah mengenaskan. Diacuhkan, ditindas, disiksa, cacian dan makian sudah menjadi makanannya setiap hari.
Kasihan? Tentu saja tidak, itu adalah hal konyol yang pernah ada di dalam dirinya. Ia beruntung memiliki tanda lotus merah ini.
Takdirnya memang seperti itu, maka harusnya dia terima saja, mengapa harus merasa kasihan? Itu sama sekali bukan gaya nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Triplets Princesses [END]
Fantasy'_Wang Xia Ai. Istri terkasih dan cinta pertama Zhang Xuen Chi _' Di Kekaisaran Wang. Kaisar Wang beserta Permaisuri Li Wei dikaruniai tiga putri kembar yang diberi nama Wang Xia Ai, Wang Chu Mei, dan Wang Mei Lan. Ketiganya disayangi dan dicintai o...
![Triplets Princesses [END]](https://img.wattpad.com/cover/316340766-64-k467194.jpg)