27. Jalang

178 10 0
                                        

Zhang Xuen Chi menarik napas dalam-dalam, lalu menghembuskan nya perlahan. Wang Xia Ai yang menyaksikan itu semua lantas menatapnya sinis.

"Kenapa kamu menghembuskan napas seperti itu?" ujarnya. Zhang Xuen Chu tersenyum manis.

"Tidak, tidak ada.

"Baiklah, aku minta maaf," sambungnya.

Gadis itu meliriknya singkat, kemudian merentangkan kedua tangannya sambil berjinjit di depan pria itu.

"Gendong," pintanya manja.

"Kemarilah, sayang." Pria itu berjongkok membelakangi Wang Xia Ai dan dengan senang hati dia menggantungkan kedua tangannya di leher Zhang Xuen Chi.

"Ayo!" Dia berseru riang dan itu sukses membuat Zhang Xuen Chi tertawa kecil.

Ia berjalan dengan santai dengan menggendong Wang Xia Ai di punggung nya. Mereka berdua terlihat sangat manis. Para rakyat terus memperhatikan mereka berdua. Apakah itu Putra Mahkota yang terkenal dingin dan kejam?

Putra Mahkota menggendong seorang gadis, mereka pasti salah lihat. Tak perduli seberapa banyak mereka menggosok mata berulangkali, tapi pemandangan itu tetap ada. Mereka yakin bahwa gadis tersebut adalah kekasih Putra Mahkota dan calon Putri Mahkota Kekaisaran Zhang ini.

"Baiklah tuan putri ku, kita sudah sampai." Perlahan Zhang Xuen Chi menurunkan Wang Xia Ai di pintu restoran.

"Terima kasih, Xuen. Apa aku berat?" tanya Wang Xia Ai.

"Hahahaha, tentu saja tidak Xia'er. Kamu sangat ringan, aku bahkan tidak merasa seperti menggendong seseorang tadi," balasnya.

Zhang Xuen Chi menjawab diiringi tawa khas nya. Xia'er nya sangat lucu, apa dengan badan kecil seperti itu akan terasa berat? Tentu tidak.

"Baiklah-baiklah, aku tahu kamu kuat." Dia mendengus seraya memutar bola matanya malas.

"Mari masuk."

Mereka masuk ke dalam restoran tingkat atas, dekorasi yang sangat bagus dan nyaman. Hanya orang-orang berada yang bisa makan di tempat seperti ini, mereka mendapatkan tempat duduk terbaik di restoran itu dan memesan makanan paling mahal di sana.

"Salam, Yang Mulia Putra Mahkota dan nona..."

"Putri!"

Zhang Xuen Chi menekankan ucapan nya pada pelayan yang menyebut kekasihnya dengan sebutan 'nona', itu tidak pantas bagi seorang putri kekaisaran besar seperti dirinya.

"A-a, salam Yang Mulia Putra Mahkota dan Tuan Putri," pelayan itu segera memperbaiki kata-kata nya, takut-takut kalau kepalanya akan terlepas dari tubuhnya hanya karena masalah penyebutan.

"Bawakan Benwang dua porsi makanan seperti biasa," katanya.

"Xuen, apakah kamu sering makan di sini? Tempat ini bagus sekali." Wang Xia Ai tersenyum sumringah sambil memperhatikan setiap sudut dari tempat itu. Ini bahkan lebih mewah daripada restoran yang sempat mereka singgahi di perjalanan kemarin.

"Iya, ini adalah tempat makan kesukaan ku. Biasanya setelah pulang dari berpergian aku akan mampir ke sini untuk makan. Kamu harus merasakan nya, enak sekali," kata Zhang Xuen Chi.

"Masalah rasa aku sangat yakin seharusnya tidak meragukan. Dilihat-lihat lagi pasti di sini sangat mahal, untuk makan saja harus mengeluarkan keping emas. Uangmu banyak sekali, ya." Gadis cantik itu menatapnya dengan tatapan polos. Pria tampan tersebut menggeleng pelan melihat wajah menggemaskan kekasihnya.

"Xia'er, ini adalah hal biasa di kehidupan para bangsawan kekaisaran. Sangat normal bagi kita," balasnya.

Wang Xia Ai menunduk, menatap meja bagus di depannya dengan tatapan sedih saat mendengar ucapan Zhang Xuen Chi.

 Triplets Princesses [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang