68. Bertemu

116 8 0
                                        

Kini, rombongan Kaisar Wang sudah menuju ke Kekaisaran Zhang untuk menghadiri undangan perayaan kehamilan putrinya. Mereka begitu bersemangat untuk menghadiri acara ini, bagaimanapun semuanya sudah membaik dan tak seperti dulu.

Kaisar Wang menunggangi kuda memimpin rombongan dengan dua ratus prajurit dan puluhan penjaga bayangan yang juga ikut mengiringi. Menjadikan rombongan mereka sebagai rombongan yang terlihat paling mengesankan di mata semua orang.

Sementara Wang Chu Mei dan Permaisuri Li Wei berada di dalam kereta sambil mengobrol dekat layaknya seorang Ibu dan anak yang saling menyayangi. Tak bisa dibohongi bahwa setelah kepergian Wang Mei Lan yang entah ke mana, ia akhirnya bisa merasakan posisi gadis ular itu selama bertahun-tahun lalu, ternyata sangat menyenangkan.

"Ibu, bisakah kita sedikit lebih lama di Kekaisaran Zhang?" ujarnya memohon dengan menampilkan wajah memelas.

"Ada apa? Bukankah perayaan nya hanya dua hari?" tanya Permaisuri Li Wei bingung.

"Bukan apa-apa. Hanya saja, aku sedikit merindukan Kakak," jawab Wang Chu Mei sambil menunduk.

Permaisuri Li Wei menatap putrinya sendu. Ia tahu bahwa mereka sangat dekat, tentu saja dia merindukan kakaknya. Tangannya terulur untuk mengusap rambut panjang putrinya.

"Baiklah, Ibu akan bicara pada ayahmu." Ucapan Permaisuri Li Wei sontak membuat Wang Chu Mei mendongak dengan mata berbinar.

"Benarkah?" tanya antusias gadis itu tak percaya.

"En."

Permaisuri Li Wei mengangguk dengan senyuman.

"Terima kasih!" Ia memeluk ibunya penuh suka cita dan dibalas oleh Permaisuri Li Wei. Begitulah kira-kira percakapan antara anak dan Ibu. Hingga mereka sampai di gerbang Kekaisaran Zhang.

Perayaan kali ini benar-benar tidak main-main. Kaisar Zhang sangat menunjukkan betapa dia begitu menyayangi menantunya. Dapat dilihat dari dekorasi yang megah dan mewah, serta meriahnya di sepanjang jalan Kekaisaran Zhang. Kaisar Wang tersenyum simpul ketika melihat pesta perayaan untuk putrinya. Istana ini benar-benar memperlakukan putrinya dengan baik.

Wang Chu Mei sangat bersemangat untuk bertemu dengan kakaknya dan akan berbicara banyak padanya.

Sementara di Kediaman Matahari...

Zhang Xuen Chi sedang memaksa istrinya yang keras kepala untuk memakai hanfu berwarna merah yang telah dipersiapkan untuknya. Namun, Wang Xia Ai terus menolak karena ia tidak menyukai hanfu itu, desainnya terlalu ramai dan err... mencolok.

"Ayolah, Xia'er. Lihatlah hanfu ini, sangat indah. Akan sangat bagus jika kamu mengenakannya," kata Zhang Xuen Chi membujuk yang entah sudah ke berapa kalinya.

"Tapi Xuen, itu terlalu merah! Aku bahkan sakit mata melihatnya," balas Wang Xia Ai tetap menolak.

"Lihatlah hanfu milikmu, itu bahkan lebih baik." Sambil menunjuk hanfu berwarna coklat dengan paduan hitam dan emas yang membuatnya sangat gagah.

Zhang Xuen Chi menunduk melihat hanfu yang dikenakannya.

"Ini adalah hanfu kesukaan ku, aku selalu memakainya ketika ada perayaan besar seperti ini," jelas Zhang Xuen Chi.

"Lalu hanfu ini? Siapa yang memilihkannya untukku?!" Wang Xia Ai menunjuk hanfu merah yang di pegang suaminya.

"Sudah peraturannya seperti itu. Kelak, di masa depan kita lah yang akan menggantikan posisi Ayah dan Ibu, dan seorang permaisuri ataupun Putri Mahkota layak memakai warna merah, aku sudah melakukan banyak hal yang bahkan tidak aku sukai dari kecil, karena aku adalah pewaris tahta, ku harap kamu mengerti."

 Triplets Princesses [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang