18. KHAWATIR

391 240 64
                                        

*

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*

*

*

🌻

*

*

*

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*


_____🌻_____

Sudah genap tiga hari Arsyad menjalankan tugasnya sebagai supir pribadi Hera, tepatnya sejak hari Kamis hingga Sabtu ini, bahkan para satpam di rumah Hera sudah hafal mobil Arsyad sehingga setiap ia datang dua pria bertubuh kekar dan gaya rambut rapih dibalut seragam hitam itu sudah dengan sigap membukakan pintu gerbang yang terbuat dari besi mengkilap di kediaman Aditama.

Setelah memarkirkan mobilnya, Arsyad bergegas berjalan menuju pintu besar yang terbuat dari ukiran kayu tersebut, dengan lantang lelaki itu pun memanggil nama si gadis.

"Hera!"

Belum ada jawaban ia pun memanggilnya lagi lebih keras dari sebelumnya, "Heraaa!"

"Apaan sih? berisik banget tahu ga?"

Bukannya Hera yang keluar menemuinya malah gadis berambut ungu galaksi dengan jaket denimnya yang datang, siapa lagi kalau bukan Gressa, gadis yang tak pernah mengenakan jas almamaternya itu menekuk tangannya di atas pinggang.

"Mau ngapain lo kesini?" tanyanya cukup kaget melihat kehadiran Arsyad.

"Seperti biasa," jawab lelaki berseragam coklat susu dengan celana motif kotak-kotak senada dan jas khas SMA Harapan Juang itu singkat.

"Oh iya gue lupa, lo kan babunya si ratu halu sok kecantikan itu 'kan?" Tanya Gressa lagi sambil menepuk-nepuk dagunya menggunakan jari telunjuk.

"Dibayar berapa lo sampe mau jadi babu?"

"Bukan urusan lo!"

Drg!

Entah datangnya dari mana tiba-tiba saja gadis berseragam atasan coklat susu dibalut jasa dan rok motif kotak-kotak senada muncul di tengah-tengah mereka, setidaknya ini adalah sebuah keberuntungan karena Arsyad tak harus menjawab pertanyaan-pertanyaan tidak penting dari Gressa.

Catatan Abu-abu [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang