Dua remaja yang saling membenci harus terlibat dalam sebuah perjanjian kerja paksa hanya karena sebuah pena, berawal dari benda kesayangan Arsyad yang Hera sita, membuat lelaki itu harus menjadi budak gadis paling egois dan angkuh se SMA Harapan Jua...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*
*
*
🌻
*
*
*
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
_______🌻_______
Setelah bel istirahat kedua berbunyi para pelajar kelas XI Biologi 1 berhamburan keluar kelas, tak jauh berbeda dari teman-temannya, Hera sudah membawa buku diary nya di depan dadanya.
"Kamu mau kemana Ra?" tanya Leni yang masih sibuk mencatat tulisan di papan tulis kedalam bukunya.
"Gue mau ke roftoop," jawab gadis berambut kecoklatan itu singkat.
"Aku temenin ya?" Leni menutup bukunya lalu memasukkannya kedalam tas punggung warna biru di belakangnya.
"Gue butuh waktu sendiri Len," tolak Hera dengan nada lembut.
Kalau sudah begini gadis berkaca mata itu tak bisa berbuat apa-apa lagi, pandangannya mendadak tertuju kearah Arsyad yang masih sibuk menulis di barisan sebelah kiri Hera.
Ingin rasanya meminta bantuan lelaki itu, karena perasaannya sedikit mengganjal jika membiarkan sahabatnya pergi sendiri terlebih setelah kejadian beberapa waktu lalu.
"Kamu yakin ga mau aku temenin?" tanya Leni memastikan sekali lagi.
"Len, gue udah bukan anak kecil lagi kali yang harus selalu di temenin kemanapun."
Leni menatap cemas wajah sendu berhias ruam kemerahan di kedua pipi Hera, ia pun berujar, "oke deh kalau gitu, hati-hati ya."
Hera hanya membalas perkataan sahabatnya itu dengan senyuman lantas berlalu dari sana.