Kekaisaran Zhang...
Baru saja matahari terbit, Wang Xia Ai sudah merasa lapar sehingga memutuskan untuk pergi ke dapur istana untuk mencari makanan yang sesuai denfan keinginannya. Mereka semua menyambutnya dengan sangat baik dan berbaris rapi di sisi pintu.
"Yang Mulia, Anda datang pagi-pagi sekali. Adakah yang bisa hamba bantu?" tanya seorang kepala juru masak kepada Wang Xia Ai dengan begitu sopan dan hangat sebab dia sangat menghormati nya.
Wanita itu tampak berpikir sambil menatap sekeliling. Di sini ada banyak sekali bahan makanan serta daging.
"Maaf menganggu kalian di saat seperti ini, tapi aku sedang lapar dan tak tahu ingin makan apa, jadi aku datang ke sini untuk melihat-lihat. Apa tidak masalah?" ujar Wang Xia Ai sedikit tak enak hati. Bagaimanapun, ia merasa telah menganggu kegiatan sibuk mereka.
Mereka semua saling pandang, lalu kepala juru masak tersebut tersenyum ramah.
"Yang Mulia bicara apa, Anda adalah Putri Mahkota, Anda bisa datang ke mari kapanpun sesuka hati," sahutnya.
Wanita itu menampilkan senyum manis, kemudian berjalan ke arah tungku dan memeriksa satu per satu panci berisi masakan yang hampir matang. Semua yang ada di sana mendadak menjadi gugup, terutama juru masak yang takut jika masakan mereka tak berhasil membuat sang junjungan yang sedang hamil tak mendapatkan selera makan di sini. Bisa-bisa mereka semua akan dipecat.
Sekitar sepuluh menit melihat-lihat, memeriksa dan sedikit mencicipi, bukannya mendapatkan selera makan, ia malah merasa mual hebat kala mencium salah satu masakan yang sepertinya mengandung banyak bawang. Para pelayan sontak menghampiri Wang Xia Ai untuk memeriksa keadaan nya. Namun, ia segera melambaikan tangannya, mengisyaratkan bahwa dirinya baik-baik saja.
Wang Xia Ai berbalik hendak kembali, ia menemui kepala juru masak yang wajahnya sudah pucat pasi ketika melihat nya merasa mual setelah mencium aroma masakan nya.
"Terima kasih sudah menyambut ku, tapi sepertinya aku mengalami sedikit pusing karena aroma bawang, jadi aku akan kembali saja, kalian silahkan melanjutkan kegiatan yang sempat tertunda," katanya lembut.
"Maafkan hamba yang tidak berguna ini, Yang Mulia. Hamba tidak pantas menjadi juru masak di sini."
Wang Xia Ai terkejut saat melihat kepala juru masak tiba-tiba bersujud memegang kakinya meminta pengampunan. Ia menunduk dan memegang kedua bahunya.
"Kenapa seperti ini? Kalian tidak salah, aku yang salah karena terlalu sensitif di masa kehamilan. Kalian sangat hebat." Suara halus Wang Xia Ai mengalun merdu, semuanya sangat terharu melihatnya begitu rendah hati.
"Tapi... Anda belum makan, Yang Mulia. Kami takut, Putra Mahkota pasti akan sangat marah ketika tahu jika kami tidak cukup baik menghindangkan makanan untuk Anda," ucapnya cemas dan diikuti anggukan setuju dari yang lainnya.
Wang Xia Ai lagi-lagi tersenyum simpul. Xuen nya memang sangat menakutkan, kenapa dia seperti itu pada mereka yang begitu baik ini?
"Tenang saja, aku tidak akan membuat kalian dalam masalah. Jika dia berani memarahi kalian, maka aku yang akan memukulnya!"
"Terima kasih, Yang Mulia, Anda sangat rendah hati," kata sang kepala juru masak. Mereka sangat mengagumi Wang Xia Ai lebih dari apapun.
Wang Xia Ai memutuskan untuk pergi ke pasar, ia ingin melihat sesuatu yang enak di sana, tapi tentu saja ia harus meminta izin pada suami tercintanya. Dengan gelar sebagai seorang Putri Mahkota, hal itu justru membuatnya menjadi risih.
Kemanapun ia pergi harus diekori oleh paling sedikit setidaknya sepuluh orang pelayan dan dua orang pengawal, meskipun ia hanya pergi untuk sekedar berjalan-jalan di taman utama. Namun, ia tahu hal ini sangat penting untuk menjaga kehormatannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Triplets Princesses [END]
Fantasy'_Wang Xia Ai. Istri terkasih dan cinta pertama Zhang Xuen Chi _' Di Kekaisaran Wang. Kaisar Wang beserta Permaisuri Li Wei dikaruniai tiga putri kembar yang diberi nama Wang Xia Ai, Wang Chu Mei, dan Wang Mei Lan. Ketiganya disayangi dan dicintai o...
![Triplets Princesses [END]](https://img.wattpad.com/cover/316340766-64-k467194.jpg)