23. SEBUAH TANTANGAN

412 252 108
                                        

*

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*

*

*

🌻

*

*

*

_____🌻_____

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

_____🌻_____

Dari balik pintu kaca kelas XI Biologi satu keluar tiga siswa yang tengah asik bersenda gurau, para pelajar berseragam putih Abu-Abu itu berlari menuju kantin sekolah.

Sialnya di pertengahan jalan, tepatnya di lorong sebelum ruang perpustakaan Fandy yang saat itu tak sengaja terdorong Rio tubuhnya menabrak sesuatu di depannya.

Lelaki bertubuh kurus dengan gaya rambut Devil Pomp itu menjatuhkan tubuh seseorang dari belakang, seketika buku yang tadinya tersusun rapih di tangan gadis tersebut pun terlempar ke lantai dan berceceran, tak langsung bangkit Fandy justru merangkak menghampiri gadis itu dan membantu menyusun kembali bukunya.

"Sorry ya gue ga sengaja," ujarnya seraya menyodorkan sebuah buku lagi.

"Iya, ga apa-apa kok," jawab siswi berbandana hello kitty warna pink itu.

"Devta!" panggil gadis bersyal merah yang berdiri di sampingnya.

"Lo ga lupa 'kan sama peraturan geng kita?"

Sontak Devta langsung mengalihkan pandangannya, entah mengapa ucapan sahabatnya itu mulai membuatnya tak nyaman, tapi apa boleh buat posisinya hanyalah babu di sana.

Devta segera beranjak kemudian berjalan masuk menuju perpustakaan mengikuti kedua sahabatnya, sementara Fandy masih tersungkur di lantai tak berhenti menatap si gadis yang makin menjauh. Tak terduga Devta sempat menoleh kearahnya, tidak hanya itu gadis berambut hitam lurus sebahu itu juga tersenyum memperlihatkan gigi gingsulnya.

Devta, lo manis banget si, decak Fandy terpesona.

"Devta! Cepetan dong jalannya!" titah Hera lantang lalu menarik kasar tangan Devta.

Catatan Abu-abu [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang