Dua remaja yang saling membenci harus terlibat dalam sebuah perjanjian kerja paksa hanya karena sebuah pena, berawal dari benda kesayangan Arsyad yang Hera sita, membuat lelaki itu harus menjadi budak gadis paling egois dan angkuh se SMA Harapan Jua...
Semoga kalian semua dalam keadaan baik-baik aja dan sehat, aman, damai, sentosa, sejahat terakhir dan berbagai:)
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
* * * 🌻 * * *
_____🌻_____
"Jangan kabur woy!" teriak beberapa warga mendapati Gressa yang hendak kembali masuk ke mobilnya.
Seketika kakinya membeku, ia tidak bisa membayangkan jika orang itu benar-benar mati. Apa ia akan di kroyok masa? Atau bahkan mendekam seumur hidup di penjara?
Tidak! Ia tidak mau menyia-nyiakan masa mudanya di balik jeruji besi.
"Tanggung jawab woi!" seorang pria berkumis tebal yang mengenakan kaos hitam menggedor bagian depan mobil Gressa.
Gadis itu menundukkan kepalanya, ia benar-benar takut, tubuhnya terasa dingin dan gemetar hebat.
"S-saya akan tanggung jawab ko pak," lirihnya tak berani mengangkat wajahnya.
Jantungnya berdetak sangat cepat rasanya ingin pingsan di tempat, segerombolan warga itu melingkari tubuhnya.
"Mending kita bawa ke kantor polisi aja!" usul seorang wanita berdaster diantara kerumunan.
"J-jangan!"
"Saya mohon, saya akan tanggung jawab."
Gressa memohon dengan penuh harap, kedua telapak tangannya menyatu, bahkan gadis itu kini sudah berlutut di aspal jalanan, semoga saja usahanya tidak akan sia-sia.
"Saya akan bawa orang ini ke rumah sakit," ujarnya menatap putus asa.
"Gimana nih?" tanya pria tadi pada warga lainnya, tak ada jawaban hanya anggukan.