Beberapa jam perjalanan telah dilalui oleh rombongan Zhang Xuen Chi menuju Kekaisaran Zhang, dan sekarang matahari sudah berada di tepat di atas langit menandakan tengah hari.
Sementara kereta terus berjalan di ibukota, di dalam kereta ada Wang Chu Mei yang terus merengek pada kakaknya karena gadis itu mengaku lapar dan ingin berhenti untuk segera makan.
"Kakak, aku lapar! Ayo minta kakak ipar untuk berhenti dan memberiku makan!" ujarnya mendesak sambil menarik-narik lengan hanfu Wang Xia Ai.
"Aduh, apa kau sungguh lapar?" tanya Wang Xia Ai yang akhirnya meladeni rengekan adiknya yang terus menarik-narik lengan hanfu nya. Jika tidak, maka hanfu nya akan sobek setelah ini.
Dia mengangguk dengan wajah memelas. Oh, ayolah, ia sungguh lapar. Apalagi tadi pagi ia tidak sempat sarapan karena terlalu bersemangat.
"Baiklah-baiklah."
Gadis cantik tersebut membuka tirai untuk melihat apakah ada seseorang di dekat mereka yang bisa membantu. Tirai terbuka dan ia melihat ada seorang prajurit yang sedang menunggangi kuda tepat di depannya.
"Permisi, maaf, bisakah aku meminta bantuan?" ucap Wang Xia Ai seraya tersenyum tipis. Prajurit itu menoleh ke arahnya.
"Salam, Yang Mulia Putri. Bantuan sepertiapa yang Anda inginkan?" Dia menunduk memberi penghormatan.
"Tidak banyak, tapi tolong sampaikan pesanku pada Putra Mahkota. Putri kedua mengaku lapar dan ingin berhenti di sebuah kedai makan," katanya.
"Baik, Yang Mulia."
"Terima kasih," kata Wang Xia Ai sebelum ia menutup tirai kembali.
Pengawal itu mengangguk dan menggerakkan kudanya menuju barisan depan.
Setelah beberapa saat, akhirnya rombongan berhenti di salah satu restoran di ibukota. Wang Chu Mei yang sudah lapar buru-buru melompat dari kereta kemudian menarik-narik ujung hanfu bawah Wang Xia Ai.
"Kakak! Ayo Kak! Aku sudah sangat lapar."
"Iya-iya tunggulah sebentar, jika kau menarik hanfu Kakak terus, maka Kakak bisa jatuh," kata gadis tersebut memperingati adiknya. Bagaimana ia bisa turun jika hanfu nya terus ditarik.
Wang Chu Mei akhirnya melepaskan ujung hanfu nya seraya tertawa cengengesan, Wang Xia Ai segera turun dari kereta secara perlahan dan anggun.
Zhang Xuen Chi menghampiri Wang Xia Ai dan berjalan di samping nya menuju restoran.
Melihat Putra Mahkota Kekaisaran Zhang bersama seorang gadis pun membuat orang-orang yang berlalu-lalang menjadi penasaran tentang siapa gadis itu, apakah itu adalah calon Putri Mahkota Kekaisaran Zhang?
Wang Chu Mei yang mendengar orang-orang membicarakan kakaknya pun langsung tersenyum senang. Mereka tidak mengetahui wajahnya, begitupun dengan kakaknya. Jadi mereka tidak akan tahu bahwa yang berjalan di samping Zhang Xuen Chi itu adalah Putri Wang Xia Ai, kakaknya.
Setelah sampai di depan pintu restoran. Pelayan yang bertugas menyambut tamu seketika tercengang melihat Putra Mahkota Kekaisaran Zhang bersama dua orang gadis cantik. Pelayan itu segera bersujud.
"Eh."
Wang Xia Ai sontak mundur. Ia kaget melihat reaksi pelayan itu yang seketika bersujud di bawah kaki mereka, sementara Zhang Xuen Chi hanya tertawa kecil ketika melihat reaksi Wang Xia Ai.
'Tenanglah, mereka memang harus menghormati kita."
Mendengar hal itu Xia Ai hanya mengangguk patuh, tapi tetap saja ia sangat tidak enak melihat mereka sampai harus bersujud seperti itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Triplets Princesses [END]
Fantasy'_Wang Xia Ai. Istri terkasih dan cinta pertama Zhang Xuen Chi _' Di Kekaisaran Wang. Kaisar Wang beserta Permaisuri Li Wei dikaruniai tiga putri kembar yang diberi nama Wang Xia Ai, Wang Chu Mei, dan Wang Mei Lan. Ketiganya disayangi dan dicintai o...
![Triplets Princesses [END]](https://img.wattpad.com/cover/316340766-64-k467194.jpg)