Seorang kasim tampak berjalan tergesa-gesa berjalan ke arah kediaman naga milik Kaisar Wang sambil membawa gulungan kertas berisi pesan dari Kaisar Zhang.
Sementara Kaisar Wang tengah sibuk berkutat dengan kertas berisi catatan pajak yang sedikit bermasalah. Pria paruh baya itu memijat dahinya, betapa sulit menyelesaikan tugas ini tanpa seorang Putra Mahkota.
Tok..
Tok..
Suara ketukan pintu terdengar dari luar, Kaisar Wang menggeram lantas kesal.
"Siapa lagi ini!" ujarnya geram.
Ia harap orang yang mengetuk pintu itu tidak membawa kabar buruk yang akan membuat kepalanya semakin sakit.
"Masuk."
Kasim Hong masuk, kemudian bersujud.
"Salam, Yang Mulia Kaisar."
"Hmm, bangun," titah Kaisar Wang tanpa menatap ke arah lawan bicara.
"Hamba membawa pesan dari Kaisar Zhang untuk diberikan kepada Yang Mulia," ucap Kasim Hong, lalu menyerahkan gulungan kertas itu.
Kaisar Wang menerima kemudian membacanya dengan teliti, merasa penasaran atas kabar apa yang dimiliki besan nya tersebut.
"Putriku...?"
Tangan Kaisar Wang bergetar hebat, matanya membulat sempurna, ia menggertakkan giginya penuh amarah. Dengan kasar ia merobek kertas itu dan membuangnya ke lantai.
"BRENGSEK!!"
Sontak kasim Hong terlonjak kaget ketika melihat reaksi junjungan nya setelah membaca pesan itu. Dia menunduk dengan tubuh bergetar menahan ketakutan.
"Bedebah sialan! Apa yang mereka lakukan pada putriku!!" umpat Kaisar Wang. Bagaimana bisa hal buruk ini terjadi pada putrinya?! Pasti mereka tidak menjaganya dengan benar!
"Siapkan kereta dan kuda! Kita harus ke Kekaisaran Zhang sekarang juga!!" Kaisar Wang mengibaskan lengan nya memberi pertintah mutlak tak terbantahkan.
Kasim Hong segera keluar dari kediaman dan berlari untuk mempersiapkan semuanya, ia sungguh tidak tahan dengan aura mencekam itu.
"XIA'ER!!!"
Pria paruh baya tersebut berteriak kencang sambil menangis. Hatinya begitu hancur kala mengetahui kabar duka ini. Tubuhnya luruh jatuh ke lantai, meratapi nasib sang anak yang memiliki umur pendek dan meninggalkan nya lebih dulu dari dunia.
Kaisar Wang menangis sejadi-jadinya meratapi kematian putrinya.
"Ayah menyayangimu, Xia'er. Mengapa kau meninggalkan Ayah secepat ini..?" gumamnya pelan.
Di Kediaman Awan...
Di sisi lain, Wang Chu Mei sedang merasa gelisah, gadis itu berjalan mondar-mandir memikirkan sesuatu yang terasa ganjal di dalam hatinya. Ia merasa ada sesuatu yang aneh saat Yilao memberitahunya bahwa dia dan Yoshan kehilangan kontak. Seperti ada suatu kekuatan kuat yang menghalanginya.
Ia berniat meminta izin pada ayahnya untuk mengunjungi kakaknya sekaligus menanyakan hal itu. Ini bukan pertanda baik, jika Yoshan dalam masalah berarti kakaknya sedang tidak baik-baik saja.
Wang Chu Mei berjalan menuju kediaman ayahnya dengan hati yang gelisah. Sungguh perasaannya sangat tidak enak.
Sesampainya di sana, ia lantas membuka pintu kediaman secara langsung setelah mengetuk-ngetuk pintu, tapi tidak mendapatkan jawaban.
"Ayah?"
Gadis cantik itu masuk ke dalam kediaman. Matanya mencari sosok ayahnya. Sayup-sayup dari belakang meja, ia mendengar suara tangisan seorang pria.
KAMU SEDANG MEMBACA
Triplets Princesses [END]
Fantasy'_Wang Xia Ai. Istri terkasih dan cinta pertama Zhang Xuen Chi _' Di Kekaisaran Wang. Kaisar Wang beserta Permaisuri Li Wei dikaruniai tiga putri kembar yang diberi nama Wang Xia Ai, Wang Chu Mei, dan Wang Mei Lan. Ketiganya disayangi dan dicintai o...
![Triplets Princesses [END]](https://img.wattpad.com/cover/316340766-64-k467194.jpg)