Dua remaja yang saling membenci harus terlibat dalam sebuah perjanjian kerja paksa hanya karena sebuah pena, berawal dari benda kesayangan Arsyad yang Hera sita, membuat lelaki itu harus menjadi budak gadis paling egois dan angkuh se SMA Harapan Jua...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*
*
*
🌻
*
*
*
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
_______🌻_______
Kala langit sedang bercerita Tentang senjanya yang berbalut duka Atau arunika yang berselimut luka Dan sang malam yang berlumur derita
Raganya telah terkoyah Hatinya sudah lama patah Perihnya pun tak mau kalah Menyulam penat menatap nestapa
Kemarin atau pun kini masih sama Tak ada yang berbeda Bagi peri mungil yang putus asa Semua terlihat hancur tak berupa
Ia tetap berteman dengan asa Dan bersahabat baik dengan lara Perlahan kian menyiksa Hingga nanti menutup mata
Menyedihkan memang Kisah peri yang malang Yang terus berjuang Meski pada akhirnya harus tumbang
Tak ada yang bisa disalahkan Ia yang terus mengukir harapan Kemudian dihancurkan Oleh pahitnya kenyataan.
Puisi tersebut, seakan ada makna yang begitu dalam di sana, tapi apa? Gadis itu memang penuh misteri yang sampai sekarang belum juga Arsyad mengerti.
Namun tak sampai disitu, Arsyad kembali dikejutkan dengan isi lembaran berikutnya.
Aku dan kamu adalah dua masa lalu yang tak pernah bisa bersatu, Pernah dekat tapi tak saling terikat Memadu rasa tapi tak saling menjaga Berikrar janji ujungnya saling mengingkari