Dua remaja yang saling membenci harus terlibat dalam sebuah perjanjian kerja paksa hanya karena sebuah pena, berawal dari benda kesayangan Arsyad yang Hera sita, membuat lelaki itu harus menjadi budak gadis paling egois dan angkuh se SMA Harapan Jua...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*
*
*
🌻
*
*
*
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
_____🌻_____
Pagi ini lapangan basket SMA Harapan Juang yang dilapisi rumput sintetis warna hijau di penuhi para siswa-siswi kelas XI Biologi 1, para pelajar yang mengenakan stelan seragam dan celana abu-abu selutut itu tampak serius mengoper bola.
Sayangnya keseruan itu tak berlangsung lama setelah sebuah bola mengenai kepala Hera, semuanya langsung memaku.
"Duh gawat nih, pasti bakalan perang lagi," bisik Rio pada Arsyad, siswa bertubuh gempal itu menggelengkan kepalanya.
"Maksud lo apa ngelempar bola ke kepala gue?" tanya Hera yang masih memegangi kepalanya yang terasa sakit.
Alih-alih meminta maaf Gina justru mengangkat dagunya. "Kenapa? Ga suka?"
Keduanya kini bertatap muka, Hera yang masih teguh dengan ekspresi datarnya pun terkekeh lalu balik bertanya, "Oh gue ngerti sekarang, lo masih ga terima gue keluarin dari Dark Queen?"
"Engga, gue ga nyesel justru gue malah seneng," tampik gadis yang tingginya sedagu lawan bicaranya.
"Ya akhirnya gue bebas dari tekanan psychopath kayak lo!" Lanjutnya bangga.
Gadis berambut kecoklatan itu memicingkan matanya, agaknya kali ini Gina memang cari mati. Tentu saja Hera tak Terima dengan ucapan gadis itu."Bilang aja lo iri sama gue, semua orang di sini juga tahu gue siapa," ujar Hera mendekatkan wajahnya.
"Iri sama lo? Dih engga ya," bantah Gina yang masih tak mau kalah.
"Tapi, gue kasihan deh sama lo." Gina berjalan memutari gadis tersebut.