Dua remaja yang saling membenci harus terlibat dalam sebuah perjanjian kerja paksa hanya karena sebuah pena, berawal dari benda kesayangan Arsyad yang Hera sita, membuat lelaki itu harus menjadi budak gadis paling egois dan angkuh se SMA Harapan Jua...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
*
*
*
🌻
*
*
*
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
_____🌻_____
Hari minggu, pagi ini cukup berbeda di kediaman Arsyad, kedua orang tuanya yang sudah resmi bercerai dua tahun lalu sejak adiknya meninggal kini mereka datang, bukan untuk kembali tapi ...
"Mama udah bilang sama suami mama kalau kamu mau ikut tinggal sama kami," ujar wanita berambut hitam pendek agak keriting yang mengenakan dress lengan panjang warna ungu pastel itu.
Arsyad yang duduk di sofa hitam tengah kedua orang tuanya dalam ruang tamu yang berhias beberapa tanaman artifisial yang tergantung di dinding itu hanya terdiam, sesekali ia menoleh ke sisi kanannya yang sudah ada sang Papa atau sisi kirinya.
"Arsyad udah nyaman tinggal disini Ma, Pa," paparnya hati-hati.
"Sudahlah Sinta, Adinata biarkan cucuku tinggal disini," ujar Oma Sari yang mengenakan kemeja coklat, ia baru saja tiba dengan dua gelas teh di tangannya.
"Ga bisa gitu dong Oma, aku itu ingin Arsyad tinggal sama aku dan keluarga baruku nanti untuk urusan sekolah aku yang akan nanggung sampai dia kuliah," sela pria paruh baya berambut gondrong dan berjenggot itu sembari membenarkan kerah kemeja putihnya.
"Jauh lebih baik kalau Arsyad sama aku, masa depannya akan lebih terjamin!" bantah wanita yang memiliki nama asli Sinta tersebut tak Terima dengan pernyataan mantan suaminya.
Pemuda yang mengenakan hoodie warna abu-abu itu mulai merasa tak nyaman dengan pembahasan kedua orang tuanya, ia hanya membisu membiarkan mereka ricuh memperebutkan hak asuhnya.
Karena tak tahan lagi Arsyad pun beranjak dari duduknya dan menegaskan, "Arsyad akan tetap disini! Jadi ga usah maksa aku buat tinggal sama kalian!"
"Syad, tapi Mama hanya ingin memberikan yang terbaik untuk kamu."