41. SALAH PAHAM

196 36 26
                                        

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


_____🌻_____

Gressa yang tadinya duduk di sofa coklat ruang tamunya kini beranjak berdiri, melihat dua satpam berseragam membukakan pintu pagar dan membiarkan mobil berwarna hitam masuk kedalam halaman rumahnya, aneh Aditama sudah pulang dari kantor sejak tadi, lalu itu mobil siapa?

Dari plat nomornya sepertinya tak asing, gadis berbalut kaos hitam dan celana jeans pendek itu pun melangkah kearah pintu rumah yang terbuka lebar.

"Vega?" decaknya mendapati lelaki bergaya ambut comma hair itu keluar dari pintu mobil.

Tak biasanya Vega datang tanpa memberi tahunya terlebih dahulu, gadis berambut ungu galaksi itu semakin dibuat bertanya-tanya ketika lelaki yang saat ini dekat dengannya membukakan pintu mobil sisi kiri.

"Vega sama siapa?" tanyanya pada diri sendiri melihat kaki seorang gadis turun dari dalam mobil.

Betapa terkejutnya Gressa ketika matanya dapat melihat dengan jelas sosok yang kini berjalan berdampingan dengan Vega.

Hera?

Bagaimana bisa mereka bersama?

Saat itu juga hatinya mulai tidak beres, pikirannya tak karuan, ada rasa takut dan cemburu yang menyeruak di hatinya.

"Hai Gress!" sapa Vega diikuti senyuman lebar.

Sedangkan Hera, gadis berseragam hijau army itu langsung masuk kedalam rumah begitu saja tanpa melirik sang Kakak sedikitpun.

"Kenapa kalian bisa bareng?" tanya Gressa, dahinya tampak mengerut.

Vega masih tersenyum hangat, dengan santai ia menjawab, "Tadi ketemu di taman."

"Kalian saling kenal?"

"Iya, kenapa?" Vega balik bertanya.

Gressa tak habis pikir, kenapa semua orang harus kenal sama Hera? Rasanya tak rela jika lelaki itu pun lebih dekat dengan Adiknya.

"Kenal dimana?" Nada bicara gadis itu mulai naik.

Tak langsung menjawab Vega berpikir sejenak, bukan tanpa alasan, Hera tadi sudah berpesan untuk merahasiakan penyakitnya lalu ia harus menjawab apa?

Ga mungkin gue bilang kita kenal di rumah sakit, batinnya masih terdiam.

"Vega!" panggil Gressa sambil memukul pelan tangan Vega.

Lelaki yang masih berdiri di depan pintu teras itu pun terpaksa harus mengarang cerita. "Baru aja tadi kenalan di taman."

"Waktu itu juga gue lihat dia di rumah ini, katanya dia Adek lo," jelas lelaki itu berusaha meyakinkan si gadis.

"Terus kenapa lo nganterin dia pulang?"

Vega menarik napas panjang, "Lo cemburu ya?"

Deg!

Catatan Abu-abu [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang